Saturday , 22 November 2014
update
Disparitas Anggaran dan Kualitas Pendidikan Indonesia

Disparitas Anggaran dan Kualitas Pendidikan Indonesia

JAKARTA-Besarnya anggaran pendidikan di era reformasi tak sebanding dengan kemajuan di era tersebut. Lonjakan anggaran pendidikan yang begitu drastis di era ini tidak dibuktikan dengan peningkatan mutu dan kualitasnya.

Pada 2010 lalu Indonesia berada di peringkat 65, tahun ini merosot ke peringkat 69. Sedangkan pada tahun 2011, Indonesia berada pada posisi ke-69 dari 127 negara di dunia (sumber : Kompas.com).

Anggaran pendidikan dalam APBN 2012 besarnya 289,5 triliun. Secara riil, anggaran pendidikan meningkat sebanyak 63 kali. Di tahun 2012, anggaran fungsi pendidikan hanya 64,35 triliun yang dikelola oleh Kemendikbud.

‘’Anggaran fungsi pendidikan selama bertahun-tahun lebih banyak ke daerah-daerah. Namun pengawasannya masih lemah. Apakah betul di daerah digunakan untuk pendidikan?’’ ujar Sofyan selaku Anggota Dewan Pendidikan Tinggi.

Anggaran fungsi pendidikan juga dibagi ke 17 kementrian yang menangani pendidikan. Anggaran pendidikan juga termasuk di dalamnya gaji guru dan tunjangan guru.

Ketua  Dewan Pembina Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia Soedjarto menyatakan alokasi anggaran pendidikan 20 % dari APBN sesuai amanat konstitusi, dalam pelaksanaannya di”akali”, tidak khusus untuk pendidikan.

Permainan anggaran pendidikan 2012 yang diklaim mencapai 20,20 persen dari APBN belum juga mampu memperbaiki hal-hal mendasar dalam permasalahan pendidikan Indonesia.  Infrastruktur yang buruk seperti kelas yang rusak, laboratorium dan perpustakaan yang kurang terawat, serta sarana dan prasarana lain yang tidak memadai masih jauh disebut sebagai indikator peningkatan mutu pendidikan.

Dina Fauziah
SCE (editor)

Leave a Reply

Scroll To Top