Monday , 25 June 2018
update
Sebuah Hikmah

Sebuah Hikmah

Adalah sebuah cerita tentang satu keluarga yang pindah ke kota yang memberikan suasana baru bagi mereka. Lingkungan baru, warga baru. Dalam upaya awal untuk menyatu dengan suasana yang telah berganti, maka anggota keluarga tersebut berpencar kemanapun mereka suka agar nantinya bisa berbagi cerita tentang kota mereka yang baru. Kemudian, salah satu dari mereka, yakni Si Ibu yang mengunjungi sebuah apotek. Sayang, ketika masuk, ternyata jauh panggang dari pada api. Bongkahan harapan tentang warga barunya yang ramah hancur seketika. Layanan dari Si Pemilik Apotek begitu menjengkelkan.

Dalam keadaan hati yang tak menentu, Si Ibu pulang. Ingin rasanya segera menceritakan apa yang ia rasakan pada keluarganya. Singkat cerita, semua anggota keluarga pun mengetahui. Lalu, apa yang terjadi? Semuanya pun ikut larut dalam amarah. Si Bapak, sebagai kepala keluarga mencoba berinisiatif menyampaikan hal tersebut pada tetangganya. Setelah diceritakan, ia berharap agar keluhan ini dapat disampaikan pada Si Pemilik apotek. Syukur, Sang Tetangga pun tidak berkeberatan untuk membantu.

Ketika menyampaikan pesan tentang keluhan warga baru yang jengkel terhadap Si Pemilik Apotek, Si Penyampai pesan datang dengan wajah ceria penuh senyum. Ia sapa tuan toko dengan salam hangat dan kemudian diikuti dengan pesan yang hendak disampaikan. Kira-kira, apakah yang hendak disampaikan? Keluhan satu keluarga atas kekecewaan mereka pada apetek tersebut? Ternyata tidak. Dengan penuh semangat perdamaian, ia katakan bahwa ada satu keluarga yang baru saja menjadi warga kota mereka, sangat suka dengan layanan apotek tersebut. Karena layanan yang memuaskan, maka mereka akan sering lagi untuk datang, katanya.

Setelah mendengar cerita tersebut, Si Pemilik Apotek merasa begitu tersanjung. Ia sangat bahagia. Begitu pula Si Penyampai pesan yang merupakan tetangga keluarga baru. Setelah selesai, ia pulang dan menyampaikan bahwa pesan yang diamanahkan padanya telah ia tunaikan. Lalu, ia mengatakan pula agar mereka segera mencoba untuk mengunjungi apotek itu lagi. Nah, apa yang terjadi? Satu keluarga mereka datang, semuanya kaget karena pelayanan Si Pemilik Apotek begitu ramah, lembut dan bersahabat. Mereka tak tahu apa yang sudah disampaikan oleh tetangganya, namun yang pasti mereka sangat puas.

 

***

Sebuah cerita sederhana. Tak begitu terhiasi dengan sentuhan sastra, tapi jika direnungi lagi mudah-mudahan akan memberikan sebuah pelajaran berarti. Seringkali sebagaian dari kita terpengaruh dengan cerita buruk tentang orang lain. Apalagi, kalau kita juga menyimpan sebuah ketidaksukaan. Jadilah kita menemukan teman untuk membangun sebuah kebencian. Ketika dibuka sebuah aib, maka akan begitu semangatnya untuk memberikan dukungan. Padahal, apakah yang demikian itu akan memberikan manfaat???

Saya rasa, semua sahabat yang membaca note ini paham bagaimana sebaiknya. Apa yang seharusnya dilakukan. Saya yakin, diantara kita masih mampu mengedepankan akal sehat, tapi sayangnya begitu tak berdaya jika sudah berhadapan dengan kenyataan, fakta, realita… Idealisme yang terbangun, tinggalah sebuah teori tanpa impilkasi. Jadilah sepandai-pandainya pribadi yang mengambil hikmah.

 

Penulis : Febri Zulhenda

Leave a Reply

Scroll To Top