Wednesday , 15 August 2018
update
Calon Doktor Asal Inggris Masuk Islam pada 11 September

Calon Doktor Asal Inggris Masuk Islam pada 11 September

JAKARTA – Adalah K. Norfolk (27 tahun), seorang mahasiswa S3 Policentric Education dari Portsmouth, Inggris yang memilih momen 11 September 2013 sebagai hari beralihnya ia menjadi seorang Muslim. Norfolk mengucapan dua kalimat syahadat dengan bimbingan Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ust. Bachtiar Nasir, Rabu (11/9) kemarin malam di Aula Ar-Rahman Quranic Learning Islamic Center (AQLIC), Tebet, Jakarta Selatan.

Sebagaimana diketahui, 11 September sering diidentikkan dengan peristiwa “September 11 Attacks” (Serangan 11 September) yang menimpa Gedung World Trade Center (WTC), Amerika Serikat (AS) 12 tahun silam. Tragedi kontroversial ini kemudian dijadikan AS dan dunia Barat sebagai titik awal perang melawan terorisme. Anehnya, stigma teroris kemudian tidak jarang dialamatkan kepada umat Islam.

Kepada peserta kajian di AQLIC, Norfolk yang merupakan kandidat Ph. D ini menceritakan pengalaman dan latar belakang mengapa dirinya memilih Islam. Pergulatan batin dan proses dialog serta diskusi panjang telah dilaluinya. Alasan utamanya, tutur dia, ialah Islam sebagai satu-satunya agama monotheis (mengaku hanya ada satu Tuhan) yang paling cocok dengan kriteria yang selama ini dicarinya.

Selain itu, dirinya juga mengaku kagum dengan konsep kebersamaan dan persaudaraan dalam Islam. Terakhir, meyakini bahwa sekularisme adalah bukan pengganti yang tepat dari agama. Menurutnya, sekularisme yang kini banyak digemborkan oleh Barat dan pengikutnya justru membawa manusia ke dalam paham materialisme dan cenderung menyebabkan amoralitas.

Tak hanya mengucapkan syahadat, Ust. Bachtiar Nasir yang juga pimpinan lembaga Ar-Rahman Quranic Learning ini juga menjelaskan kepada Norfolk tentang rukun Islam dan rukun iman sebelum sesi pembacaan syahadat.

Nur Afilin

 

 

 

Leave a Reply

Scroll To Top