Saturday , 18 November 2017
update
KAMMI Mengutuk Tindakan Brutal Aparat  Tangani Demonstran

KAMMI Mengutuk Tindakan Brutal Aparat Tangani Demonstran

JAKARTA—Sudah lebih dari sepuluh hari Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden M. Jusuf Kalla (JK) beserta jajaran kabinetnya secara resmi mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Akibat dari keputusan itu harga barang pokok meningkat. Kebutuhan dasar hidup rakyat pun ikut meningkat. Sementara itu, daya beli masyarakat menurun.

Hal itulah yang mendasari mahasiwa bersama rakyat dengan tegas menolak keputusan pemerintah dan menuntut pemerintah agar mencabut keputusan tersebut. Berbagai demonstrasi penolakan di lakukan elemen bangsa di seluruh daerah, bahkan berujung bentrok dengan aparat. Apalagi aparat cara-cara represif dalam menangani demonstran.

Peristiwa di Makassar yang membuat terbunuhnya rakyat, penyerbuan sampai ke mushola di Riau, tindakan represif di Rembang, dan daerah lainnya adalah tanda rezim tiran telah lahir. Merespons tindakan aparat itu, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) sebagai organisasi pergerakan mahasiswa menyatakan sikap:

  1. Mengutuk tindakan refresif aparat dalam menangani demonstran.
  2. Meminta pertanggungjawaban dari Kapolri dan Menkopolhukam atas persitiwa yang terjadi.
  3. Tetap mendesak pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM.
  4. Mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus turun ke jalan dan mendesak pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM.

Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!

Jakarta, 2 Desember 2014

Tertanda,
Koordinator Aksi Tolak BBM Naik Pengurus Pusat KAMMI

Noval Abuzarr

Leave a Reply

Scroll To Top