Thursday , 13 December 2018
update
Kemdikbud Buat Film Dokumenter Soekarno

Kemdikbud Buat Film Dokumenter Soekarno

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan tengah memproduksi film dokumenter tentang presiden pertama Indonesia, Soekarno. Produksi film dokumenter tersebut ditandai dengan launching produksi  film tersebut di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9) lalu. Film akan memfokuskan pada masa pengasingan Soekarno atau yang akrab dipanggil Bung Karno di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemdikbud, Kacung Maridjan, usai jumpa pers tentang film dokumenter Soekarno mengatakan, melalui film ini diharapkan dapat menumbuh kembangkan dan memperkuat rasa kebangsaan di lingkungan generasi muda.

Film ini akan berkisah tentang peristiwa dari sebuah fase penting dalam perjuangan Soekarno yang berlangsung sekitar tahun 1934-1938 di Ende, NTT. Di tempat itulah,  di bawah pohon sukun di pinggir pantai, Soekarno merumuskan jati diri bangsa Indonesia, yang kelak kemudian dikenal sebagai Pancasila, dasar negara RI.

Di sana Soekarno melakukan perlawanan dengan mementaskan kisah perjuangan dan ramalan kejayaan Indonesia kelak, dengan salah satu karyanya yang berjudul Doktor Setan dan 1945.

Dalam sambutannya, Dirjen Kebudayaan Kacung Maridjan mengatakan, berdasarkan  UU No. 33 tahun 2009 tentang Perfilman, pemerintah berkewajiban memfasilitasi pembuatan film untuk memenuhi ketersediaan film Indonesia. Dalam hal ini Direktorat Pembinaan Kesenian dan Perfilman Kemdikbud mempunyai tugas untuk memfasilitasi memproduksi film Soekarno.

“Karena  sosok Bung Karno dianggap sebagai inspirasi bangsa khususnya untuk generasi muda agar mencintai tanah air dan bangsanya,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya keluarga besar Soekarno karena sangat mendukung pembuatan film ini walau dengan anggaran yang terbatas.

Menurut Kacung Maridjan, pemilihan sosok Soekarno sebagai tema pembuatan film cerita ini sangat relevan dalam konteks saat ini. Disadari atau tidak, lanjutnya, rasa kebangsaan dan cinta tanah air pada generasi muda saat ini telah luntur karena pengaruh berbagai budaya global.

“Film dokumenter Soekarno akan diputar di TVRI, dan akan diperbanyak untuk dibagikan secara gratis ke sekolah-sekolah di seluruh wilayah tanah air. Tujuannya adalah melalui film ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan dan memperkuat rasa kebangsaan di lingkungan generasi muda,” ungkap Kacung.

Hadir pada launching tersebut, Ibu Kartika sebagai perwakilan keluarga besar Soekarno, perwakilan dari Yayasan Bung Karno, perwakilan Yayasan Inggit Garnasih, Peter A. Rohi selaku perwakilan Soekarno Institute, Peter Kasenda, dan Agnes Poesbasari Toto Suryawan Soekarnoputra, dan serta berbagai pihak lainnya.

Launching produksi film tersebut juga dihadiri pelaksana produksi PT Cahaya Kristal Media Utama, Viva Westi sebagai sutradara. Turut hadir pula pemeran Soekarno, yaitu Baim Wong dan Ria Irawan sebagai Inggit Garnasih.

Sumber : Setkab

Editor : Nur Afilin

 

Leave a Reply

Scroll To Top