Wednesday , 14 November 2018
update
Menghidupkan Akhlakul Karimah

Menghidupkan Akhlakul Karimah

Di sela gerombolan manusia yang sudah hilang nilai-nilai moralnya, sedikit sekali orang-orang yang masih menjaga akhlaknya. Dengan kondisi seperti itu, sangat mencolok keberadaan orang tersebut. Karena sesungguhnya seseorang yang memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik, selalu membuat orang lain nyaman berada di dekatnya. Sehingga orang-orang akan mudah mengenalinya dan ini akan menjadi karakteristik yang membedakan dia dengan yang lain.

Akhlak yang baik itu bisa timbul dikarenakan seseorang itu selalu bersikap baik yang berlandasakan keyakinan bahwa Allah akan melihat apa-apa yang dikerjakan. Setiap perilaku yang ia perbuat selalu hanya mengharap ridho dari Allah dan bukan karena pujian manusia semata. Ia yakin akan balasan yang akan diberikan oleh Allah SWT sehingga ia akan menunjukkan perilaku terbaiknya dalam berinteraksi dengan sesame manusia. Perilaku yang dia lakukan tulus, tanpa ada skenario atau perilaku yg dibuat-buat. Firman Allah SWT : “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya” (Q.S. Al Zalzalah : 7). Hal inilah yang menciptakan akhlak yang baik, karena keyakinan akan balasan kepada Allah terhadap setiap tingkah laku dan perbuatan baik yang dilakukan buat manusia disekitarnya.

Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna diciptakan oleh Allah SWT. Coba kita bandingkan diri kita ini dengan ciptaaan-ciptaan Allah yang lain, betapa sempurnanya diri kita. Kita memiliki panca indra yang tidak dimiliki oleh tumbuhan. Kita memiliki akal yang tidak dimiliki oleh hewan. Kita memiliki hati, perasaan dan hawa nafsu yang tidak dimiliki malaikat. Terus apa yang membuat kita susah untuk bersyukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan? Lalu apa juga yang membuat akhlak ini lebih buruk dari pada yang dimiliki oleh hewan? Lalu apa yang menghambat kita untuk berakhlak seperti halnya Rasulullah Muhammad saw?  Ternyata kebanyakkan manusia menyalahgunakan kelebihan yang diberikan oleh Allah SWT kepada dirinya, hal ini juga karena kurangnya rasa syukur pada diri mereka dan rasa sombong yang malahan mereka banggakan.

Saat ini sudah terjadi pergeseran standar dari akhlak yang baik itu seperti apa. Orang-orang kebingungan untuk mencari contoh atau petunjuk pembentukkan akhlak yang bai. Sebenarnya Allah SWT telah memberikan kita petunjuk praktis tentang bagaimana membentuk akhlak yang baik, seperti apa petunjuk praktis tersebut? “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Q.S. Al ahzab : 21). Rasulullah Muhammad SAW adalah manusia terbaik yang diciptakan Allah dan merupakan panutan bagi kita semua. Apa yang beliau perbuat hendaklah menjadi contoh apa yang kita perbuat sekarang. Sehingga perbuatan kita bisa membentuk akhlak kita yang tujuannya adalah terbentuknya Akhlakul Karimah dalam diri ini. Jadi akhlak yg baik itu bisa kita dapatkan dengan mencontoh dan menerapkan akhlak rasulullah.

Selanjutnya, ketika kita berakhlak dan berbuat baik terhadap sesama, sesungguhnya tidak ada kerugian yang kita dapatkan. Malah dengan berakhlak dengan baik dan benar itu akan mengantarkan kita pada kesuksesan bermasyarakat di dunia dan mendapatkan nikmat akhirat. Masyarakat di lingkungan akan merespon  kita dengan baik serta akan memudahkan kita berkomunikasi serta berdakwah dimasyarakat. Dan juga nikmat-nikmat yang Allah janjikan itu menunggu kita di akhirat sana. Allah pun seringkali menjelaskan di dalam Al Qur’an tentang manfaat-manfaat berbuat baik.

Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. (Q.S. Al baqarah : 25)

Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya.  Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya (Q.S. Yunus : 26)

Maka apalagi yang menjadi penghambat kita untuk berakhlak dengan baik? Sudah jelas contoh dan cara untuk membentuknya. Sudah sangat jelas balasan dari Allah yang akan kita dapatkan. Oleh karena itu, wahaia saudara-saudaraku yang dirahmati oleh Allah SWT, mari kita mulai dari hal yang kecil, yaitu diri kita. Kita biasakan diri kita untuk berkahlak dengan baik. Lalu kita ajak lingkungan disekitar kita. Sehingga nanti pada akhirnya semua manusia di dunia ini akan terbiasa untuk berakhlak dengan baik dan benar, Insyallah!

 

Leave a Reply

Scroll To Top