Wednesday , 19 September 2018
update
KAMMI Batam: BBM Naik, Rakyat Tercekik

KAMMI Batam: BBM Naik, Rakyat Tercekik

BATAM– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Batam menggelar aksi di Simpang Jam Baloi untuk menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Sabtu (1/6).

Ikro Bismitama dalam orasinya mengatakan bahwa kenaikan harga BBM ini hanya akan berdampak negatif terhadap kesejahteraan masyarakat terutama golongan ekonomi menengah ke bawah.

“KAMMI secara tegas menolak kenaikan harga BBM, karena akan menambah kesengsaraan rakyat,” teriak Ikro.

Aksi ini dimulai dengan longmarch dorong motor massal dari simpang Orchid menuju Simpang Jam. Seolah menyampaikan pesan bahwa beginilah dampak jika harga BBM naik, rakyat akan kesulitan membeli BBM karena mahal.

Adapun pernyataan sikap KAMMI yang dibacakan oleh orator aksi, Ikro Bismitama, yaitu pemerintah lebih baik melakukan penghematan dalam penggunaan APBN yang bersifat kedinasan dan aktivitas lain yang cenderung pada pemborosan.

“KAMMI menghimbau kepada pemerintah untuk memutuskan sesuatu dengan bijaksana dilengkapi dengan kajian ilmiah. Sehingga keputusan tidak diambil secara instan dan harus solutif,” tegas Ikro yang juga mahasiswa Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA)

Secara terpisah, Ketua Umum Pengurus Komisariat (PK) KAMMI Batam, Purnama, menyampaikan harapannya terhadap pemerintah kota bahkan provinsi Kepulauan Riau agar mampu menindaklanjuti aspirasi yang KAMMI sampaikan.

“Harapannya, dengan adanya aksi damai ini aspirasi yang kami layangkan mampu ditindaklanjuti oleh pemerintah setempat.” tutup Purnama.

Reporter: Puri Suryani
Editor : SCE

batam

Leave a Reply

Scroll To Top