Saturday , 24 June 2017
update
Kiat-Kiat Menghadapi Stres Lebih Enjoy

Kiat-Kiat Menghadapi Stres Lebih Enjoy

Judul Buku: Tumpas Stres Seketika!
Penulis: Ahmad Fadholi
Penerbit: Diva Press
Cetakan: I, September 2014
Tebal: 196 Halaman
ISBN: 978-602-769-556-6

Manusia hidup di dunia ini sepaket dengan segala problematikanya, orang kaya memiliki problem, orang susah juga memiliki problem. Pejabat tinggi memiliki masalah, demikian pun halnya dengan tukang ojeg, tukang sayur semua memiliki masalah. Setiap yang bernafas pasti memiliki masalah. Tinggal bagaimana bijaknya kita menghadapi setiap problem kehidupan yang ada. Menjadi kuat atau kalah dengan masalah kita. Setiap orang mempunyai titik didih untuk menghadapi tingkat masalah yang dialami. Ketika tekanan mental atau persoalan yang dihadapi mencapai puncak stress, Rasulullah sudah mengajarkan cara mengatasi stres sejak 14 abad silam. Islam benar-benar agama yang universal, mengatur semua urusan manusia dari hal terkecil sekali pun. Dari sejak kita bangun tidur hingga akan tidur lagi.

Zaman yang semakin berkembang dan maju tentunya memiliki dampak sendiri bagi manusia secara positif maupun negatif. Hiruk pikuk kemajuan industri dan perkembangan keilmuwan dari berbagai bidang tak ayal menarik manusia untuk turut mengambil bagian di dalamnya. Sehingga secara fisik dan psikologis, manusia juga harus  mampu menyiapkan diri dalam situasi yang serba cepat dan konstan ini. Hidup yang serba cepat ini adalah situasi yang mengharuskan kita bertindak, menyesuaikan, serta menjaga segala sesuatu tetap seimbang. Stres merupakan reaksi fisik dan psikologis yang normal terhadap banyak tuntutan dan tekanan hidup yang selalu berubah dan tidak pernah berakhir. Stres biasanya terjadi bila di dalam tubuh kita terdapat senyawa radikal bebas yang lebih banyak ketimbang anti oksidannya. (Hal. 12-13)

Dalam beberapa kasus stres, hampir selalu berhubungan dengan akibat penuaan yang tidak bisa dihindari lagi. Sejumlah faktor lain yang dapat mengambil peran pada stres ini, antara lain ialah polusi, merokok, paparan sinar matahari, dan kekurangan gizi. Stres berkepanjangan tidak hanya memicu kelelahan mntal, tetapi juga memengaruhi kesehatan situasi yang tidak dapat diterima ini bisa merangsang pelepasan hormon kortisol yang merusak tubuh.

Stres dapat membuat jantung berdetak lebih cepat dan meningkatkan tekanan darah. Dalam jangka panjang kondisi ini dapat memicu penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan kadar kolesterol. Bila terus menerus berada dalam kondisi stres maka bisa sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Stres juga dapat memicu seseorang untuk melakukan tindakan tidak menyehatkan, seperti tidur yang sering terganggu, mengkonsumsi makanan yang tidak menyehatkan, merokok dan minum-minuman beralkohol. (Hal. 14)

Seseorang yang mengalami stres memiliki kemungkinan terkena penyakit jantung, sebab ketika kondisi badan sedang stres, detak jantung berpacu lebih cepat. Gangguan jantung terjadi karena adanya rangsangan yang berlebihan pada sistem saraf simpatik. Situasi ini kemudian menyebabkan keluarnya insulin (hormon yang membantu mengendalikan gula darah) secara berlebihan. Kelebihan cadangan ini menyebabkan terjadinya penimbunan insulin dalam darah, sehingga risiko terhadap penyakit jantung meningkat. Adapun bahaya lanjutannya ialah potensi timbulnya tekanan darah tinggi stroke. Selain penyakit jantung, stres juga memicu penyakit lainnya seperti gangguan saraf, sakit kepala, diabetes, flu, maag, obesitas, osteoporosis dll. (Hal. 47-49)

Islam mengajarkan berbagai macam penyembuhan dari segala penyakit. Obat yang paling ampuh menyembuhkan dari segala penyakit manusia adalah kembali kepada Allah Swt. dengan melaksankan shalat. Banyak ilmuwan mengakui bahwa gerakan-gerakan shalat terbukti mampu menyembuhkan berbagai penyakit, terutama shalat malam atau Tahajjud. Shalat Tahajjud yang mengandung aspek meditasi dan relaksasi dapat digunakan sebagai coping mechanism, pereda stress. (Hal. 53)

