Thursday , 20 September 2018
update
Marginalia, Menyatukan Dua Hati yang Terluka

Marginalia, Menyatukan Dua Hati yang Terluka

cover marginalia
Judul               : Marginalia : Catatan Cinta Di Pinggir Hati
Penulis            : Dyah Rinni
Penerbit         : Qanita
Tahun terbit : Cetakan I, Februari 2013
Tebal               :  302 halaman

Sejak kematian Padma, Aruna mengundurkan diri dari gemerlap panggung hiburan. Namun, seolah ada dorongan yang entah berasal dari mana, menuntunnya kembali bergabung bersama Lescar, band yang telah mempertemukannya dengan Padma. Padma adalah putri pemilik label Eight Record, tempat bandnya bernaung, yang kemudian menjadi kekasihnya. Kematian Padma adalah luka terdalam Aruna.

Selama satu tahun terakhir Aruna tinggal di sebuah kamar kos. Ibu kos tak pernah tahu bahwa Aruna adalah seorang penyanyi rock. Setelah kembali bergabung dengan Lescar, Aruna lebih banyak tinggal di studio. Ketika suatu hari ia datang untuk mengambil barang di kamar kosnya, ia menemukan buku kumpulan puisi Rumi.

Ada banyak coretan Padma di buku puisi Rumi. Marginalia, begitu Padma menyebut coretan tangannya di buku itu. Seperti menulis like this, menggambar jempol atau hati, atau sekadar menggarisbawahi kalimat yang ia sukai. Dulu Padma sering meminta Aruna menemaninya ke Kafe Marginalia, tempat  di mana Padma meminjam buku itu. Nanti, selalu itu alasan yang diberikan Aruna.  Kini ia baru menyadari bahwa tidak ada kata nanti untuk Padma. Kesempatan hidupnya di dunia telah habis sebelum Aruna memenuhi kata nanti yang dijanjikannya (halaman 34).

Pada akhirnya Aruna mengembalikan buku puisi Rumi ke Kafe Marginalia. Tak disangka istri pemiliknya, Sonya, mengenali Aruna meskipun mereka baru pertama kali bertemu. Rupanya Padma begitu bangga pada Aruna hingga begitu sering menceritakannya pada Sonya. Saking seringnya Sonya sampai bisa mengenali Aruna hanya dari cerita Padma.

Dari sekian banyak buku di Kafe Marginalia entah mengapa pilihan Drupadi jatuh pada buku puisi Rumi. Buku yang sebenarnya dipilih secara asal, hanya untuk memenuhi keinginan Sonya yang menantangnya menuliskan sebuah Marginalia sebagai syarat menggunakan Kafe Marginalia sebagai tempat resepsi pernikahan Inez. Sekaligus memaksa Drupadi menelan kata – katanya dulu.

Sebelumnya ia pernah datang ke Kafe Marginalia. Bukan sengaja datang. Lebih tepatnya sekedar berteduh. Saat itu mobilnya mogok dekat Kafe Marginalia dan hujan tiba – tiba turun dengan deras. Gandi pemilik Kafe Marginalia bercerita pada Chiya tentang keajaiban Marginalia. Chiya dengan senang hati menulis Marginalia pada buku yang dipilihnya. Sementara Drupadi berkata bahwa keajaiban tidak ada. Keajaiban hanyalah gejala yang belum bisa dijelaskan. Mendengar hal tersebut, Sonya mengingatkan Drupadi agar hati – hati. Biasanya orang yang seperti itu akan kena batunya.

Inez mendengar kabar tentang Kafe Marginalia dari Chiya. Ia menginginkan Kafe Marginalia sebagai tempat untuk resepsi pernikahannya. Tempat yang belum pernah dipakai orang untuk menikah. Begitu pesan Inez pada Drupadi yang mengurus segala persiapan pernikahan Inez.

Luna Nueva adalah wedding organizer milik Drupadi yang nyaris bangkrut. Orang tua Inez memberikan pinjaman modal hingga Luna Nueva bisa sukses seperti sekarang ini. Karena itulah Drupadi tetap bersabar meski kesal setengah mati dengan kelakuan Inez yang sering berubah keinginan tentang tempat resepsinya.

Drupadi merasa tak perlu menanggapi keinginan Aruna. Sebaliknya Aruna begitu ingin melabrak orang yang telah merusak kenangannya dengan Padma. Aruna berusaha mencari informasi tentang orang yang selama ini berbalas marginalia dengannya. Gandi yang sebelumnya merahasiakan tentang Drupadi akhirnya buka mulut. Setelah sebelumnya ia mengajukan syarat. Meminta Aruna untuk pentas di Kafe Marginalia dengan piano. Sungguh permintaan yang jauh sekali dengan profesi Aruna sebagai penyanyi rock (halaman 75).

Kisah cinta pun dimulai ketika keduanya bertemu. Lengkap dengan lika liku kegagalan cinta keduanya di masa lalu. Termasuk kenyataan bahwa Inez adalah pacar pertama Aruna. Masalah menjadi rumit ketika Inez memutuskan kembali pada Aruna padahal pernikahannya sudah di depan mata.

Ide cerita yang unik, konflik yang menarik dan gaya bahasa yang ringan membuat novel ini akan mampu membuat pembacanya tetap duduk manis hingga lembar terakhir. Di tengah maraknya novel dengan setting luar negeri, novel roman yang satu ini tak kalah menarik meskipun semua setting ada di dalam negeri. Baca dan buktikan sendiri.

Peresensi : Nining Sumarni, Penikmat Novel tinggal di Jakarta
Editor : SCE

 

 

Leave a Reply

Scroll To Top