Wednesday , 19 September 2018
update
Majalah Embun, Sebening Embun

Majalah Embun, Sebening Embun

Tulisan ini adalah inti sari dari wawancara Eramadina dengan Redaktur Pelaksana Majalah Embun, Avi Ramadhani

Arus lalu lintas informasi yang begitu padat membuat masyarakat merindukan sumber yang tidak sekadar cepat namun tak berisi. Masyarakat menanti sumber informasi yang sehat lagi bergizi. Majalah Embun hadir di tengah pembaca tanah air dengan kesejukan isi yang disjikannya. Majalah Embun adalah majalah keluarga yang berada dalam institusi Lembaga Amil Zakat Al-Ihsan Jawa Tengah (LAZiS Jateng) yang menisbatan dirinya sebagai majalah keluarga bahagia.

Majalah Embun hadir sebagai penyejuk jiwa keluarga samara yang juga menjadi tagline Embun. Dengan tagline tersebut, Majalah Embun berusaha untuk membersamai keluarga muslim, berbagi ilmu dan pengalaman, dan meraih kebahagiaan keluarga samara.

Majalah embun lahir sejak tahun 2007. Pada saat itu Embun adalah majalah zakat yang diberikan secara gratis untuk para donatur LAZiS dengan waktu terbit sesekali saja (belum rutin). Barulah di tahun 2009, Kang Nass/Nassirun Purwokartun (pimred Embun-ed) diminta bekerja di LAZiS sebagai redaksi Embun. Dari situlah mulai ada perubahan. Jika hanya sekedar majalah zakat, kemungkinan besar tidak akan dibaca donatur. Pembahasan tentang zakat pun lama kelamaan akan habis. Maka, mulailah berubah menjadi majalah dengan tema keluarga.

Keluarga Embun (sebutan untuk para redaktur) berjumlah 9 orang. Keluarga Embun semula bertemu dari suatu pelatihan menulis. Berawal dari situlah, konsistensi akan dunia kepenulisan Keluarga Embun terus dilanjutkan. Keluarga Embun rutin mengadakan diskusi buku, kasus, atau tema-tema tertentu. Termasuk Majalah Embun, ia menjadi sarana para redaktur yang tergabung dalam Keluarga Embun untuk senantiasa menulis.

Beberapa teman redaksi dari Keluarga Embun sudah berhasil membuktikan serpak terjangnya. Ada beberapa redaktur yang artikelnya dimuat di koran. Ada juga yang cerpennya dimuat di antologi cerpen taman budaya Jawa Tengah. Intinya, belajar menulis terus menjadi pegangan para anggota Keluarga Embun.

Pembelajaran menulis Keluarga Embun tidak hanya melalui Majalah Embun dan aktivitas lingkar kecil saja. Tuntutan belajar menulis juga Keluarga Embun wujudkan dengan membuat pelatihan menulis bernama SOTO BABAT (Show Our Talent on Baca Bahas Tulis). Semula aktivitas SOTO BABAT ini adalah kegiatan yang biasa dilakukan di lingkar kecil Keluarga Embun (baca buku lalu dibahas, membedah film, baca biografi penulis terkenal, belajar bikin resensi, bikin artikel, dll). Namun kemudian, Keluarga Embun menginisiasi SOTO BABAT juga menjadi ajang regenerasi penulis Majalah Embun.

Redaksi Embun dianggap sebagai SOTO BABAT angkatan pertama. SOTO BABAT angkatan kedua sudah dimulai sejak Maret 2013 lalu dan berakhir Juni (sebelum Ramadhan). Ada 10 orang dengan 10 kali pertemuan. Fokus pembahasan SOTO BABAT waktu itu adalah media.

SOTO BABAT angkatan ketiga akan dilakukan tahun 2014. Jadi ini semacam program tahunan dari redaksi Embun untuk mencari potensi sekaligus menularkan minat baca dan tulis. Untuk fokus angkatan ketiga ke pembuatan buku. Peserta yang berminat mengikuti SOTO BABAT sebelumnya diharuskan mengirimkan naskah dan akan diseleksi oleh redaksi Embun.

Tentang Majalah Embun

Alamat redaksi : Perum. Graha Indah Baturan Blok B No.3 Colomadu, Solo
Telepon : (0271) 7654397
Email : majalah_embun@yahoo.com
Facebook : Embun Majalah Keluarga
Fan Page : Majalah Keluarga Embun
Twitter : @MajalahEmbun

Sofistika Carevy Ediwindra

Leave a Reply

Scroll To Top