Monday , 26 June 2017
update
KAMMI: Usut Aktor Intelektual di Balik Kerusuhan Papua 

KAMMI: Usut Aktor Intelektual di Balik Kerusuhan Papua 

JAKARTA—Kesucian hari besar umat Islam ternodai dengan adanya peristiwa pembakaran masjid di Kabupaten Tolikara, Papua, Jumat (17/7/2015) kemarin. Kejadian ini tentu amat disayangkan mengingat Indonesia adalah negara yang tegak di atas aturan hukum. Jaminan kebebasan memeluk agama dan merayakan hari besar agama yang dianut jelas dilindungi peraturan perundang-undangan yang ada.

Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) melalui siaran pers yang diterima Eramadina Online pada Sabtu (18/7/2015) menyatakan mengutuk kejadian itu.  KAMMI berharap kejadian serupa tak terulang kembali. Sebaliknya, KAMMI turut menyerukan keharmonisan di tanah Papua dan seluruh pelosok NKRI.

Lebih lanjut, PP KAMMI tetap meminta pelanggaran hukum yang terjadi untuk diusut. Dalam pandangan KAMMI, HAM di tanah Papua harus ditegakkan. Pemerintah juga harus segera menangkap aktor intelektual di balik peristiwa kerusuhan tersebut.

“Kami membaca masalah ini tidak lepas dari permainan aktor intelektual dan elite kekuasaan di Jakarta dan Papua. Kami pun mengingatkan tanggung jawab pemerintah dan aparat setempat yang seharusnya mampu melakukan tindakan pencegahan jauh–jauh hari,” kata Andriyana, Ketua Umum PP KAMMI.

Namun demikian, lanjut Andriyana, KAMMI juga menghimbau masyarakat agar waspada terhadap provokasi dan tidak tersulut emosinya sehingga memperparah suasana hingga berbagai daerah.

“Sebagai bentuk keprihatinan, KAMMI telah menginstruksikan Tim KAMMI Reaksi Cepat (KRC) di daerah – daerah untuk bergerak melakukan penggalangan dana guna membantu pembangunan masjid saudara Muslim di Tolikara,” imbuhnya.

Komandan Pusat Korps Pasukan KAMMI (KOPASKAM), Iskandar,  juga menjelaskan bahwa saat ini KOPASKAM telah disiagakan di seluruh komando wilayah untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi terburuk.

“Kami tidak ingin keadaan memburuk terjadi. Maka dari itu, sesuai instruksi Ketua Umum, kami mengajak seluruh umat Islam dan Kristiani saling bergotong royong menjaga kedamaian di Tolikara, Papua pada khususnya dan Indonesia umunya,” pungkas Iskandar.

Redaktur : Nur Afilin

 

Leave a Reply

Scroll To Top