Monday , 16 July 2018
update
Kiat Menjadi Ayah Idaman

Kiat Menjadi Ayah Idaman

Judul: Ayah Pintar, Ayah Idaman
Penulis: Miko Sechona
Tebal: 180 hlm
Penerbit: FlashBooks
Terbitan: 2014
ISBN: 978-602-255-399-1

“Yang ayah wariskan kepada anak-anaknya bukan kata-kata atau kekayaan, yaitu teladan sebagai seorang pria dan seorang ayah.” (Will Rogers).

Dalam pikiran kita mungkin seorang ayah memiliki kasih sayang lebih kecil dibandingkan ibu kepada anak. Keterbatasan waktu di rumah yang disebabkan seringnya bekerja di luar rumah menimbulkan kesenjangan antara anak dan ayah. Satu sisi ayah berprofesi sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab memberi nafkah kepada istri dan anak, satu sisi lagi berprofesi sebagai seorang ayah yang harus memiliki perhatian, kasih sayang, kepedulian, menciptakan kedamaian, mendidik, dan memantau perkembangan anak. Hal ini menandakan bahwa tugas ayah lebih berat dibandingkan ibu.

Dalam sebuah keluarga sering terjadi anak lebih dekat dengan ibu, karena ibu memberikan kasih sayang kepada anaknya melalui belaian atau sentuhan-sentuhan mesra. Sedangkan ayah lebih pada memberi nasihat. Kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan karena sejatinya ayah dan ibu sama-sama memiliki potensi untuk menghadirkan nuansa harmonis dengan anak. Maka, buku ini hadir mendedah semua sikap ayah baik yang mesti dilakukan atau dihindari oleh ayah sehingga ayah bisa menjadi ayah pintar dan idaman bagi anak.

Buku karya Miko Sechona ini berisi tiga pembahasan yang masing-masing dijabarkan lagi dalam penjelasan-penjelasan lebih merinci. Pertama, Meski Ayah Sering di Luar. Dalam pembahasan pertama ini, Miko menyebut meski waktu ayah bersama anak di rumah terbatas dibanding ibu, tapi ayah memiliki kasih sayang dan perhatian yang sama dalam mencurahkan kepeduliannya kepada anak. Naluri ayah sama besarnya dengan naluri ibu. Dunia luar memang tidak dapat dihindari oleh seorang ayah. Namun, jauh di relung hati, ayah idaman akan selalu ingat dan memikirkan nasib anak-anaknya. Sebagai ayah yang bertanggung awab dan memiliki kasih sayang yang tulus, tentu tidak akan tega membiarkan anak-anaknya berada dalam penderitaan. Seorang ayah yang bertanggung jawab tidak akan tinggal diam di dalam rumah atau enak-enakan tidur, sementara anak-anaknya sedang kekuarangan atau kelaparan. (hal. 21)

Kedua, Sikap dan Perilaku Bukan Sosok Ayah Idaman. Pada pembahsan kedua ini, Miko menjelaskan semua sikap dan perilaku yang harus dihindari oleh ayah terhadap anak. Sikap dan perilaku yang dijelaskan Miko, di antaranya adalah mengajarkan keburukan, memukul tanpa alasan, teralu pelit, terlalu memanjakan anak, membanding-bandingkan anak, merokok di depan anak, bahkan yang sering tidak diperhatikan oleh ayah adalah merasa paling tahu dan benar.

Ketiga, Sikap dan Perilaku Sosok ayah Idaman. Pada bagian ini Miko menjelaskan tentang sikap dan perilaku yang harus dilakukan ayah mulai anak masih usia dini, beranjak remaja dan dewasa, dan ketika sudah menikah. Sikap ayah kepada anak ketika masih usia dini adalah mencurahkan kasih sayang secara utuh, mengajarkan akhlak yang baik, mendoakan kebaikan, menghadirkan cinta di tengah-tengah anak, mengajak anak bermain, dan memberikan rangsangan-rangsangan untuk mendorong anaknya dalam memperkaya pengalaman, serta menjadi partner yang baik. Sikap ayah ketika anak beranjak remaa dan dewasa di antaranya adalah mengajarkan pentingnya tanggung jawab, menjadi motivator, memberikan nasehat-nasehat, berani mengakui kesalahan yang dilakukan ayah, mendidik secara tegas, mengarahkan dan memberi hukuman saat dibutuhkan, serta demokratis dan komunikatif  kepada anak.

Dalam penjelasan Miko, tanggung jawab ayah kepada anak juga berlanjut ketika anak sudah menikah. Ayah yang pintar tetap menunjukkan sikap dan perilaku yang baik, yaitu dengan selalu memberikan harapan, memberikan pemahaman arti hidup yang sesungguhnya, dan menasihatinya arti penting hidup rukun dalam berumah tangga. Nasihat ayah sangat penting karena ketika seorang anak sudah menikah dan memiliki sebuah keluarga, berarti ia sudah memiliki fase baru, yaitu realitas hidup yang lebih kompleks dan penuh tanggung jawab. (hal. 167). Di sinilah peran ayah terhadap anaknya dalam menghadirkan nuansa haronis di tengah-tengah keluarganya.

Bagian terakhir dari ketiga pembahasan buku berjudul Ayah Pintar, Ayah Idaman ini adalah penutup yang berisi kesimpulan dari penjelasan-penjelasan Miko dari pembahasan pertama sampai tiga. Ayah pintar ayah idaman adalah ayah yang tahu akan tanggung jawabnya sebagai ayah bagi anak-anaknya, memberikan keteladanan, tutur kata, dan perbuatan.

Dalam katalog buku bacaan yang sudah terbit, keberadaan buku yang membahas sosok ayah lebih sedikit dibanding buku yang membahas tentang perempuan, istri, dan trik menjadi ibu yang baik. Buku yang diterbitkan oleh FlashBooks ini layak mendapat apresiatif baik. Miko menuangkan setiap pembahasan dalam buku ini dengan bahasa sederhana sehingga mudah dimengerti. Miko juga menyertakan contoh yang dirasa perlu, sehingga semakin komplitlah keberadaan buku terbitan tahun 2014 ini. Bagi ayah atau calon ayah buku ini baik untuk dijadikan pegangan khusus. Dengan membaca buku ini maka akan banyak lahir ayah pintar ayah idaman. Selamat membaca buku mengasyikkan ini!

Peresensi : Elliya Nuril Kariman

Editor : Nur Afilin

 

Leave a Reply

Scroll To Top