Wednesday , 14 November 2018
update
Mencapai Sebuah Mimpi

Mencapai Sebuah Mimpi

Saat-Mentari-Terbit“Jadikanlah tantangan sebuah peluang. Jadikanlah rintangan sebuah pengalaman. Dan jadikanlah hambatan menjadi sebuah ide dahsyat untuk menang.”

(Sholihin Abu Izuddin)

Untaian kata-kata tersebut penting untuk selalu diresapi. Ungkapan sederhana tersebut membuat rasa putus asa tidak pernah ada dalam kehidupan kita. Yang ada hanya satu: proses, proses, dan proses. Hidup adalah rentang proses yang sangat panjang. Jangan sampai lelah  menjadi penghadang dalam langkah kita. Saat keterpurukan menyudutkan keyakinan diri dan ikhtiar yang sudah dirasa optimal, janganlah meyakini diri tidak berhasil, apalagi mengaku sudah “gagal”, dan menyerah pada keadaan. (hal. 4).

Sejatinya hidup adalah proses. Ketika rintangan datang dan mencoba jadi penghalang bagi perjalanan  kita selanjutnya, kemudian kita berhenti untuk melangkah, maka jangan pernah berharap bahwa kesuksesan akan kita dapatkan. Di sinilah kita akan ditempa dan akan membuat kita lebih kuat ketika kemelaratan dan cobaan menyapa kita. Satu kunci yang dapat meredam itu namun tidak mudah, yakni kesabaran.

Tetap melangkah walau jalanan penuh duri dan kerikil. Bersikap tidak peduli, tetap tegar, serta tidak mudah mengeluh adalah hal yang diperlukan dan diyakini sebagai bagian dari diri. Percayalah akan ada cerita indah di balik kesabaran yang kita lalui. Fainna ma’al ‘usri yusron (Sesungguhnya di balik kesukaran ada kemudahan) (QS Al-Insyirah: 5) (hal. 17).

Meraih kesuksesan tak semudah meraih sesuatu yang sudah ada di hadapan. Berbagai cara dilakukan dengan berjuang keras demi apa yang dicita-citakan dan diharapkan. Menjadi orang sukses tidak seperti berjalan di atas jalan yang datar (hal. 19). Sesuatu yang kiranya perlu dipahami bersama bahwa mengalami kegagalan berarti memberi kesempatan pada kita untuk lebih menggiatkan lagi gairah belajar. Seperti apa yang di tulis oleh sholihin abu izzuddin dalam bukunya Zero to Hero: “Kegagalan dan kesuksesan merupakan dua sisi dari mata uang. Yang saling melengkapi orang ingin sukses harus tahu bahwa ada saat dimana dia akan mengalami kegagalan, bukan sekedar mencari jalan sukses, tapi juga mengerti apa yang menyebabkan kegagalan. Bukan meratapi mengapa ini terjadi, tetapi berfikir apa yang harus dilakukan untuk mengatasi dan mengantisipasi. Solusi.”

Terjatuh saat berproses adalah hal yang biasa dijalani. Namun yang terpenting bukan berapa kali terjatuh, tetapi berapa kali kita mampu bangkit kembali, meneruskan perjalanan, serta berusaha untuk memintal keberkahan dari kegagalan sebelumnya. Maka, bersiap-siaplah untuk menjadi pewaris kesuksesan. “Jika Anda belajar dari setiap pengalaman, Anda sedang bergerak menuju kesuksesan (Zohra sarwari) (hal. 24).

Setiap manusia mempunyai pemikiran yang berbeda dalam memahami kegagalan. Takdir memang ada. Namun, orang sering di perbudak masa lalunya yang pada akhirnya harus pupus dan patah semangat. Mereka hanya mengenang endingnya saja. Barangkali sangat menyedihkan, menyeramkan, menghawatirkan, memprihatinkan, dan mengabaikan proses panjang yang sejatinya penuh pelajaran yang berhikmah yang sering kali diabaikan, sehingga yang mereka peroleh adalah `penyesalan` dan` kesia-siaan`( hal. 26).

Mari belajar memaknai kegagalan dengan cara yang manis. Bukan dalam kesuksesan untuk merasakan manisnya kemenangan. Tapi dalam kegagalan yang didalamnya ada perjuangan serta kesempatan agar membuahkan kesabaran dan daya juang (hal. 86).

Di dalam kitab “Faraid” disebutkan bahwa Al-waqtu kassoif,  waktu ibarat pedang. Apabila salah menggunakan waktu, maka kita sendiri yang akan dibunuh oleh waktu. Jangan sampai ada waktu yang di sia-siakan. Satu hal yang perlu diperhatikan dan diingat bahwa waktu luang adalah bagian dari senjata setan untuk melalaikan kita dari melakukan hal besar yang bisa mengubah hidup kita. Jika kita tak dapat memanfaatkan waktu luang dengan sebaik-baiknya, maka yang tercipta kekosongan berpikir, berkinerja, dan berkarsa (hal. 85). Kalau demikian, niscaya kita akan merugi.

Hidup adalah proses yang membahas bagaimana memanfaatkan setiap waktu dan momen menjadi kesempatan untuk menjadi lebih baik. Pastinya dalam hal ini kita semua memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi seperti apa yang kita inginkan. Kita memiliki kesempatan untuk melakukan yang terbaik di setiap tahap proses ini. Modalnya hanya satu paket “optimis” yang di dalamnya telah di lengkapi dengan semangat motivasi, daya juang, dan tawakkal (hal. 87)

Buku ini penting untuk dijadikan “bimbingan hidup demi tercapainya sebuah impian”. Penulis Al-Farobi ibnu Hasan telah menyingkap banyak contoh dari kehidupan seseorang untuk menjadi bahan motivasi kepada kita.

Peresensi : Naufal Al-Mahrosi (SMK Nurul Huda, Sumenep)

Editor : Nur Afilin

 

Leave a Reply

Scroll To Top