Thursday , 20 September 2018
update
Aktifasi Otak Kanan dan Kiri

Aktifasi Otak Kanan dan Kiri

Judul : Tutorial Mengajar untuk Mengaktifkan Otak Kanan dan Kiri
Penulis : Achmad Faidi
Penerbit : Diva Press
Terbitan : Pertama, Agustus 2013
Tebal : 262 Halaman
Peresensi : Lailatul Qamariyah*)

Otak manusia ditinjau dari fungsinya dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni otak bagian kiri dan kanan. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Kerja otak kiri berkaitan dengan logika sedangkan kerja otak kanan berkaitan dengan intuisi dan imajinasi.

Klasifikasi otak ini terkadang membuat kita terjebak, sehingga hanya mengoptimaklan salah satunya. Pelajar yang bergelut dengan mengasah otak kanan cenderung mengabaikan otak kiri. Siswa yang genius matematika biasanya tak begitu, atau bahkan tidak, menguasai sama sekali pelajaran seni dan sastra. Demikian juga sebaliknya.

Tenaga pendidik juga seakan membuat tembok pemisah. Siswa hanya bisa mengoptimalkan salah satunya. Artinya, siswa yang ahli seni dan sastra tidak mungkin juga ahli matematika dan fisika. Hal itu bisa dilihat dari cara guru mentransformasi pengetahuan.

Akibat dari cara mengajar guru yang ‘bias’, siswa tidak bisa mengoptimalkan seluruh potensi otak yang Tuhanberikan. Tidak seperti ulama klasik yang bisa mengoptimalkan otak kiri dan kanan sekaligus. Al Ghazali misalnya, selain ahli filsafat juga ahli sastra. Ulama-ulama seperti beliaulah hasil didikan guru terbaik yang dibutuhkan saat ini.

Guru saat ini mestinya bisa meniru cara mengajar yang telah menghasilkan ulama-ulama klasik yang multitalenta. Tutorial Mengajar untuk Mengaktifkan Otak Kanan dan Kiri buku panduan yang perlu dibaca para pendidik, sehingga lahirlah tunas-tunas bangsa yang multitalenta. Dan teknik mengajar yang demikian sudah diterapkan di negara-negara maju seperti Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.

Achmad Faidi menjelaskan cara mengaktifkan otak kiri dan kanan sekaligus, ketika guru mangajarkan materi pelajaran yang dominan menggunakan otak kiri, maka ia bisa menyelingi pelajaran dengan pola permainan, dan cara-cara tertentu yang bisa membuat siswa menggunakan otak kanan mereka. Begitupun sebaliknya seperti dengan memberikan kuis atau pertanyaan yang bisa membuat siswa berfikir dengan otak kirinya (hlm. 126).

Untuk mempraktikkan hal ini terdapat beberapa cara atau metode agar siswa mampu mengoptimalkan kedua fungsi otaknya, seperti seni mengajar berbasi PAIKEM (hlm. 127), seni mengajar berbasis CTL (hlm. 129), pembelajaran aktif (hlm. 139), pembelajaran inovatif dan kreatif(hlm. 142), dan seabrek cara lainnya.

Pendidik yang butuh teknik mengajar berbasis cara-cara di atas hanya perlu membaca buku setebal 262 halaman terbitan Diva Press tersebut. Selamat Membaca!

*) Peresensi adalah Ketua OSIS Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nurul Huda, Ging-ging, Bluto, Sumenep Madura.

Editor : SCE

Leave a Reply

Scroll To Top