Saturday , 18 November 2017
update
  • Serial Ayu

    Serial Ayu

    –Prolog– “Gedubrak!!!!!” Begitulah teriakan meja yang kupukul dengan penggaris. “Currr!!...

  • Majalah Embun, Sebening Embun

    Majalah Embun, Sebening Embun

    Tulisan ini adalah inti sari dari wawancara Eramadina dengan Redaktur Pelaksana Majalah Embun, Avi R...

  • Embun Pun Kehilangan Tempat Berpijak

    Embun Pun Kehilangan Tempat Berpijak

    Geliat embun di pagi hari kini tiada lagi bersaksi, menyambut mentari di tepian dahan berhelai rampa...

  • Satu Langkah

    Satu Langkah

    Pagi yang sejuk untuk memulai aktivitas. Sang tuan siang hari sudah mulai muncul. Hangat sinarnya be...

  • Sebuah Hikayat Anggrek Bulan

    Sebuah Hikayat Anggrek Bulan

    Aku tak tahu kenapa Allah menciptakanku sebagai sebiji polonia yang tinggal dalam protocorm anggrek ...

#‎Presiden Kartu#

kartu

Presiden kartu Sepertinya muncul dari meja dadu Dikotak-kotak dari banyak otak Tapi pikiran utama dari emak # Dia ini presiden apa hantu? Sulit dibedakan antara ngibul dan nipu Bajunya putih lagaknya mirip pemalu Tau-taunya bakal malu-maluin negeriku # Ehh,, kenapa mesti takut ama presiden begitu? Kerja tak teratur nyedot abis duit bangsamu Menjerit-njerit hidup rakyatku Butuh kesejahteraan malah BBM dinaikkan ... Read More »

#Sandiwara#

wayang

Nyatanya semua sama saja Gila harta dan ingin berkuasa Semua ingin menjajah antara satu dengan lainnya Padahal kukira kau penyelamat Membawa merah putih menjadi  hebat Tapi ternyata kau hanya rayap Merusak bangsa menghancurkan budaya # Dari panggung parlemen yang gagah itu Kau pertontonkan kepalsuan Dibalik layar kau mainkan peran Berlari kencang mengejar keuntungan Layaknya cecunguk dari zaman kolonial Kau tipu ... Read More »

Hujan, Apa Ia Bahagia?

hujan

 – Lusi Tri Jayanti   Berselimut mendung ? Atau bermandikan cahaya rembulan kah kau sekarang? Barangkali kau masih telanjang kaki menyusuri tanah menyengat di bawah teriknya matahari siang ini. Atau masihkah kau tersenyum dan menyapa semua?   Berjalan di genangan air tengah jalan Sengaja menghentakkan kaki keras-keras Kau menggodaku, jahil. Aku menyusuri jembatan kayu, ranting bekas pohon kokoh yang tumbang. ... Read More »

Balada Cemong, Disimpang Harapan…

DSCN1034

Senyum ini simpul, Tapi nyata tak sesimpul yang terjalin (?) Ini hanya semu yang retorika jadi kelabu. Intrik bermata politik. Politik pada yang mengaku terdidik. Semakin muak mulai bergidik! Ah, lagi ! moralitas dan solidaritas ini tanpa batas… Tolak yang dipaksa untuk terukur, Berubah seketika jadi bencana… Justru metafosa jadi tulah, Tak lagi tolak yang balak. Mimpi-mimpi ini kemudian memudar, ... Read More »

Sempurna Bertuah

gadis

Manusia kadangkala menginginkan kesempurnaan, lupa bahwa hakikat kesempurnaan bagi manusia adalah kelemahan. Manusia kadangkala berputus asa dalam kelemahan, lupa bahwa kelemahan memberi ruang kepada kesempurnaan. Aku masih terduduk di atap rumah, memandang nanar kearah pertigaan seberang jalan. Sudah selarut ini hanya satu dua kendaraan yang melintas, kontras dengan keadaan dipagi hari. Petugas keamanan yang kebetulan ronda memukul tiang penyangga kabel ... Read More »

Scroll To Top