Wednesday , 14 November 2018
update
Amanah yang Tersampaikan, Qurban Anda dan Doa Mereka

Amanah yang Tersampaikan, Qurban Anda dan Doa Mereka

Menyapa kawasan terpencil, tak sekadar membahagiakan penerima qurban. Persaudaraan kaya warna berpendaran menerima ucapan terima kasih penutur bahasa Ibu yang berbeda-beda dari berbagai penjuru Nusantara.

Penerima qurban di Flores, Nusa Tenggara Timur berharap ada lagi qurban tahun berikutnya. ”Hami muliga tiba agu menikmati nakeng hewan qurbani di pengurban Global Qurban act, tegi tegin ACT tetap tetap teruskan distribusi. Hewan qurban mai se’e Flores ele hami tu tu’un blok nakeng yang walaupun sentaun sengkali menikmatinya/Kami telah menerima dan menikmati daging hewan qurban ACT, semoga ACT tetap terus kan distribusi hewan qurban ke Flores karena kami sangat membutuhkan daging walaupun setahun sekali kami menikmatinya,” katanya. Masyhur sudah, ini kawasan krisis air (dengan begitu juga krisis pangan dan ekonomi pas-pasan).

Seorang penerima qurban di seberang timur pulau Jawa, tepatnya di Bangkalan (Madura) tak kuasa menahan ungkapan syukurnya. “Kauleh asokkor alhamdulillah, gi’ kabagian dhaging sapeh. Ompama ngobangin dibi’ bakto ka’dissa, sekilo belungpolo ebuh. Ce’ perakgah kauleh sekeluwarga olle bagian dhaging qurban dari ACT, tak osa nyecel saban minggunah kaangguy balanja juko’ tellasan/Saya bersyukur alhamdulillah, masih mendapatkan daging sapi. Kalau harus beli, harganya satu kilo Rp80 ribu rupiah. Alangkah bahagianya saya sekeluarga mendapat daging qurban dari ACT. Kami tak perlu mengangsur tiap minggu untuk bisa memperoleh lauk Lebaran.” Subhanallah.

Ada doa untuk ACT sebagai penyelenggara Qurban. “Surak sabeu kekeu kasey-kasey sibakkat ya ACT masikau ka Mentawai. Mudah-mudahan mauktuk ekeu ma kembang sabeu/Terimakasih ACT dan pekurban yang telah memberikan qurban di Mentawai. Semoga ACT dan pekurban memperoleh pahala di sisi-Nya, serta makin berkembang dan maju,” ungkap penerima qurban di Mentawai, Sumatra Barat.

Menyemat harapan ke pundak Global Qurban-ACT. Itu diungkapkan penerima qurban di Padang, Sumatra Barat,“Programnyo rancak. Urang di Jakarta namuah berqurban jauah kamari. Tahun muko kok dapek penyebaran dagiang bisa lebih laweh lai karano di pasaman banyak dusun miskin tidak mendapek daging qurban/Programnya bagus, orang dari Jakarta mau berqurban jauh ke sini. Tahun depan kalau bisa sebaran daging qurban bisa lebih luas lagi karena di Pasaman banyak dusin miskin yang jarang mendapat daging qurban.”

Warga dari Kabupaten Seram (Maluku) menuturkan,”Nai kesempatan ire ami masyarakat Desa Kampung Jawa Kecamatan Bula a sampaikan terima kasih wewean naik nina, baba para pekurban yang daguan ami bantuan sapi qurban. Alhamdulillah ami masyarakat Fattolo a bersyukur sabab Hari Idul Adha haasire ami baru pernah aroa bantuan qurban tura sapira, biasa ami hanya apa’i bibira karna ami mapu ahas sapi jatei. Orat naga Allah semoga nina, baba pekurban tura ACT tarus Allah tambahnya umum mumu rezeki ra. Aamiin/Pada kesempatan ini kami masyarakat Desa Kampung Jawa Kecamatan Bula menyampaikan terima kasih banyak kepada Bapak Ibu pekurban telah menyumbanglan hewan kurban di desa kami. Alhamdulillah kami masyarakat Fattolo sangat bersyukur karenw Idul Adha kali ini kami baru berqurban sapi. Biasanya hanya berkurban dengan kambing karena kami tidak mampu membeli sapi.”

Keragaman penuturan ini memancarkan substansi pesan yang sama-sama tulus. Keragaman hanya kulitnya. Meski berbeda, mereka sama: terpencil, dhuafa, dipagut sepi jauh dari modernitas. Global Qurban hadir di keterpencilan. Bukan untuk bersemedi tapi demi ramaikan batin dengan berbagi. Bersama, tunaikan amanah, berkarya di keterpencilan.

Iedul qurban tahun lalu mereka sumringah menerima qurban dari saudara-saudara mereka meski tak bersua secara fisik. Tahun ini mereka berharap kepedulian dan kedermawanan qurban kembali menyapa mereka. Mari Tunaikan qurban terbaik anda melalui Global Qurban-ACT. (Suriadi/ACT)

Editor : SCE

Leave a Reply

Scroll To Top