Thursday , 24 August 2017
update
Membangun Karakter Positif Anak

Membangun Karakter Positif Anak

Judul : Modern Islamic Parenting: Cara Mendidik Anak Masa Kini dengan Metode Nabi

Penulis : Dr. Hasan Syamsi

Penerbit : AISAR Publishing

Tebal : 312 halaman

Cetakan : November, 2014

ISBN : 978-602-1243-08-4

Dalam kehidupan rumah tangga, semua manusia pasti mengharapkan kehadiran seorang anak atau keturunan. Kehadiran anak bagaikan tali pengikat yang kuat dalam menjaga keutuhan kasih sayang antara kedua orang tuanya. Selain itu, diharapkan anak juga bisa membantu orang tua menyelesaikan persoalan kehidupan sekaligus mendoakan (utamanya) ketika orang tua sudah meninggal dunia. Dan mungkin masih banyak arti kehadiran seorang anak.

Di antara beberapa arti kehadiran anak tersebut, permohonan doa anak untuk orang tua yang sudah meninggal mungkin menjadi yang paling diharapkan oleh para orang tua. Hal demikian mengingat dapat sabda Rasulullah Muhammad SAW pada 14 abad silam:

“Apabila seorang manusia telah meninggal, maka semua amal akan terputus, kecuali tiga hal: sedekah jariyah; ilmu yang bermanfaat; dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya” (HR Imam Muslim).

Terkait dengan hal ini, tak salah ketika Islam menganjurkan kepada umatnya untuk memilih pasangan yang subur agar banyak memiliki keturunan. Diharapkan dengan demikian anak-anak tersebut menjadi “investasi” masa depan yang berharga. Bahkan, saking pentingnya kehadiran seorang anak, Islam menganjurkan kepada kaum Adam untuk berpoligami ketika istrinya tidak menghasilkan keturunan. Hal demikian menunjukkan bahwa seorang anak sangat penting dalam kehidupan rumah tangga.

Namun, sebelum anak benar-benar hadir di tengah-tengah kita, sebaiknya kita belajar memahami dan memikirkan bagaimana agar kita bisa mendidik anak dengan baik dan benar sesuai dengan peraturan yang digariskan dalam Islam. Dengan demikian, kehadiran anak nantinya akan menyejukkan hati dan benar-benar menjadi penolong, baik di dunia maupun di akhirat.

Dalam hal ini, Dr. Hasan Syamsi dalam bukunya yang berjudul “Modern Islamic Parenting: Cara Mendidik Anak Masa Kini dengan Metode Nabi” mencoba memberikan kontribusi kepada para orang tua dalam cara mendidik anak sesuai dengan metode-metode yang diajarkan dalam Islam. Perkara mendidik anak memang bukan pekerjaan yang mudah. Orang tua membutuhkan kesabaran yang penuh, keluwesan, dan lapang dada.

Anak bagaikan kapas berwarna putih bersih, sedangkan orang tua seperti perusahaan yang memproduksi kapas tersebut.  Begitu pula dengan seorang anak. Mau diarahkan kemana anak itu tergantung kepada kedua orang tuanya. Itulah makna hadits yang menerangkan bahwa semua anak itu dilahirkan dalam keadaan suci, kemudian di tangan orang tualah kemudian si anak akan menjadi seorang Yahudi, Nasrani, atau Majusi.

Ketika berbicara tentang urgensi peran orang tua dalam mendidik anak, Ibnul Qayyim mengatakan:

“Kerusakan anak sebagian besar dipicu oleh orang tua, yakni ketidakpedulian mereka. Mereka tidak mengajarkan kewajiban-kewajiban dan sunnah-sunnah agama kepada anak, mereka menelantarkan anak-anak sejak masih kecil sehingga anak-anak tidak memetik manfaat dari diri mereka sendiri, juga tidak memberi manfaat bagi orang tua kala menginjak usia senja” (halaman 10)

Oleh karena itu, sudah sepantasnya orang tua memberi pendidikan yang baik terhadap anak mulai usia sedini mungkin.  Ingat bahwa apa yang mereka lihat, dengar, dan atau rasa akan menjadi karakter atau kebiasaan sampai mereka tua nanti.

Ketika anak diajarkan dengan pendidikan yang halus dan lembut, maka tidak menutup kemungkinan ia akan tumbuh menjadi sosok yang berperilaku halus dan berakhlak. Sebaliknya, apabila seorang anak terbiasa dengan perkataan kotor dan perilaku kasar, maka ketika dewasa kelak kemungkinan besar ia akan hidup dengan karakter yang keras dan kasar. Sekali lagi, hal itu terjadi karena apa yang dirasakan oleh anak akan mudah terekam dan berpengaruh kuat terhadap pola pikirnya. Para peneliti membuktikan bahwa keadaan dan peristiwa di tahun-tahun pertama atau sejak usia dini amat berpengaruh terhadap seluruh kehidupan seseorang. Ketika orang tua membuat anak merasa sebagai anak baik dan diperlakukannya dengan penuh kasih saying, maka perasaan ini akan membentuk pola pikir dalam dirinya bahwa dia adalah orang baik dan terhormat. (halaman 11)

Akhirnya, secara umum buku ini mencoba memberikan serangkaian arahan kepada para orang tua untuk lebih berhati-hati dalam mendidik seorang anak. Tersaji beberapa tips di dalamnya, semisal bagaimana mendidik dengan cinta; membentuk karakter anak; menumbuhkan cinta ibadah; mengatasi masalah dan persoalan anak; memberikan hukuman dan sanksi yang tepat; dan lain-lain . Buku setebal 312 halaman ini ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti. Contoh praktis berdasarkan pengalaman penulis selama 20 tahun mengasuh anak juga menjadi nilai lebih lainnya dari buku ini. Selamat membaca.

Kontributor : Saiful Fawait (Mahasiswa jurusan Akhlak Tasawuf di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah/ Instika, Guluk-Guluk, Sumenep)

Editor : Nur Afilin

 

 

Leave a Reply

Scroll To Top