Saturday , 18 August 2018
update
Mahasiswa USBI Kembangkan Perpustakaan Anak Sukapura

Mahasiswa USBI Kembangkan Perpustakaan Anak Sukapura

“Aku baca, aku tahu, aku bisa!”

KARAWANG-Begitulah bunyi slogan yang dipekikkan oleh puluhan anak Desa Sukapura, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Minggu (4/5) ketika fasilitator mengucapkan frasa: Anak Indonesia! Tak pelak perpustakaan di lantai dua gedung majlis ta’lim Al-Istiqomah Dusun Sampora, Sukapura menjadi lebih ramai daripada biasanya.

Ya, akhir pekan kemarin di sana memang ada program pengembangan perpustakaan (library development) dan penanaman minat baca anak. Kegiatan itu adalah satu dari rangkaian agenda Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI) Jakarta.

Sebelum itu, pada Kamis (1/5) tim KKN Aksi Bangun Desa untuk Indonesia (ABDI) itu telah melangsungkan program menanam di pekarangan, juga bersama-sama anak-anak Desa Sukapura. Reading Program sebagai bekal kegiatan pengembangan perpustakaan dan penanaman minat baca yang dirancang tim KKN ABDI berawal dari analisis kebutuhan (need analysis) terhadap anak-anak usia SD dan SMP awal yang sering mengikuti kegiatan Yayasan Sadamekar, Sukapura.

Sebenarnya, Sadamekar dulu pernah memiliki perpustakaan yang cukup kondusif bagi anak-anak. Karena suatu hal, perpustakaan itu tidak lagi layak digunakan. Jumlah koleksi buku anak pun berkurang banyak. Memandang bahwa kehadiran perpustakaan yang baik adalah penting untuk proses pembiasaan anak dalam membaca, tim ABDI kemudian merancang program pengembangan perpustakaan dan penanaman minat baca itu.

Dalam pelaksanaan library development itu, bekal wawasan Reading Program yang pernah diperoleh beberapa anggota ABDI dari Decentralized Basic Education (DBE) 2 digunakan sebagai dasar operasional. Alhasil, aktivitas membaca hening berkelanjutan (sustained silent reading), book talk, treasure hunt, membuat jurnal membaca, dan sebagainya dilakoni anak-anak selama acara tersebut.

Sesuai kesepakatan, perpustakaan itu diberi nama “Perpustakaan Abdi” yang memiliki dua makna. Pertama, ABDI ialah nama kelompok KKN penyelenggara program library development. Kedua, abdi dalam bahasa Sunda artinya “saya, aku”. Dengan demikian, perpustakaan itu menjadi kenang-kenangan dalam bentuk fisik dari tim KKN ABDI dan menjadi milik bersama tiap anak Sukapura.

Mulai Senin depan, setiap harinya akan ada jadwal rutin giliran berkunjung ke perpustakaan bagi anak-anak Desa Sukapura yang mendaftar sebagai anggota. Dua pustakawan cilik terpilih akan bertugas menjaga perpustakaan dan melayani pengunjung.

Ketua tim ABDI, Rina Febrina Sarie, berharap peran dua pustakawan cilik dapat berjalan dengan maksimal terutama untuk memastikan berjalannya sistem pinjam meminjam buku. Selain itu, dirinya juga menaruh harapan anak-anak akan aktif dalam memanfaatkan perpustakaan tersebut.

Nur Afilin

Leave a Reply

Scroll To Top