Ada beberapa pola atau kebiasaan Rasulullah Saw. yang bisa kita teladani untuk menghalau stres, diantaranya adalah dengan basmalah. Basmalah untuk setiap memulai aktivitas, basmalah adalah bentuk tawakkal seorang mukmin kepada Allah Swt. Melalui kalimat basmalah manusia selalu diingatkan bahwa setiap aktivitas yang kita lakukan adalah sepenuhnya berada di bawah kekuasaan Allah. Artinya, tidak ada seorang pun yang dapat dijadikan sandaran dan tempat berserah kecuali Allah Swt. (Hal. 90)

Selain basmalah adalah dengan memperbanyak sedekah. Dengan sedekah hati dan pikiran bisa tenteram, serta bisa dijauhkan dari stres dan penyakit jiwa. Sedekah bisa menjadi terapi stres, karena sedekah merupakan bentuk kepedulian, logikanya orang yang peduli sesamanya, maka ia akan dipedulikan juga. Jika sesama sudah sedemikian peduli kepada kita, bukankah Allah Swt. jauh lebih peduli. Bersedekah membuat kita dipedulikan oleh Allah Swt. Segala kesulitan yang kita hadapi, termasuk stres akan dipermudah proses penyembuhannya oleh Allah Swt. (Hal. 109)

Terapi yang selanjutnya diajarkan Rasulullah Saw. adalah dengan dzikir, tafakkur dan tadabbur. Dzikir berarti aktivitas hati dalam mengingat Allah Swt. secara terus menerus (konsisten) tanpa mengenal tempat dan waktu. Sedangkan tafakkur adalah berpikir tentang apa saja yang telah Allah Swt. ciptakan, yang telah Dia limpahkan kepada kita. Intinya tafakkur mendorong kita memikirkan penciptaan alam semesta yang dapat menambah keyakinan kita kepada Allah, sehingga bisa menghilangkan stres. Tadabbur berarti merenung sedalam-dalamnya. Lebih dalam lagi dari tafakkur. (Hal. 110-112)

Setelah dzikir, tafakkur dan tadabbur, selanjutnya adalah tawakkal. Sebagai bentuk penyerahan total kepada kehendak Allah Swt. Yang penting lagi agar kita terhindar dari stres adalah kita senantiasa istiqamah dan menjalani hidup. Banyak-banyak istighfar dan taubat, hidup sederhana, meningkatkan kualitas ibadah, berfikir positif, bisa meredam hawa nafsu dan selalu berpostif thinking.

Setelah menjalani hidup dengan baik, asupan gizi kita pun perlu diperhatikan dengan baik. Karena penyakit itu juga timbul dari apa yang kita makan. Makanan yang bergizi seperti ikan, brokoli, teh hijau, susu, blueberry, ice cream, kedelai, dark chocolate, gandum, dan almond. Makanan-makanan tersebut telah dibuktikan oleh pakar dunia manfaatnya. Makanan tersebut banyak mengandung vitamin, kalsium, magnesium, polyphenol, yang ampuh melawan stress dan radikal bebas. (Hal. 190)

Buku Tumpas Stres Seketika ini bisa menjadi jawaban atas kegelisahan hati yang dirundung stres. Jelas bahwa ibadah-ibadah yang dicontohkan Nabi kita Muhammad Saw. bisa mengatasi stres. Bahkan penelitian modern yang dilakukan para pakar kesehatan dunia juga menyatakan bahwa metode yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. itu terbukti ampuh melawan dan menyembuhkan stress.

Ini adalah buku yang luar biasa, karya Ahmad Fadholi setebal 196 halaman membahas tuntas segala hal yang berhubungan dengan stress, dari latar belakang munculnya, gejala-gejalanya, bahaya yang ditimbulkan dari stress, tips-tips mengatasi stress ala Rasulullah dan menu makanan  penghilang stress. Mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah pun dekat dengan kita.

Selamat membaca!

 

Peresensi : Hj. Nailatus Sakinahalumnus Perguruan Islam Mathaliul Falah Kajen Pati dan IIQ Jakarta jurusan Tafsir Hadis
Editor : SCE

Leave a Reply

Scroll To Top