Tuesday , 18 December 2018
update
Doa Meraih Jodoh Terbaik

Doa Meraih Jodoh Terbaik

Siapa mau mendapat jodoh terbaik? Kalau pertanyaan ini dilontarkan kepada hampir dapat dipastikan semua akan mengacungkan jarinya. Wajar. Mengapa jodoh terbaik ini penting kehadirannya? Tentu lantaran dalam Islam menikah itu bukan sekadar satu tradisi yang kosong makna. Bagi seorang Muslim, menikah adalah bagian dari kerangka ibadah dan mengabdi kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan adanya jodoh terbaik di sisi kita, diharapkan ragam ibadah yang kita lakukan tiap satuan waktunya bakal lebih terasa indah.

Nah, selain berusaha memperbaiki diri serta menyiapkan beberapa bekal demi memperoleh jodoh terbaik, kita perlu pula melakukan aksi nyata. Apa saja aksi nyata itu? Doa adalah salah satunya. Perlu diketahui bahwa doa sejatinya bukanlah sekadar penggenap ikhtiar. Justru doa ialah bagian dari ikhtiar itu sendiri.

Selain itu, dalam Islam doa pun terhitung sebagai ibadah. Hal ini berdasarkan kepada beberapa keterangan dalam sumber hukum Islam, salah satunya ialah hadits berikut:

“Doa adalah ibadah” (H.R. Tirmidzi dan Abu Dawud)

Artinya, mereka yang enggan berdoa terindikasi sebagai hamba Allah yang enggan ibadah. Mengapa? Karena mereka terlalu sombong serta enggan tunduk dan merendahkan diri di hadapan Allah. Sebagaimana kita ketahui doa adalah ekspresi pengakuan akan keterbatasan kemampuan kita, pernyataan akan kemahakuasaan Allah Rabb Semesta Alam, sekaligus penyampaian permintaan seorang hamba kepada-Nya. Maka, jika seorang manusia telah melupakan posisi doa yang sedemikian pentingnya, ancaman dari Allah sejatinya tengah menanti.

Berikut beberapa petikan firman Allah mengisyaratkan hal tersebut:

”Sesungguhnya orang-orang yang sombong terhadap menyembah-Ku, mereka nanti akan masuk ke dalam neraka Jahanam dalam keadaan terhina” (Q.S. Al Mu’min: 60)

”Hai manusia, kamulah orang-orang yang butuh kepada Allah Swt. dan Dia Mahakaya lagi Maha Terpuji” (Q.S. Fathir: 15)

Rasulullah shallahu ‘alaihiwasallam pun pernah mewanti-wanti kepada kita terkait dengan sikap malas berdoa:

Barangsiapa yang tidak meminta kepada-Nya, Allah Swt. akan marah kepadanya (H.R. Tirmidzi)

Oleh karena itu, kedudukan doa memang tak bisa disepelekan. Kita perlu pula mengilmui dan melakoninya sebagaimana ibadah-ibadah lain yang biasa kita lakukan sehari-hari.

Dan adalah Allah Maha Penyayang lagi Menunjukkan Jalan. Perintah untuk beribadah itu selalu disertai dengan petunjuk mengenai bagaimana cara kita beribadah kepada-Nya. Kita bisa menangkap pelajaran itu melalui firman Allah dan juga pengajaran dari Rasulullah. Pun begitu dengan doa. Ada cara, adab, dan/ atau syarat bagaimana agar doa kita dikabul Allah. Terlebih jika isi doa kita ialah agar dikaruniai jodoh terbaik, tentu kita tak mau main-main, bukan?

Berdasarkan berbagai keterangan dalam Al-Quran maupun Hadits, ada berapa tips agar doa untuk mendapat jodoh terbaik itu lebih berpotensi dikabulkan Allah, yaitu sebagai berikut:

1.    Ikhlas, hanya meminta kepada Allah

Sebagaimana ibadah lainnya, ikhlas dalam berdoa juga menjadi syarat mutlak agar diterima dan diijabah Allah. Tentu kita semua tahu mengapa doa hanya layak ditujukan kepada Allah. Ya, karena hanya Dia satu-satunya yang Maha Kuasa. Adapun selain Dia kalau pun memiliki kekuasaan dan kekuatan, pasti bersifat amat terbatas.

2.    Optimis kepada Allah

“Aku berada dalam persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku,” begitu petikan firman Allah dalam sebuah hadits qudsi yang amat masyhur. Oleh karenanya, kita dilarang bersikap pesimis berlebihan terhadap setiap doa yang kita panjatkan. Akan tetapi, perlu kita yakini juga bahwa jikalau doa kita terkabul itu semata-mata karena kehendak Allah, bukan karena keistimewaan kita.

3.    Terus berdoa, tidak putus asa

Hampir senada dengan poin sebelumnya, optimisme mestinya membawa kita kepada poin ketiga ini.Jika kita perhatikan, Rasulullah pun banyak mencontohkan berdoa dalam satu waktu dengan mengulang-ulang tiga kali atau bahkan lebih banyak lagi.Selain menunjukkan kesungguhan akan permintaan dan keyakinan kita kepada Allah, mengulang-ulang doa juga mengindikasikan bahwa kita mengakui kemiskinan di hadapan kekayaan Allah.

4.    Menghadirkan hati

Konon salah seorang ulama kenamaan Imam An-Nawawi pernah mengatakan, “Ketahuilah, tujuan utama dalam doa ialah hadirnya hati.”Dari pernyataan itu, dapat kita tarik kesimpulan bahwa fokusnya hati dan pikiran saat berdoa adalah sebuah hal yang penting. Menanggapi hal ini, Ustadz Syarif Baraja dari Solo berpesan, “Berdoalah kalian dalam kondisi percaya bahwa Allah akan mengabulkan.Allah tidak mengabulkan doa yang dipanjatkan dari hati yang lalai.”

5.    Berdoa dengan cara yang dicontohkan Rasulullah

Ada beberapa teknik berdoa yang diajarkan Rasulullah, di antaranya ialah memulai dengan memuji Allah dan membaca shalawat. Selain itu, berdoa dengan suara lirih juga lebih diutamakan. Hal ini telah Allah singgung dalam firman-Nya:

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Al-A’raf: 205)

 

Tak hanya teknik dan sikap saat ber doa saja yang perlu kita perhatikan. Allah pun telah memberitahu kita bagaimana cara agar doa lebih mustajab. Coba simak ayat di bawah ini:

“Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung.Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas.Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS Al-Anbiya’: 90)

Teladan Nabi Yahya sehingga doanya dikabul sebagaimana dalam ayat disebut di atas ialah menyegerakan berbuat kebaikan, khauf wa raja’ (takut dan harap), serta khusyu’. Mungkin bisa dikatakan ketiganya bak katalisator yang bisa menjadi sebab diperkenankannya doa kita dalam waktu dekat.

Sebagai penutup, ada baiknya kita perhatikan salah satu pernyataan dari Ust. Syarif berikut:

“Allah menciptakan alam raya yang demikian hebat dengan mudah. Tentu lebih mudah lagi bagi Dia untuk mengabulkan doa hamba-Nya.”

Maka, tetaplah berupaya semaksimal yang kita bisa. Iringi setiap usaha “memburu” jodoh terbaik kita dengan berdoa kepada Allah.

*Diadaptasi dari materi Pengajian Akhir Pekan Remaja Islam Sunda Kelapa (PARIS) edisi 21 Februari 2014

Sumber : Tim PARIS

Editor : Nur Afilin

 

Leave a Reply

Scroll To Top