Thursday , 20 September 2018
update
Belajar dari Kepemimpinan Bung Karno dan Pak Harto

Belajar dari Kepemimpinan Bung Karno dan Pak Harto

buku-bung karnoJudul buku      : Ajaran-ajaran Spektakuler Bung Karno dan Pak Harto

Penulis             : Suwelo Hadiwijoyo

Penerbit           : IRCiSoD (Diva Press)

Tahun terbit     : November, 2013

Tebal               : 208 halaman

ISBN               : 978-602-255-344-1

Di permulaan tahun 2014 ini sudah saatnya kita bersiap memilah dan memilih calon pemimpin untuk lima tahun mendatang. Pemimpin sejati yang seharusnya bisa memaksimalkan fungsi pemerintahan dan warga negaranya untuk menuju kesejahteraan bersama. Bukan pemimpin yang meraup kekayaan negara demi kepentingan politiknya sesaat. Di sinilah makna kepemimpinan seseorang dipertaruhkan.

Pemimpin ibarat seperti pilot yang akan mengudara dan mendarat demi mengantarkan penumpangnya (rakyat). Tujuannya ialah mencapai keselamatan dan kesejahteraan bersama. Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Demikian salah satu hadis Nabi Muhammad SAW berujar. Maksud dari hadis tersebut secara tidak langsung menyatakan bahwa kemajuan dan kemunduran suatu negara itu ditentukan oleh pemimpinnya, termasuk Indonesia.

Dalam diskursus sejarah politik kepemimpinan di Indonesia banyak hal yang sepatutnya menjadi sebuah kebanggan bangsa yang memiliki dua tokoh pemimpin spektakuler dengan ajaran-ajarannya. Kedua tokoh itu adalah Ir. Soekarno dan H.M. Soeharto. Di era kepresidenan masing-masing,  mereka menorehkan tinta emas dalam sejarah kebangkitan bangsa ini, terlepas dari segala kontroversi yang muncul di kemudian hari.

Melalui buku karangan Suwelo Hadiwijoyo inilah akan lebih jelas diungkapkan mengenai ajaran-ajaran spektakuler Bung Karno dan Pak Harto. Menurut penuturan penulis, Bung Karno dan Pak Harto adalah dua sosok pemimpin yang berjiwa kepemimpinan kuat. Salah satu bukti jasa-jasa yang diabdikan mereka, misalnya pada saat mereka menjabat sebagai presiden, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling disegani oleh dunia Negara sehingga dijuluki “Macan Asia”.  Hal inilah yang menurut Suwelo layak untuk dicontoh oleh rakyatnya, terutama bagi kita sebagai calon pemimpin masa depan. (hal. 8)

Bung Karno merupakan tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan dan proklamasi, serta memiliki peran besar dalam perumusan dasar dan falsafah negara, Pancasila, dan UUD 1945. Di bagian pertama buku ini dijelaskan sembilan ajaran dari Bung Karno yang ditanamkannya kepada diri bangsa ini, seperti nasionalisme, Pancasila, marhaenisme, antikolonialisme, antielitisme, persatuan nasional, berdikari (berdiri di atas kaki sendiri), Ganyang Malaysia, dan spritualisme. (hal. 20-40).

Ajaran demi ajaran Bung Karno jika kita tarik ke masa sekarang tentu memiliki relevansi dengan realitas kekinian. Misalnya ihwal nasionalisme Bung Karno. Nasionalisme menurut Bung Karno mengandung arti cinta dan bangga terhadap NKRI. Namun, dalam realitas saat ini, nasionalisme sepertinya menjadi sikap yang sulit ditemui. Contoh sederhana saja kita melihat di zaman sekarang ini, banyak masyarakat lebih tertarik dengan produk-produk luar negeri dibandingkan produk asli mereka sendiri (dalam negeri). Mereka telah tercampuri budaya-budaya Barat mulai dari cara berpakaian (fashion), bertutur sapa yang dicapuradukan dengan istilah-istilah asing, hingga sampai kepada gaya hidup yang kebarat-baratan. (hal. 94)

Sementara di masa kepemimpinan Pak Harto, Indonesia berhasil menekan jauh inflasi yang semula membawa negara ini menuju keterpurukan. Selain itu, pembangunan besar-besaran dilakukan pada berbagai aspek sehingga Indonesia menjadi Macan Asia yang disegani di dunia.
Buku ini hadir untuk membawa kita mengenal kedua tokoh ini lebih dekat (hal. 130)

Lebih jauh, membaca buku ini seperti mengulas ajaran dan nilai-nilai yang mereka bawa dalam sepak terjang sebagai negarawan maupun kehidupan sehari-hari. Berbagai nilai tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap bangsa ini, seperti antikolonialisme dan antiimperialisme yang dicetuskan oleh Bung Karno, atau nilai-nilai hidup orang Jawa yang ditanamkan oleh Pak Harto, seperti “andhap asor kalawan rakyat”.Ajaran-ajaran spektakuler mereka seyogianya kita teladani pada masa sekarang agar bangsa ini bangkit dan mampu mengulang, bahkan melampaui kejayaan masa lalu. Selamat membaca.

Peresensi : Nursodik El-Hadee (Mahasiswa IAIN Walisongo Semarang, Penerima Beasiswa Santri Berprestasi Kemenag RI)

Editor : Nur Afilin

 

 

Leave a Reply

Scroll To Top