Monday , 25 June 2018
update
Gema Keadilan Mengapresiasi Pidato Diplomasi Nara Di Sidang Umum PBB

Gema Keadilan Mengapresiasi Pidato Diplomasi Nara Di Sidang Umum PBB

Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Gema keadilan mengapresiasi upaya diplomasi yang dilakukan oleh salah seorang srikandi diplomat Indonesia dalam forum Sidang Umum PBB lalu.
“Kami memberikan apresiasi dan dukungan kepada para diplomat kita yang memperjuangkan kedaulatan NKRI dalam forum sidang PBB lalu,” ungkap Umar Salim, Ketua DPP Gema Keadilan Bidang Hubungan Luar Negeri.

Sebagaimana diberitakan, Nara Masista Rakhmatia adalah srikandi diplomat muda Indonesia yang memberikan jawaban atas tuduhan negara-negara Kepulauan Pasifik atas persoalan HAM Indonesia di Papua dan Papua Barat. Para pimpinan Negara-negara itu mengungkapkan hal tersebut saat mendapat kesempatan berpidato di Sidang Umum PBB dan mendesak digelarnya penentuan nasib sendiri di wilayah tersebut.

“Apa yang dilakukan oleh Nara memberikan sebuah semangat baru bagi kami generasi muda akan pentingnya menjaga kedaulatan Negara kita ini,” Tanggap Umar.

Umar kembali menegaskan bahwa ditengah arus globalisasi dan hilangnya nilai-nilai nasionalisme generasi muda, hal ini menjadi momentum yang baik bagi generasi muda Indonesia untuk kembali menguatkan patriotisme dan identitas kebangsaan mereka.

“Gema Keadilan sangat serius dalam membangun nilai-nilai Patriotisme dalam jiwa pemuda-pemuda Indonesia,” ungkap Umar.

“Saya rasa Nara adalah salah satu putri terbaik Indonesia yang dapat dijadikan Role Model dalam mengembangkan nilai-nilai patriotisme dan pembelaan terhadap kehormatan Negara,” lanjutnya.

Umar juga menampik tuduhan sebagian orang kepada Kementrian Luar Negeri RI bahwa dipilihnya Nara merupakan bentuk arogansi diplomasi Indonesia.

“Justru saya ingin mengatakan ini langkah yang cerdik dari Indonesia bahwa sesungguhnya persoalan Papua ini harus dilihat secara proporsional dan tidak perlu dipolitisasi di tingkat sidang umum PBB,” Pungkas Umar.

“Mencampuri urusan dalam negeri Negara lain bukanlah sebuah tindakan yang bijaksana juga, apalagi dilakukan oleh kepala Negara,” ungkap Umar.

Terakhir umar mengharapkan agar kementerian Luar Negeri RI dapat memberikan kesempatan kepada para diplomat muda untuk lebih berkiprah dalam kancah diplomasi dunia agar dapat dijadikan contoh tauladan bagi generasi muda Indonesia dan memberikan penyadaran-penyadaran akan pentingnya peran diplomasi dalam politik internasional kepada pemuda-pemuda Indonesia.

Editor : RF

Leave a Reply

Scroll To Top