Monday , 10 December 2018
update
Hati-Hati Ambil Uang di ATM Cir**e K Pancoran

Hati-Hati Ambil Uang di ATM Cir**e K Pancoran

Beberapa waktu lalu saya mendengar cerita seorang adik (adik kelas) tentang musibah yang menimpanya. Ia menuturkan bahwa ia telah kehilangan uang sebesar satu juta rupiah. Saya kaget mendengar hal itu. Jumlah sebanyak itu bagi mahasiswa tentu bukan nominal yang sedikit. Terlebih saya semakin shock saat tahu bagaimana kisah hilangnya si uang.

Sang adik, sebut saja DM, tengah mengambil uang (tarik tunai) di ATM yang ada di dalam sebuah mini market bernama Cir**e K di sebelah kampus kami di Pancoran, Jakarta Selatan. Adik DM menatik uang sebanya satu juta untuk keperluannya berobat ke dokter kalau tidak salah. Nah, naasnya, uang yang ditunggu dari ATM Mandiri yang juga menerima layanan ATM Bersama tersebut urung mengeluarkan uang yang dimaksud. Namun, saat saldo di rekening dicek, uang resmi berkurang sebanyak jumlah yang dipintanya, satu juta rupiah.

Demi mendengar kisah adik DM, saya pun turut diperdengarkan kisah kakak angkatan kami, kakak IA, yang bernasib sama. Di ATM dan di mini market yang sama, sang kakak juga mengalami hal serupa; menarik uang di ATM namun tidak keluar dan saldo tetap berkurang. Jumlahnya cukup banyak meski tak sebanyak adik DM. Kak IA kehilangan sekitar 800 ribu rupiah.

Saya yang mendengarnya hanya bisa mengernyitkan dahi antara shock, tidak percaya, dan tentu bertanya-tanya. Saya tanyai adik DM apakah ia menanyakan pada pegawai di kasir tentang kejanggalan itu atau tidak. Adik DM mengatakan tidak sempat bertanya ke kasir atau siapa. Ia sudah cukup shock mengetahui uang yang hendak dipergunakannya berobat lenyap.

Nah, pada hari ini dua teman saya, teman kampus juga, mengeluhkan hal serupa. Teman yang satu GDM, kehilangan uangnya sebesar 300 ribu dengan alasan yang sama. Sedang satu lagi LRM, sebesar 200 ribu. Kedua teman saya ini sempat mengurus ke bank masing-masing yang bersangkutan dan menyatakan keluhan. Kata mereka, pihak bank mengatakan bahwa akan memproses hal ini dalam waktu 14 hari. Ini tentu waktu yang tidak sebentar. Mereka berdua juga telah benar-benar memastikan bahwa saldo berkurang dengan meminta pihak bank mencetak transkrip transaksi terakhir. Namun, uang tiada di tangan mereka.

Kejadian ini lebih kurang dari yang saya dengar telah memakan setidaknya 4 korban. Mesit ATM di mini market Cir**e K Pancoran seyogyanya mesti diperiksa. Bukan hanya itu. Saya malah berpikiran untuk memeriksa pihak mini market karena membiarkan hal ini terjadi. Kejadian yang bukan hanya sekali menandakan bukan suatu kebetulan atau kerusakan sistem sementara atau kesalahan user pengambil uang. Jika pihak Cir**e K tetap berkelit, berpura tidak tahu atau mengelak lainnya maka justru itu menjadi hal serius. Pengaduan peru segera dilayangkan agar tak lagi memakan korban selanjutnya. Jika benar pihak Cir**e K Pancoran tidak menelikung sistem ATM maka bukan perkara sulit untuk memperbaiki mesin tersebut atau menutupnya sama sekali.

Semoga hal ini menjadi pembelajaran bagi kita semua pengguna ATM. Menceritakan pengalaman atau kejadian seperti ini bisa menjadi salah satu upaya mencegah rekan kita yang lain terkena hal negatif tersebut. Besar harapan pihak Cir**e K Pancoran maupun bank cabang yang bersangkutan agar segera menanggapi hal ini.

Sofistika Carevy Ediwindra
Mahasiswi USBI Jakarta

Leave a Reply

Scroll To Top