Monday , 10 December 2018
update
Koki dan Kepemimpinan

Koki dan Kepemimpinan

anisa sekar kasih
Ilmu tentang kepemimpinan bisa didapat dari mana saja. Banyak sekali buku
bacaan yang tersedia dan artikel yang tersebar di berbagai media.
Merasakannya secara langsung pun tentu akan menjadi cara yang paling
“mengena”. Kali ini saya mendapatkannya dari salah satu film Prancis : The
Chef (judul asli “Comme un Chef”, dirilis tahun 2012).

Tokoh sentral pada film tersebut adalah Jacky,  seorang koki yang baru
mulai bekerja di Restoran Cargo Lagarde. Bertahun-tahun restoran tersebut
sudah menyandang predikat tertinggi, bintang tiga, atas segala inovasi dan
prestasi yang diraih. Di tempat tersebut, Jacky memiliki seorang atasan
(kepala koki) yang bernama Alexandre. Dalam waktu dekat akan ada sejenis
tim akreditasi yang melakukan penilaian terhadap seisi restoran, termasuk
terhadap inovasi menu makanan. Bila gagal dalam akreditasi, maka Restoran
Cargo Lagarde harus melepas predikat bintang tiganya.

Alexandre, yang bertanggung jawab atas inovasi makanan restoran,
benar-benar merasa kehabisan ide. Namun kehadiran Jacky di restoran
tersebut bagaikan lilin yang menyala di tengah kegelapan : menjadi suatu
penerang sekaligus “harapan”. Kebetulan Jacky memang sangat berbakat di
bidang kuliner. Akhirnya mereka melakukan beberapa pengamatan, bahkan
sampai menjadi “penyusup” di salah satu restoran kompetitor.

Berbagai ide makanan terbaru pun bermunculan dari kepala Jacky. Dengan
semangat yang menggebu, ia ingin mewujudkannya satu per satu. Namun
siapa sangka, Alexandre justru mencegahnya. Ia belum begitu percaya pada
kemampuan Jacky. Ia pun bersikeras bahwasanya inovasi makanan terbaru harus
tetap mengikuti tradisi khas yang dimiliki Restoran Cargo Lagarde, dan ia
tak yakin bila Jacky mampu berinovasi dengan baik. Di sisi lain, waktu
kedatangan tim akreditasi tinggal beberapa hari lagi. Puncak konflik pada
film pun terjadi.

Secara garis besar, menurut sang penulis ada beberapa poin terkait
kepemimpinan yang bisa disimpulkan dari film tersebut :
1. Menjadi pemimpin haruslah kreatif, berani beda dari yang lain.
Setidaknya harus beda dari pemimpin sebelumnya. Jangan terlalu terpaut pada
tradisi yang sudah terbentuk. Jangan takut berinovasi.
2. Pemimpin harus memberi kepercayaan kepada bawahannya untuk melakukan
suatu pekerjaan. Seseorang takkan berkembang bila tidak diberikan tantangan.
3. Sebagai pendatang baru di suatu tempat, seringnya kita harus “tahu diri”
dan “rendah hati” kepada orang-orang yang sudah lebih dahulu ada di sana.
Bila terlalu bersemangat sampai seolah mengambil alih semuanya, justru kita
akan menjadi orang yang tidak disuka.

Semoga bermanfaat. Semoga bisa menjadi sebaik-baiknya pemimpin.

Malang, 27 Mei 2013     16:43

Penulis : Annisa Sekar Kasih (Mahasiswi Statistika FMIPA UB, 2011)
Editor : SCE

Leave a Reply

Scroll To Top