Thursday , 23 November 2017
update

Untukmu Pemimpin

rekonsiliasi

Di pojok kota yang kian menua Ada tangis berbisik gundah Ada air mata bercampur gelisah Di mana punggung akan merebahkan letihnya Sedang bumi masih bertanya kehadirannya Seakan ingin hengkang dari kegelapan Bahkan harapan telah bergumul dalam bunga jiwa Kenapa lisan berpaling dengan perasaan Telinga disumbat rintihan yang terus mengejar pilu Wajah menoleh sedetik dan berpaling selamanya Di mana kau hanyutkan ... Read More »

Di Atas Panggung Bus Kota

buskota

Di atas panggung bus kota Banyak wajah berperan dalam seribu cerita Ketika si miskin bergumul dengan keringat Menatap si kaya yang terlena dalam mobil mewah Yang normal berperan cacat Demi meraih sekeping rupiah Yang kuat menengadahkan tangan Mengancam dengan beribu kata Si pria gagah duduk bersandar Sedang wanita berdiri lelah Asap pembunuh mengudara di ruang pengap Wajah bermasker menatap murka ... Read More »

Di Sana, Di Negeri Para Penguasa

penguasa

Di sana, di negeri para penguasa Mereka saling bertikai Menunjuk hidung orang-orang lemah Yang tak punya uang untuk berkuasa Membeli sebuah kebenaran semu Menciduk tanpa bukti Menahan tanpa kompromi   Disana, di negeri para penguasa Begitu hebat jarak tersirat Mereka yang wakil rakyat Bagai raja diatas tahta Dan raja sebenarnya Menjadi pelayan di jalanan   Disana, di negeri para penguasa ... Read More »

Mereka Para Penumpang

rembulan

Mereka begitu memesona Lahiriah dan batinnya Mereka begitu penyayang terhadap sesama Dengan salam hangat dan sesungging senyumnya Mereka adalah para pekerja keras Tanpa kenal lelah, tapi selalu semangat Dalam rentang waktu yang terbatas Semenjak di buaian hingga liang lahat Ya, mereka hanyalah para penumpang Dari kereta yang bernama jalan dakwah Di stasiun iman mereka menunggu Demi para penumpang lainnya Terharap ... Read More »

Telaga di Mata Kita

ikan

adakah yang tau dimana letaknya telaga? ya, letaknya di mataku, di matamu, di mata mereka, di mata kita semua bias sinar takkan rapuh merangkum kisahnya muara tentang segala hal penuh cinta dan cahaya lalu, semilir rayap-merayapi hari di sekitar pundak-pundak tuan peniup doa-doa penguat diri meratapi dan meresapi bulir-bulir keringat yang mebah di pori-pori dan pergi–melenyap sunyi–menyisakan bulir lirih “pedulikah ... Read More »

Scroll To Top