Thursday , 23 November 2017
update
BEM UNS Belajar Merawat Perempuan Indonesia

BEM UNS Belajar Merawat Perempuan Indonesia

SURAKARTA—Ada yang berbeda dengan BEM UNS tahun 2014. Sebuah karya bernama Ladies School (Sekolah Perempuan) berhasil diinsiasi oleh Kementerian Pengembangan Organisasi dan Sumber Daya Mahasiswa (POSDM). Ladies School merupakan hasil dari konsolidasi yang dilakukan oleh Forum Perempuan BEM-SI untuk membentuk wadah pencerdasan intelektual bagi para mahasiswi di masing-masing kampus.

Ladies School merupakan cita-cita sederhana untuk menghasilkan peradaban bangsa Indonesia yang lebih baik, dimulai dari kualitas perempuannya,” kata Irviana Chalifatul‘Azmi selaku Menteri POSDM BEM UNS melalui rilis yang diterima Eramadina, Ahad (19/10/2014).

Hal yang sama juga di ungkapkan oleh Wildan Wahyu Nugroho, mahasiswa Fakultas Pertanian UNS yang menjadi ketua penyelenggara Ladies School.

“Besarnya suatu bangsa, tergantung pada perempuannya. Saya harap Ladies School menjadi gerakan nasional, mulai untuk UNS, kemudian untuk Jawa Tengah, hingga Indonesia,” ujarnya.

Ladies School berlangsung sejak bulai Mei sampai Oktober 2014. Tercatatat sebanyak 162 perempuan UNS mendaftarkan diri sebagai peserta. Mereka menjalani lima rangkaian acara diantaranya:

  1. Seminar Inspirasi Indonesia dengan pembicara Masnah Sari (Ketua KPAI tahun 2007-2010), Asih Juwariyah (Atase Fungsi Ekonomi ASEAN), Azhar Nurun Ala (Penulis buku Tuhan Maha Romantis), dan Hetty Kusumawardhani P. (Mahasiswi Harvard University).
  2. Moving class I dengan tema Ladies and carier dengan pembicara Ibu Irawati (SIPA) dan Ibu Dini (Dompet Dhuafa).
  3. Moving class II dengan tema Ladies and education dengan pembicara Septi Peni Wulandari (Pendiri Jaritmatika) dan Ratna Sariyatun (Mawapres FK UNS 2014).
  4. Moving class III dengan tema Ladies and leadership dengan pembicara Pipit Suprihatin (Presiden BEM FIB UGM tahun 2012).
  5. Moving class IV dan Beuty to Share dengan tema Ladies and histories dengan pembicara Sri Nurhidayah (GM Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa) dan Rona Mentari (Duta Integritas KPK).

“Terlepas menjadi apapun kelak di masa depan, seorang perempuan harus mampu memainkan perannya sebagai orang yang paling bertanggung jawab melahirkan generasi gemilang tanpa meninggalkan kewajibannya bagi masyarakat, bangsa, dan agamanya. Tangan kanannya menimang, tangan kirinya mengguncang dunia. Maka dimulai dari Ladies School ini semoga menjadi awal pemantik, utamanya di kalangan intelektual mahasiswi untuk mempersiapkan sedini mungkin kehidupan pasca kampus, serta semangat yang berawal dari Forum Perempuan Seluruh Indonesia untuk terus berkarya memberikan khidmat terbaik bagi bangsa ini. Selamat Menginspirasi!” pungkas Irviana.

Reporter : Titis Sekti Wijayanti(BPH BEM UNS Kabinet Solid Berkarya)

Editor : Nur Afilin

Leave a Reply

Scroll To Top