Tuesday , 17 July 2018
update
  • Majalah Embun, Sebening Embun

    Majalah Embun, Sebening Embun

    Tulisan ini adalah inti sari dari wawancara Eramadina dengan Redaktur Pelaksana Majalah Embun, Avi R...

  • Duhai Diri

    Duhai Diri

    Duhai diri… Hari ini apa yang engkau lakukan? Semenjak bangun pagimu Hingga malam membersamaim...

  • Membuka Rembulan

    Membuka Rembulan

    Adakah rindu di hatimu seperti rindu yang kurasa sangggupkah kuterus terlena tanpamu di sisiku ku ka...

  • Berawal dari Kajian

    Berawal dari Kajian

    Beberapa saat yang lalu usai mengisi mentoring di salah satu sekolah, seperti biasa aku mengambil mo...

  • Balada Cemong, Disimpang Harapan…

    Balada Cemong, Disimpang Harapan…

    Senyum ini simpul, Tapi nyata tak sesimpul yang terjalin (?) Ini hanya semu yang retorika jadi kelab...

Satu Langkah

http://4.bp.blogspot.com/_5UzqrQjtYEQ/TXxdJvx1QKI/AAAAAAAAAn0/OWtdCSttHfw/s000/1.jpg

Pagi yang sejuk untuk memulai aktivitas. Sang tuan siang hari sudah mulai muncul. Hangat sinarnya bertanda kebesaran penciptaNya Yang Maha Kuasa. Ditemani sang awan comulus membuat pagi di sudut desa kecil yang sejuk ini semakin aku rindukan kala aku jauh di luar sini. Tak kudapati pagi yang indah seperiti ini di perantauan yang membinasakan. Membinasakan badan yang kering keronta. Sungguh, rindunya diriku ... Read More »

Hijab Fisik, Penting?

ikhtilat

“Ngapain sih pake hijab segala kalo rapat. Ribet tauk. Ngomongnya gak jelas, pasti kacau entar pas koordinasi” “Ya emang kudu begitu. Biar ngejaga pandangan. Soalnya kadang rapat kan lebih dari 1 jam. Entar kalo pandang-pandangan terus bisa muncul perasaan-perasaan dari setan, apalagi kalo mandang gue tuh, semenit aja orang klepek-klepek apalagi berjam-jam, hahaha.” “Ah elu mah. Sekarang coba pikir, pas ... Read More »

Rona Alam Semesta

senja

Segala prahara termasuk darah dan bara adalah warna. ketika pertama menghirup udara di muka bumi. tempat pijak paling berisi kisah-kisah membawa diri pada Ilahi   Lalu di puncak diri. tersenyum burung-burung menebar salam langit. melukis sayang pelangi. dan mengiringi angin-angin yang menyentuh lembut tubuh. hingga buai mesra terasa mengikat tentang :hari yang saat itu seorang ibu merelakan nyawa menghabiskan nafas ... Read More »

Aku Terheran

teguh-di-jln-dakwah

Tampak rona wajahnya memerah, tatapannya serius tak lelah ia tersihir drama politik televisi, jejali otaknya dengan sugesti. Keningnya makin mengkerut, saat huruf demi huruf ia rajut mendidih darahnya tak karuan, mengeja mantra-mantra berita cetakan Raut mukanya kian berubah, bibirnya dipenuhi sumpah serapah Dihardiknya benda-benda mati, yang terdiam tak membela diri Aku terheran, terheran betul denganmu, Saudaraku, apa gerangan menimpamu? Kepada ... Read More »

Scroll To Top