Wednesday , 18 October 2017
update
Islam dan Sekularisme di Indonesia

Islam dan Sekularisme di Indonesia

Sejarah mencatat Indonesia merupakan daerah yang telah di singgahi agama-agama besar berikut dengan peninggalan peradabannya. Agama hindu dan budha mulai datang ke Indonesia pada abad kedua masehi. Agama hindu mulai berkembang di pulau jawa pada abad ke lima dan agama budha mulai berkembang pada abad berikutnya. Agama hindu dan budha mulai memasuki kerajaan-kerajaan besar di Indonesia, ada kerajaan kutai kartanegara di Kalimantan,ada kerajaan sriwijaya di sumatera,ada kerajaat majapahit di jawa juga kerajaan syailendra,peninggalan candi prambanan,candi Borobudur menjadi pertanda sejarah bahwa agama hindu dan budha pernah menjadi agama besar dan menjadi bagian dari masyarakat Indonesia.

Islam menurut sebagian besar sejarawan masuk Indonesia pada abad ke 14 M melalui pedagang dari Gujarat dan menurut sejarawan lain islam masuk Indonesia pada abad ke 7 M. islam mulai menjadi agama besar dan menjadi bagian dari masyaraakt Indonesia, tercatat 20 lebih kerajaan di Indonesia yang telah memeluk islam pada abad 15, dan hal ini menjadi pertanda islam mulai dominan di Indonesia. Kristen katolik pertama kali di perkenalkan oleh bangsa portugis dan Kristen protestan pertama kali di bawa oleh bangsa belanda pada abad ke 16 dengan pengaruh ajaran calvinis dan Lutheran.di samping itu banyak lagi aliran kepercayaan yang tumbuh di dalam masyarakat Indonesia.

Hilir mudiknya ajaran agama-agama di Indonesia menjadikan agama menjadi bagian yang tak bisa di pisahkan dari masyarakat Indonesia,pembentukan institusi social banyak di pengaruhi oleh ajaran agama. Agama menjadi sentral dalam mengisi ruang-ruang public bangsa Indonesia.

Awal Mula Sekularisme di Indonesia

Sekulersime muncul di tanah Indonesia pertama kali di bawa oleh gubernur jenderal belanda Herman William Daendles pada tahun 1808-1811, yang hadir ke Indonesia untuk mengantikan VOC yang telah bercokol hamper 200 tahun. Kolonialisme belanda yang hadir di Indonesia berikut dengan projek sekularsiasinya memantik hadirnya perlawanan dari masyarakat Indonesia,para haji indoensia yang telah pulang dari mekkah dan bersentuhan dengan pan islamisme di timur tengah ini kemudian bentrok dengan pemhaman kolonialisme plus sekularisme yang di bawa oleh belanda,maka terjadilah ideologisasi gerakan islam di Indonesia. Pada tahun 1905 lahirlah Syarekat dagang islam ( SDI ) gerakan ekonomi yang lahir dari ideologisasi islam untuk melawan monopoli ekonomi belanda, pada tahun 1911 lahirlah syarekat islam sebuah ideologisasi gerakan islam yang bercorak politik,pada tahun 1912 lahirlah Muhammadiyah sebuah ideologisasi gerakan islam yang bercorak pendidikan kemudian pada tahun 1923 berdiri persatuan islam ( PERSIS ),dan 1926 berdiri Nahdlatul Ulama.

Syarikat islam yang memulai menumbuh suburkan nasionalisme ke Indonesia serta melahirkan proto naslionalisme, gerakannya menjangkau hampir seluruh gugusan nusantara serta mulai mengintegrasikan gerakannya dengan keindonesiaan, pada tahun 1929 lahir PSII ( partai syarikat islam Indonesia ) yang menjadi tanda berintegrasinya gerakan islam politik dengan nasionalisme keindonesiaan. Jadi bisa kita mengerti mengapa ideologisasi islam itu muncul yaitu karena penetrasi sekulerisme yang di bawa oleh kolonialisme belanda yang kemudia memantik perlawanan dari kalangan islam dan menjadikan kristalisasi ideologi islam yang melahirkan corak perlawanan mulai dari ekonomi,pendidikan sampai politik.

Islam dan Sekulerisme di indoensia

Dalam sidang BPUPKI kita akan menemukan dua aliran kuat yang berdebat sengit dalam sidang itu, golongan nasionalis islam menginginkan agama menjadi dasar Negara dan golongan nasionalis sekuler menginginkan hendaknya Negara netral terhadap agama. Namun uniknya kedua blok ini menyepakati bahwa asas ketuhanan menjadi hal yang sangat fundamental yang harus ada pada Negara Indonesia yang merdeka,maka dari itu lahirnya piagam Jakarta yang menjadi cikal bakal pancasila yang pada akhirnya pada sidang PPKI terjadi penghapusan 7 kata, akan tetapi tidak merubah esensi tentang pentingnya asas ketuhanan dalam dasar Negara. Jadi sejak dahulu para pendiri negeri ini baik dari golongan nasionalis islam maupun nasionalis sekuler mengakui pentingnya agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mereka memahami bahwa agama mememliki saham yang sangat besar dalam upaya membentuk serta memerdekakan Indonesia.

Indonesia bukan sepenuhnya Negara agama tapi juga Indonesia tidak bisa menjadi Negara sekuler yang menihilkan peranan agama dalam Negara, inilah posisi unik Indonesia dalam pertarungan antara islamisme dan sekulerisme. Dan posisi pancasila menjadi jalan tengah bagi dua arus besar yang ada di Indonesia ini. Jadi apabila bapak presiden Indonesia Jokowi ingin memisahkan agama dan Negara maka akan merusak harmoni yang telah di bangun oleh pendiri bangsa ini. karena secara jelas dan gamblang pancasila mengakui asas agama dalam sila pertama bahkan pembukaan undang-undang dasar 1945 secara khusus mengakui“berkat rahmat Allah yang maha kuasa dan di dorong oleh keinginan luhur….”, tuhan secara khusus di akuinya dalam konsitusi Negara.

Pancasila merupakan titik equilibrium antara paham nasionalis islam dan nasionalis sekuler,maka dari itu jangan di rusak harmoni yang terkandung dalam pancasila, salah satu kandungan pancasila adalah adanya peran agama dalam kehidupan berbangsa dan Negara termasuk dalam politik. Jadi hendaknya bapak presiden jokowi tidak melupakan sejarah panjang peran agama dalam membentuk bangsa Indonesia,hilir mudiknya agama-agama di Indonesia sejak berabad-abad lamanya telah memberikan sumbangsih besar terhadap lahirnya Negara Indonesia ini,kalau sekarang peran agama ingin di nihilkan dari Negara maka ini menjadi ahistoris.selain itu menihilkan peran agama juga mencederai unsur penting dalam pancasila yaitu sila pertama ketuhanan yang maha esa serta mencederai pembukaan undang-undang dasar 1945 yang secara khusus mengakui peranan tuhan dalam kemerdekaan bangsa ini. konstitusi Negara saja mengakui peranan agama dalam dasar Negara, mengapa bapak presiden ingin menihilkan peranan agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ?

(* komentar terhadap ide pemisahan agama dan politik presiden jokowi

 

Penulis : Andriyana, S.T. (Ketua Umum KAMMI 2013-2015)

Editor : RF

Leave a Reply

Scroll To Top