Thursday , 23 November 2017
update

Kepingan Puzzle Jiwaku

love

Mengajar itu seperti makan permen. Sebanyak apapun aku memakannya, aku tidak pernah merasa kenyang. Semakin lama aku mengunyahnya, semakin manis saja rasanya. Bahkan semakin kucoba permen yang lain, semakin kurasakan sensasi berbeda tapi tetap terasa luar biasa. Ya seperti itulah rasanya diriku kala mengajar. Semakin lama aku mengajar, semakin indah saja rasanya. Episode hariku bersama mereka selalu terasa istimewa. Bagiku, ... Read More »

Sayap-Sayap Mimpi (2)

sayap

Aku duduk sendiri di luar, membiarkan teman-teman sekelasku berlalu di depan wajahku. Aku memang sedang menguji keramahan mereka, dan tak ada satupun yang lulus. Bernapas berat, aku memutuskan untuk tilawah di mushala saja. Di jalan, aku menyapa Wulan, yang pura-pura tak mendengar. Ini aneh sekali, padahal biasanya dia ramah padaku. Beberapa teman yang lain sengaja berpaling, atau buru-buru mengobrol dengan ... Read More »

Sayap-Sayap Mimpi (1)

sayap

Malam terasa mengerikan. Aku berjalan cepat-cepat melintasi jalan kampus yang mulai senyap, sendirian. Napasku yang menggumpal tampak melayang sesaat, kemudian menguap di udara yang mulai dingin. Angin yang menyerbu tampaknya terlalu beku sehingga aku gemetar meskipun jaket Rohis SALAM yang kupakai terlampau tebal. Hanya lantunan Asmaul Husna dengan merdu berkumandang dari headset yang menempel di telingaku, membuatku sedikit tenang walau ... Read More »

Pahlawan Itu…

pahlawan

Pahlawan itu … Rasulullah Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam Gigih berjuang demi As-Salaam pancangkan panji Islam Teladan sepanjang zaman bagi semesta alam Pahlawan itu … Abah dan Mae saya Maa syaa Allah, ikhlasnya hati mereka Kebaikan anak-anaknya adalah segalanya, begitu katanya Pahlawan itu … Hasan Al-Banna Sibukkan diri siapkan generasi terbina Tanpa lupa membina diri dan keluarga Pahlawan itu … ... Read More »

Najmuddin (2)

bintang-jatuh

Muddin masih termangu memangku dagu di dekat jendela kamarnya sambil memandang langit yang dipenuhi oleh bintang. Sesekali dia mendesah lalu membetulkan posisi duduknya dan kembali mendongakkan kepala untuk mengagumi kerlip indah ciptaan Yang Maha Kuasa. Itulah yang bisa dia lakukan untuk mengobati hatinya yang sedang gelisah. Pikiran Muddin memang melayang pada pembicaraan Abah dua jam lalu. Dia benar-benar tidak tahu ... Read More »

Scroll To Top