Tuesday , 16 October 2018
update
Mengungkap Fakta Misterius di Dunia

Mengungkap Fakta Misterius di Dunia

Judul               : ENIGMA: Menguak Fakta-fakta Misterius Paling Fenomenal di Dunia
Penulis             : Sam
Penerbit           : PT. Tangga Pustaka
Cetakan            : I, 2013
Tebal                : x + 286 halaman
ISBN               : 979-083-077-7

Pada tahun 2011, kita dikejutkan dengan kemunculan *crop circle* di sawah di daerah Yogyakarta. Fenomena crop circle ini kemudian menjadi pembicaraan umum sebab dikaitkan dengan mahluk luar angkasa atau alien. Menurut anggapan masyarakat awam, crop circle adalah bekas pendaratan pesawat luar angkasa alien atau biasa disebut unidentified flying
object
(UFO). Namun, kalangan ilmuwan menyatakan bahwa crop circle hanya ulah manusia iseng dan tidak ada sangkut pautnya dengan alien. Untuk menguak kebenaran hal itu, Sam menjelaskan berbagai rahasia di balik fenomena-fenomena misterius seperti crop circle melalui bukunya “ENIGMA : Menguak Fakta-fakta Misterius Paling Fenomenal di Dunia”.

Menurut catatan sejarah, crop circle pertama kali muncul pada tahun 1678. Dua abad setelah itu, laporan mengenai keberadaan crop circle dipublikasikan di majalah *Nature* edisi 29 Juli 1880. Pada saat itu, peneliti bernama John Rand Capron melaporkan adanya tanaman-tanaman gandum yang merunduk dan membentuk lingkaran sirkular. Crop circle kemudian mendunia pada tahun 1980-an ketika media melaporkan banyak crop circle muncul di wilayah pedesaan Inggris, khususnya di Wiltshire dan Hampshire. Bersamaan dengan itu, fenomena yang sama dilaporkan muncul di Australia dan Amerika Serikat. Hingga saat ini, terdapat lebih dari 12 ribu crop circle yang telah ditemukan di seluruh dunia. (hal. 22)

Mengenai asal usul terjadinya crop circle, sampai saat ini masih menjadi misteri. Peneliti menyatakan, tidak sedikit crop circle merupakan hasil buatan manusia. Namun, juga ditemukan beberapa crop circle asli yang nampaknya mustahil dapat dibuat manusia. Dengan kata lain, crop
circle tersebut benar-benar dibuat oleh alien. Ciri-ciri yang asli itu di antaranya, batang tanaman di mana crop circle ditemukan tidak patah, terdapat lubang kecil pada batang tanaman, crop circle memiliki pola rumit, adanya partikel besi mikro bermagnet, perubahan struktur kristalin
batang tanaman, perubahan komposisi kimiawi tanah, dan timbulnya medan magnet misterius di lokasi kejadian. (hal. 24-27)

Fenomena misterius lain yang acap dikaitkan dengan alien adalah monument Stonehenge, sebuah monumen megalitik yang terletak di Wiltshire, Inggris. Monumen ini terdiri dari batu-batu raksasa dengan berat kisaran 4 sampai 25 ton. Menurut para peneliti, batu tersebut berasal dari lokasi yang berjarak ratusan mil. Pendapat yang menyatakan Stonehenge dibuat oleh alien
didasarkan atas pernyataan bahwa mustahil monumen ini dibangun oleh sekelompok masyarakat purba tanpa bantuan teknologi. Apalagi untuk menegakkan dan mengangkat batu seberat 4 hingga 25 ton ke bagian atap. Rasanya tidak mungkin manusia purba dapat melakukan hal tersebut.

Pertanyaan ini dijawab dengan lugas melalui empat teori. Dua teori untuk menjelaskan cara menegakkan dan mengangkat batu-batu besar. Sementara dua teori lainnya menjelaskan cara pengangkutan batu-batu besar. Pertama, teori Wally Wallington dengan prinsip daya ungkit. Untuk menggerakkan batu besar, diperlukan sebuah jalur dari kayu dengan karakteristik tertentu.
Ketika batu besar ditaruh di atasnya, batu itu dapat dengan mudah berpindah. Sedangkan untuk menegakkan batu besar, digunakan banyak potongan kayu yang dipakai sebagai pengganjal di bagian tengah. Kedua, teori pengangkatan dengan lift roda kayu raksasa. Dengan menggerakkan roda itu, secara otomatis batu besar yang terikat padanya bisa terangkat dan diletakkan di atas dua batu yang telah berdiri. Ketiga, teori pengangkutan dengan keranjang dahan. Batu-batu besar diletakkan di dalam keranjang berukuran lebih besar yang terbuat dari dahan-dahan pohon.
Kemudian keranjang ini ditarik oleh hewan atau didorong oleh manusia. Keranjang ini juga dapat mengapung di atas air. Keempat, teori pengangkutan dengan jalur kayu dan *bearing*. Cara kerjanya, jalur kayu dibangun lebih dulu. Setelah itu, di atasnya diletakkan bola-bola batu yang berfungsi sebagai *bearing*. Ketika batu raksasa Stonehenge ditaruh di atas bola-bola batu, maka dengan mudah batu raksasa itu dapat berpindah tempat. (hal. 167-173)

Selain crop circle dan Stonhenge, buku ini mengupas banyak fenomena misterius yang seringkali dianggap berhubungan dengan hal-hal supranatural seperti langit terbelah dua, hujan hewan, ‘rambut malaikat’ yang turun ke bumi, ukiran helikopter di dinding Kuil Abydos Mesir, Kastil Koral, negeri Atlantis, Segitiga Bermuda, Deja Vu, Bigfoot, legenda Kraken, kerangka manusia raksasa, dan fenomena tidur dihimpit mahluk halus. Dalam buku ini, Sam membagi fenomena misterius tersebut ke dalam tujuh kategori, antara lain fenomena alam, cahaya dan bunyi, materi langit, artefak masa lampau, monumen dan tempat misterius, fenomena aneh tubuh manusia, dan monster atau mahluk aneh. Membaca buku ini memberikan pemahaman yang logis dan ilmiah atas berbagai fenomena misterius dari pelbagai penjuru dunia.

Peresensi: Ahmad Asrof Fitri, Mahasiswa Konsentrasi Ilmu Falak IAIN Walisongo Semarang
Editor : SCE

 

One comment

Leave a Reply

Scroll To Top