Monday , 25 June 2018
update
KAMMI Buka Posko #KoinUntukAustralia

KAMMI Buka Posko #KoinUntukAustralia

JAKARTA—Menanggapi pernyataan Perdana Menteri Australian Tony Abbott yang menyinggung bantuan korban Tsunami Aceh agar bisa mengintervensi putusan hukuman mati pelaku Bali Nine, Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mengajak masyarakat menggalang #KoinUntukAustralia demi menjaga marwah dan kedaulatan Indonesia.

Melanjutkan Gerakan #KoinUntukAustralia yang telah dimulai di Aceh, PPKAMMI membuka Posko Pengumpulan #KoinUntukAustralia di Jakarta, Aceh, dan seluruh perwakilan KAMMI Daerah se-Indonesia  untuk menegaskan sikap rakyat Indonesia menolak intervensi dalam kedok bantuan bencana atas kedaulatan Indonesia, khususnya kedaulatan hukum Indonesia.

Dalam siaran persnya, Ketua Umum KAMMI Andriyana menyatakan bahwa seluruh kader KAMMI siap menjadi relawan menggalang #KoinUntukAustralia di seluruh Indonesia. “Koin ini akan kita serahkan kepada Kedutaan Besar Australia agar tidak ada lagi hutang budi yang membuat Australia merasa berhak mengintervensi kedaulatan hukum Indonesia,” ujar Andriyana.

Ketua Relawan Pengumpulan #KoinUntukAustralia Arif Susanto menyatakan bahwa Posko Pengumpulan “Koin Untuk Australia” mengajak partisipasi seluruh masyarakat untuk mengumpukan Koin Untuk Australia. Posko induk#KoinUntukAustralia berada di Jalan Penggalang Raya No. 3 RT. 03 RW. 007 Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur Kontak Person 0852 6665 5066 atau 0812 2712 5386. Seluruh koin yang terkumpul dari daerah dikumpulkan di Posko Jakarta sebelum diserahkan ke Kedutaan Besar Australia sebagai bukti Pengembalian Bantuan Australia pada Tsunami Aceh.

Arif Susanto berharap melaui pengumpulan #KoinUntukAustralia akan menggugah jiwa nasionalisme dan patriotisme seluruh masyarakat Indonesia demi terjaganya kedaulatan Indonesia. “Inilah saatnya seluruh rakyat berbuat demi kedaulatan Indonesia. #KoinUntukAustralia adalah sikap kita siap membela Kedaulatan NKRI dari Intervensi Australia berkedok Bantuan bencana tsunami Aceh yang ternyata bertujuan mengusik kedaulatan hukum Indonesia,” tutup Arif Susanto.

 

Jakarta, 24 Februari 2014

Pengurus Pusat KAMMI

 

 

                                                                        Andriyana, S.T.

Ketua Umum KAMMI

Leave a Reply

Scroll To Top