Thursday , 24 August 2017
update
KAMMI Desak KAPOLRI Usut Kasus Pencucian Uang Pejabat Polda Metro

KAMMI Desak KAPOLRI Usut Kasus Pencucian Uang Pejabat Polda Metro

Jakarta – Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Jakarta mendesak Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jend. Tito Karnavian untuk mengusut dugaan kasus TPPU yang melibatkan Pejabat Tinggi Kapolda Metro Jaya.

Ketua Umum PW KAMMI Jakarta Ahmad Najmu menyatakan bahwa berdasarkan laporan LSM MAKI (Masyarakat Anti Korupsi) tertanggal 11 Februari 2017, terdapat oknum penegak hukum yang diduga menyembunyikan harta kekayaannya di daerah Tegal, Jawa tengah.

“Dari laporan LSM MAKI, ada seorang oknum penegak hukum berinisial Irjen MI yang memiliki aset senilai 80 miliar dan dititipkan ke seorang warga pengangguran berinisial SUB di Tegal, jawa Tengah,” ungkap Najmu.

Ketua Umum PW KAMMI Jakarta tersebut juga mengatakan bahwa harta bernilai cukup fantastis itu dimilikinya dalam bentuk tanah yang begitu luas, hingga mencapai ratusan hektar.

“Harta kekayaan oknum penegak hukum yang pernah berdinas di tegal ini berbentuk lahan kebun, lahan sawah, rumah mewah dan tanah yang cukup luas, dan harta tersebut disembunyikan atas nama warga Tegal. Ini diduga merupakan modus penyembunyian harta yang terkategori sebagai tindak pidana pencucian uang (TPPU),” tandas Najmu.

Selanjutnya, Ketua Umum PD KAMMI Jakarta Selatan, Abdullah Mas’ud, turut menyatakan bahwa sosok SUB, nama yang dititipkan hartanya ini oleh oknum pejabat tinggi Irjen MI, sangat aneh dan janggal.

“SUB ini adalah warga Tegal, yang diketahui oleh banyak orang sebagai pengangguran, namun memiliki aset yang bernilai puluhan miliar. Hal ini sangat membingungkan, sehingga ini ada indikasi TPPU oleh Irjen MI, yakni dengan menitipkan hartanya ke SUB agar tidak terungkap oleh penyidik”, ungkap Mas’ud.

Lalu ketua Umum PD KAMMI Jakarta Timur, Jimmy Julian, menuntut Kapolri untuk membuka secara transparan kasus indikasi TPPU yang melibatkan jajarannya, karena hal tersebut akan semakin merusak citra kepolisian.

“Dugaan kasus TPPU ini harus segara diungkap, apa lagi Irjen MI saat ini memiliki posisi strategis di Polda Metro Jaya, sehingga sangat mungkin akan membuat kepolisian semakin jatuh di hadapan masyarakat jika hal ini tidak diungkap,” terang Jimmy.

Seperti yang diketahui bahwa, LSM MAKI mengeluarkan temuan dan indikasi TPPU yang disampaikan kepada Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Surat temuan tersebut juga disampaikan ke Pimpinan KPK dan Jaksa Agung.

“Kami akan terus mendesak terusutnya kasus ini. Jika Kapolri tetap diam, Senin (13/3) besok secara langsung kami akan turunkan massa aksi di depan kantor Mabes Polri,” pungkas Jimmy.

 

Redaksi

Leave a Reply

Scroll To Top