Saturday , 18 November 2017
update
Ketika Pendidikan Jadi Kebutuhan

Ketika Pendidikan Jadi Kebutuhan

Pendidikan dalam bahasa Yunani berasal dari kata padegogik yaitu ilmu menuntun anak. Orang Romawi melihat pendidikan sebagai educare, yaitu mengeluarkan dan menuntun, tindakan merealisasikan potensi anak yang dibawa waktu dilahirkan di dunia. Bangsa Jerman melihat pendidikan sebagai Erziehung yang setara dengan educare, yakni : membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan atau potensi anak. Dalam bahasa Jawa, pendidikan berarti pengolahan, mengolah, mengubah kejiwaan, mematangkan perasaan, pikiran, kemauan dan watak, mengubah kepribadian sang anak.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pendidikan berasal dari kata dasar didik (mendidik), yaitu : memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan pendidikan mempunyai pengertian : proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses perbuatan, cara mendidik. Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.
Dari pengertian-pengertian dan analisis yang ada maka bisa disimpulkan bahwa pendidikan adalah upaya menuntun anak sejak lahir untuk mencapai kedewasaan jasmani dan rohani, dalam interaksi alam beserta lingkungannya.

Dalam pendidikan terdapat dua hal penting yaitu aspek kognitif (berpikir) dan aspek afektif (merasa). Sebagai ilustrasi, saat kita mempelajari sesuatu maka di dalamnya tidak saja proses berpikir yang ambil bagian tapi juga ada unsur-unsur yang berkaitan dengan perasaan seperti semangat, suka dan lain-lain. Substansi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah membebaskan manusia dan menurut Drikarya adalah memanusiakan manusia. Ini menunjukan bahwa para pakar pun menilai bahwa pendidikan tidak hanya sekedar memperhatikan aspek kognitif saja tapi cakupannya harus lebih luas.

Kebutuhan adalah salah satu aspek psikologis yang menggerakkan mahluk hidup dalam aktivitas-aktivitasnya dan menjadi dasar (alasan) berusaha. Pada dasarnya, manusia bekerja mempunyai tujuan tertentu, yaitu memenuhi kebutuhan. Kebutuhan tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. Selama hidup manusia membutuhkan bermacam-macam kebutuhan, seperti makanan, pakaian, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Kebutuhan dipengaruhi oleh kebudayaan, lingkungan, waktu, dan agama. Semakin tinggi tingkat kebudayaan suatu masyarakat, semakin tinggi / banyak pula macam kebutuhan yang harus dipenuhi.

Dan kalau kita kaitkan antara definisi pendidikan dan kebutuhan, maka dapat kita ambil beberapa catatan penting tentang hal tersebut:

1. Pendidikan itu merupakan kebutuhan utama manusia selain makanan dan pakaian, karena manusia itu merupakan makhluk yang mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi dan selalu berpikir bagaimana kehidupannya bisa maju dari hari-hari sebelumnya.Ketika kita masih kecil, pendidikan yang kita dapatkan dari orangtua kita sangat berpengaruh pada pola pikir kita, dan orangtua kita meyakini bahwa pendidikan merupakan kebutuhan utama kita yakni mereka menyuruh kita untuk berlatih berjalan,berbicara, naik sepeda,belajar mengaji Al-Qur’an di Mushola.Dan orangtua kita akan selalu memotivasi dan membantu kita untuk selalu melanjutkan sekolah kita dari tingkat SD hingga Perguruan tinggi.

2. Pendidikan merupakan upaya pemenuhan kebutuhan bangsa indonesia akan sumber daya manusia yang bagus. Sumber daya manusia di Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara lain kita sangat jauh berbeda.Kita masih ketinggalan dengan negara-negara lain. Oleh karena salah satu alternatif efektif untuk menciptakan sumbedaya manusia yang baik yakni lewat pendidikan. Hasan Al Banna pernah berkata:”Pendidikan bukanlah segala-galanya, tetapi segala-galanya berawal dari pendidikan”. Luar biasa, dari kata-kata tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa kalau bangsa ini mau maju, maka pemenuhan kebutuhan pendidikan merupakan kunci utamanya. Kita lihat bangsa jepang, bisa maju sekarang karena sumber daya manusia mereka sangat bagus, dan pemerintah mereka sangat fokus dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan sumber daya manusia yang dimilikinya.
3. Pendidikan harus menjadi Hak Azasi Manusia yang harus diperjuangkan oleh Individunya sendiri, karena HAM merupakan hak azasi yang melekat pada individu kita, maka kita harus memperjuangkan hak kita dengan jalan yakni bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan tidak menyerah dengan keadaan kita yang sekarang, karena kita harus mempunyai prinsip dalam hidup ini yakni “Hari ini lebih harus lebih baik daripada hari kemarin”.

4. Kebutuhan akan pendidikan akan semakin meningkat jika kita tinggal di lingkungan yang memiliki kebudayaan yang tinggi, karena dengan kebudayaan yang tinggi, kita bisa memacu semangat keinginantahuan kita akan sebuah kebudayaan tersebut.Pada abad 21 ini, kebudayaan manusia semakin tinggi, sehingga keingintahuan manusia pun menjadi tinggi. Proses keingintahuan tersebut tentu akan dibarengi dengan pendidikan yang memadai. Budaya manusia yang tinggi seperti Teknologi yang semakin canggih,Buku-Buku yang semakin banyak jumlahnya, serta penelitian-penelitian tentang ilmu pengetahuan yang semakin menjamur membuat umat manusia semakin butuh dengan pendidikan, karena dengan pendidikan itu mereka bisa menguasai kebudayaan tersebut.

5. Pendidikan akan menjadi kebutuhan manusia, jika manusia itu sendiri menyadari bahwa pendidikan itu bisa mengubah dirinya dari manusia biasa menjadi luarbiasa.Motivasi yang paling baik dalam hidup ini adalah dalam diri kita sendiri. Karena yang mampu mengubah diri kita adalah diri kita sendiri.Dan kalau kita lihat orang-orang sukses di dunia ini adalah orang-orang yang peduli akan pendidikannya. Kita lihat Barack Obama, dia bisa menjadi Presiden Amerika Serikat, karena dia fokus dalam mengembangkan kemampuannya lewat kuliah(Pendidikan) di Harvard University bidang hukum. Oleh karena itu, kita harus menyadari pendidikan adalah kunci sukses kita agar bahagia hidup di dunia dan akhirat.

Dari lima catatan penting tadi dapat kita ambil kesimpulan, bahwa setiap manusia yang ada di dunia ini membutuhkan pendidikan, tanpa pendidikan manusia tidak akan bisa maju dan berkembang, tanpa pendidikan manusia tidak bisa menaikkan taraf kehidupannya,tanpa pendidikan manusia tidak bisa memiliki kebudayaan yang tinggi dan pendidikan merupakan faktor kunci kemajuan suatu bangsa. Dan kata-kata terakhir saya di artikel ini: “ Kebutuhan akan pendidikan itu sepanjang hayat kita,selama nafas masih ada kita harus selalu menuntut ilmu dan memperluas cakrawala pendidikan kita, kalau bisa kita targetkan bahwa kita harus fokus dengan pendidikan kita.” Salam Perubahan untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Penulis : Alfikri Fauzi
Editor : SCE

Leave a Reply

Scroll To Top