Monday , 22 October 2018
update
KMGP Bakal Tayang Januari 2016

KMGP Bakal Tayang Januari 2016

JAKARTA—Siapa tak kenal cerita “Ketika Mas Gagah Pergi” alias KMGP? Bagi sebagian penikmat sastra Islam, KMGP dianggap memiliki tempat tersendiri. Tak heran jika sejak pertama kali diterbitkan dalam Majalah Annida pada 1993 hingga cetak ulang ke-27, KMGP masih banyak diburu masyarakat. Kabar gembiranya, KMGP akan alih wahana menjadi film layar lebar.

“Insya Allah awal Januari 2016 KMGP sudah tayang di bioskop,” kata penulis KMGP Helvy Tiana Rosa saat mengisi acara “Pengajian Sastra” yang digelar Forum Lingkar Pena (FLP) Jakarta Raya, Sabtu (4/7/2015), di kompleks Masjid Istiqlal, Jakarta.

Sastrawan yang memperoleh penghargaan enam tahun berturut-turut dari Royal Islamic Strategic Studies Centre Kerajaan Yordania sebagai satu dari 500 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia itu juga mengaku telah mendapat dukungan sejumlah sastrawan dan seniman Indonesia lainnya untuk segera mengangkat cerita itu ke layar lebar. Almarhum Chaerul Umam, Didi Petet, Pepeng adalah beberapa di antara tokoh yang mendukung di masa hidupnya.

“Mengapa film ini nggak jadi-jadi? Mungkin karena penulisnya terlalu idealis,” seloroh Helvy.

Diakuinya beberapa rumah produksi memang sudah lama menawari untuk memproduksi film KMGP. Namun, beberapa faktor krusial menyebabkan Helvy menolak mereka.

“Ada PH (production house, red) yang mau, tapi mereka ingin pemainnya adalah artis-artis mereka. Saya tidak setuju. Saya ingin pemain film KMGP nanti adalah yang sedikit mendekati karakter sebenarnya dalam cerita. Terutama untuk pemeran Mas Gagah, dia harus sholeh beneran,” tegasnya.

Selain itu, beberapa faktor lain semisal isu Palestina yang disinggung dalam cerita KMGP juga hendak Helvy pertahankan agar tetap ada dalam film itu nantinya. Hal itu yang membuat KMGP masih juga belum tayang meskipun sudah diminta sejak 2003.

“Itu yang mendorong saya kemudian mengajak masyarakat ikut patungan atau crowdfunding untuk film KMGP. Dengan demikian, rasa memiliki terhadap film ini juga tersebar di tengah khalayak. Alhamdulillah, sekarang makin banyak lembaga, tokoh, maupun masyarakat yang siap gotong royong memenangkan gagasan ini,” ujarnya.

Ihwal nilai yang diangkat dalam film KMGP nanti, Helvy menyatakan bahwa dirinya ingin menyampaikan pesan khusus terkait keislaman dan keindonesiaan.

“Saya ingin dunia tahu melalui film ini bahwa Islam itu indah, Islam itu cinta, dan Islam itu gagah. Sehingga, pada gilirannya mereka juga akan mengakui bahwa Indonesia itu indah, Indonesia itu cinta, Indonesia itu gagah. Nilai-nilai ini saya kira masih happening, meskipun KMGP lahir sejak 1992,” simpulnya.

Redaktur: Nur Afilin

Leave a Reply

Scroll To Top