Wednesday , 18 October 2017
update
Melabuhkan Cinta dengan Menikah

Melabuhkan Cinta dengan Menikah

Judul Buku : Halaqah Cinta
Penulis: Arif Rahman Lubis
Penerbit: QultumMedia
Tahun Terbit: Cetakan Pertama; Februari 2014
Cetakan Kesembilan, Mei 2015
Tebal : vi+ 302 halaman
ISBN : 979-017-280-X
“Menikah adalah sunnahku. Barang siapa enggan melaksanakan sunahku, ia bukan termaksud golonganku. Menikahlah, karena sesunggunya aku bangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan seluruh umat. Barang siapa memiliki kemampuan untuk menikah, menikahlah! Dan, barang siapa belum mampu, hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah perisai baginya dari berbagai syahwat.” ( HR. Ibnu Majah).

 

Dengan menikah dapat membuat kita bahagia dan sukses dunia dan akhirat. Namun bagaimana jika kita masih ragu soal pernikahan atau belum punya calon pasangan. Buku yang berjudul “Halaqah Cinta” ini memberikan kita penjelasan mulai dari manfaat menikah, dan gambaran bagaimana cara menjemput jodoh sesuai aturan islam serta bagaimana cara kita mempersiapkan pernikahan tersebut. Buku ini adalah tulisan dari Arif Rahman Lubis. Ia merupakan penggagas media dakwah Teladan Rasul.
Menikah merupakan salah satu wujud ibadah kepada Allah. Dengan menikah kita akan saling mengingatkan kebaikan antara suami istri. Kita juga saling mengingatkan untuk beribadah, sehingga ibadah akan terasa lebih nikmat. Menikah juga bertujuan untuk mendapatkan keturunan yang saleh, serta membuka pintu rezeki dan menentramkan hati. Rumah tangga yang sakinah adalah surga sebelum surga ( hlm 47).
Namun saat sekarang masih banyak yang ragu atau belum siap untuk menikah. Banyak alasan seseorang dalam menunda pernikahan seperti, belum punya pekerjaan tetap, belum bertemu yang cocok atau ingin berbakti dulu sama orang tua atau mungkin belum mendapatkan izin dari orang tuanya karena belum dianggap dewasa. Dalam buku ini penulis menuliskan berbagai solusi dalam memecahkan masalah yang membuat kita menunda menikah. Seperti jika kita belum mendapat restu orang tua, maka mulailah dengan menunjukkan kemampuan bahwa kita bisa mandiri dan bicara dengan orang tua kita dari hati ke hati maksud dan tujuan kita. Jika masalah kita belum punya pekerjaan tetap, maka jika kita ingin menikah maka bagi laki- laki harus bisa menyakini calon istri dan keluarganya bahwa kita bisa memberikan nafkah yang layak. Yakinkan calon istri dan orang tuanya bahwa kita bertanggung jawab dan bisa memberikan kebahagiaan.
Jodoh merupakan rahasia Ilahi. Sebelum menikah kita tidak akan pernah tahu siapa jodoh kita ( hlm 94). Oleh karena itu, hal yang utama kita lakukan dalam menunggu jodoh adalah memperbaiki diri. Jodoh adalah cerminan diri kita. Oleh karena itu jika kita ingin jodoh yang baik mulailah dengan memperbaiki diri. Mulai dari ibadah kepada Allah, hubungan dengan sesama manusia dan memperbaiki akhlak kita sendiri. Namun seharusnya memperbaiki diri bukan saja untuk menjemput jodoh. Seharusnya sebagai seorang muslim kita harus memperbaiki diri setiap hari sehingga hari ini lebih baik dari hari kemaren, dan esok lebih baik dari hari ini.
Namun bagaimana jika jodoh tak kujung datang? Saat ini kita telah berdoa dan berusaha serta menunggu jodoh, namun sampai saat ini jodoh belum datang. Maka mungkin Tuhan sedang menguji kita. Kita harus tetap yakin, berusaha dan berdoa bahwa Tuhan tidak pernah mengingkari janjinya. Ini adalah soal waktu. Yakin bahwa Allah akan mempertemukan kita dengan jodoh pada waktu dan orang yang tepat.
Dalam bukunya ini penulis memberikan usaha yang dapat kita tempuh agar cepat menikah. Di antaranya mulai perbanyak taubat, kuatkan keyakinan, memperbaiki doa,bahagiakan orang tua, mulai menabung, membantu sesama, perhatikan penampilan dan pergaulan, mendoakan teman serta menghiangkan ego. Kenapa jodoh kita tak kunjung datang? Mungkin, itu karena diri kita sendiri ( hlm 236). Mungkin kita terlalu membuat kriteria tinggi soal jodoh kita. Setiap manusia pasti punya kekurangan, hal utama dalam memilih jodoh adalah dilihat dari segi agamanya.

 

Jodoh bukan ditunggu saja, tapi dijemput. Jadi seorang laki- laki sudah yakin kepada seseorang bahwa kita mencintainya maka utarakan maksud kita dengan melamarnya. Bagaimana dengan perempuan? Jika seorang perempuan sudah yakin, maka dia dapat menyampaikan maksudnya kepada walinya atau sahabatnya sehingga dapat menyampaikan maksudnya kepada sang pujaan hatinya.
Islam mengajarkan bahwa pernikahan adalah salah satu solusi bagi orang yang mencintai ( hlm 244). Rasa cinta memang tidak bisa diduga kapan datangnya, namun bisa kita kelola. Islam tidak melarang kita untuk jatuh cinta, tapi islam memberikan aturan dalam mengungkapkan rasa cinta tersebut sehingga kita tetap dalam koridor islam. Banyak orang yang terjerumus maksiat akibat salah dalam mengungkapkan cinta. Sekarang tidak jarang kita temukan aborsi akibat hamil di luar nikah, bahkan banyak orang stress dan bunuh diri akibat salah memaknai cinta tersebut.
Jika kita sudah siap menikah maka segerakanlah. Islam mengajarkan agar kita menyegerakan kebaikan dan ibadah. Karenanya, laki- laki yang sudah siap hendaklah lekas menentukan pilihan siapa wanita yang akan menjadi pasangannya, berkenalan secara syar’i lewat majelis ta’aruf, memusyawarahkannya, beristikharah tentangnya, dan mendatangi ayah si perempuan untuk melamarnya ( hlm 248). Hal utama dari sebuah badah adalah niat. Begitu juga dengan pernikahan. Hendaklah seseorang berniat menikah untuk beribadah kepada Allah dan mengikuti sunah Rasulullah.InsyaAllah akan diberikan keberkahan dalam pernikahan kita.
Bagian lain dari buku ini juga memberikan kriteria dalam memilih pasangan, baik untuk seorang istri maupun suami. Penulis juga menuliskan langkan- langkah yang kita tempuh dalam suatu pernikahan secara islami. Mengenai mahar dan walimah juga disinggung penulis dalam tulisnnya. Buku ini sangat cocok bagi yang dalam masa penantian, atau yang sedang mempersiapkan pernikahan dan yang sudah melangsungkan pernikahan.
Peresensi : Emalia Nora, cahayaemalia.blogspot.com
Editor : SCE

 

https://kacamatazia.files.wordpress.com/2014/06/photo0667.jpg

https://kacamatazia.files.wordpress.com/2014/06/photo0667.jpg

 

Leave a Reply

Scroll To Top