Thursday , 24 August 2017
update
Heroisme Mendur Bersaudara

Heroisme Mendur Bersaudara

Suatu pagi di bulan puasa, 17 Agustus 1945. Dua fotografer, Frans Sumarto Mendur dan abangnya, Alexius Impurung Mendur, menyusuri jalan dengan mengendap-endap. Kakak beradik yang bekerja di kantor berita Jepang Domei itu hendak menuju rumah Soekarno. Mereka barusan mendengar berita dari Harian Asia Raya bahwa akan ada peristiwa penting di kediaman Presiden RI pertama itu.

Kala itu, Jepang sudah takluk di tangan Sekutu beberapa hari sebelumnya. Namun demikian, kabar kekalahan Jepang belum tersiar luas di bumi Indonesia. Kantor radio masih disegel, bendera Jepang Hinomaru tetap berkibar, patroli tentara Jepang terus berjalan. Sebab itu, dengan membawa kamera, Mendur bersaudara itu harus menempuh rute terpisah demi menghindari penciuman Jepang. Tepat pukul 05.00, kedua pemuda pemberani itu berhasil merapat ke Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Cikini, Jakarta,

Di kediamannya itu, Soekarno masih tidur. Dia terkena gejala malaria sekaligus masih lelah setelah begadang merumuskan naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda, Jalan Imam Bonjol Nomor 1. Setelah minum obat, Soekarno baru bangun pukul 09.00. Ketika jarum jam tepat menunjuk pukul 10.00 di hari Jumat itu, Soekarno dan Mohammad Hatta langsung memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Upacara proklamasi berlangsung sederhana. Tanpa protokol. Hanya Mendur bersaudara yang hadir dan mengabadikan peristiwa bersejarah Indonesia itu. Ada tiga foto yang berhasil diabadikan oleh Frans Sumarto Mendur. Pertama, Soekarno membaca teks proklamasi. Kedua, pengibaran bendera Merah Putih oleh Latief Hendraningrat, anggota PETA. Ketiga, suasana upacara dan para pemuda yang menyaksikan pengibaran bendera.

Nahas. Jepang ternyata mencium upaya mereka. Seusai upacara, kedua putra kelahiran Talikuran, Kawangkoan Utara, Minahasa, Sulawesi Utara, itu diburu oleh tentara Jepang. Alexius Impurung Mendur tertangkap, Frans Sumarto Mendur berhasil lolos dan menguburkan negatif foto itu di dekat sebuah pohon di halaman belakang kantor Harian Asia Raya. Ketika tentara Jepang datang bertanya tentang foto, Frans Sumarto Mendur bilang bahwa negatif foto itu sudah diambil Barisan Pelopor.

Kendati begitu, perjuangan mencuci dan mencetak foto itu sungguh tidak mudah. Bisa dipahami, singkat sekali berita tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia di Harian Asia Raya, 18 Agustus 1945. Tanpa foto, karena disensor oleh Jepang. Untung, pada September 1945, fotografer-fotografer muda Indonesia bekas fotografer Domei di Jakarta dan Surabaya berhasil mendirikan biro foto di kantor berita Antara.

Ketika pada 1 Oktober 1945, BM Diah dan wartawan-wartawan eks Harian Asia Raya merebut percetakan De Unie dan mendirikan Harian Merdeka, segera Alexius Impurung Mendur pindah ke Harian Merdeka. Hasilnya, foto bersejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia karya Frans Sumarto Mendur bisa dipublikasikan pertama kali pada 20 Februari 1946 di halaman muka Harian Merdeka.

Kini, siapa tidak tahu foto proklamasi kemerdekaan Indonesia ini. Presiden Soekarno membacakan naskah proklamasi dan Wakil Presiden Mohammad Hatta berdiri di sisi kiri. Kita bisa mendapatkan foto itu dengan mudah sekali melalui alat pencarian Google. Bayangkan jika tidak ada perjuangan heroik dari dua fotografer anak bangsa yang sangat pemberani itu.

Demikian kisah heroisme Mendur bersaudara. Sayang sekali, hingga Frans Sumarto Mendur tutup usia tahun 1971 dan Alexius Impurung Mendur tahun 1984, kakak beradik itu belum pernah tercatat menerima penghargaan sebagai fotografer pengabadi proklamasi kemerdekaan RI. Konon, mereka juga ditolak untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Alhamdulillah, Presiden SBY menganugerahi kedua fotografer bersejarah Indonesia itu Bintang Jasa Utama, 9 November 2009. Keluarga Mendur juga mendirikan monumen yang disebut “Tugu Pers Mendur”. Tugu itu berupa patung Alex dan Frans serta bangunan rumah adat Minahasa berbentuk panggung dari kayu di Kelurahan Talikuran, Kecamatan Kawangkoan Utara, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Leave a Reply

Scroll To Top