Tuesday , 18 December 2018
update
Menyeimbangkan Nilai Akademis dan Nilai Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat

Menyeimbangkan Nilai Akademis dan Nilai Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat

Menjadi seorang mahasiswa bukanlah sebuah pencapaian yang sangat mudah. Hidup yang yang harus lebih mandiri, berfikir kritis dan lebih kreatif, bertanggung jawab serta berjiwa sosial tinggi sangat dibutuhkan untuk memperoleh hasil yang terbaik. Bangku perkuliahan itu jauh berbeda jika dibandingkan dengan masa ketika berada di bangku Sekolah Menengah Atas. Bagaimana tidak? Menjadi mahasiswa itu harus benar-benar bisa menata diri, kemana dan bagaimana masa depan kita, hanya kita saja yang bisa menentukan. Lain halnya ketika kita berada di bangku SMA, kita masih bisa bersantai-santai dan lepas dari yang namanya tanggung jawab. Mungkin karena masih ada orang-orang yang mengingatkan dan memperhatikan kita secara intensif, tetapi semua itu rasanya tidak akan ada lagi. Karena menjadi mahasiswa itu, bukan lagi saatnya untuk diperhatikan dan diingatkan oleh orang lain, justru harus dari diri kita sendiri lah semua itu berasal.

Hidup yang harus benar-benar mandiri, sudah mulai menata untuk masa depannya, dan langkah apa yang yang harus dilakukan untuk bisa mencapai semua target itu. Yang namanya mahasiswa pastinya mempunyai rencana-rencana yang sudah dibuat tentang bagaimana dan untuk apa menjadi seorang mahasiswa itu.

Beberapa target saya dalam menjadi mahasiswa adalah mengembangkan kemampuan dan kepekaan sosial agar bisa menjadi mahasiswa yang sesungguhnya tanpa mengurangi porsi tujuan utama saya yaitu untuk belajar. Menyeimbangkan dua hal yang berbeda ini merupakan tantangan tersendiri untuk setiap mahasiswa. Kenapa? Seorang mahasiswa umumnya masih menginjak usia remaja, meskipun telah memasuki fase akhir. Ini yang membuat mahasiswa terkadang masih labil dalam menentukan langkah yang akan diambilnya. Dari hal itulah tantangan dimulai.

Dengan menggunakan kepekaan sosial, target saya yang selanjutnya menjadi mahasiswa adalah menjadi pribadi yang lebih mandiri dalam menghadapi kehidupan. Dalam mencapai sebuah kemandirian, tentunya dibutuhkan kematangan mental dan psikologis, namun dengan mengandalkan kecerdasan sosial, maka proses itu akan jauh lebih mudah.

Mengembangkan kemampuan bisa dilakukan dengan mengikuti beberapa organisasi mahasiswa dan unit kegiatan mahasiswa (UKM), yang tentunya bisa menyalurkan bakat dan minat mahasiswa tersebut. Setiap mahasiswa pastinya memiliki bakat yang berdeda-beda, misalkan ada yang berbakat menyanyi, menari, menggambar, melukis, menulis, atau yang lainnya.

Ditambah lagi yang tidak kalah utama yakni soal pembinaan ruhiyah diri. Sangat jarang mahasiswa yang masih mempedulikan pentingnya pembinaan ruhiyah (spiritual) diri. Mahasiswa yang mungkin dulunya sewaktu SMA masih rajin solat dan ibadah sunnahnya malah mengendor dengan alasan kesibukan saat di bangku perkuliahan. Strategi yang diperlukan dalam hal ini adalah juga bergabung dengan komunitas yang bisa menguatkan pembinaan ruhiyah diri, berkawan juga dengan mereka yang dapat menjadi partner dalam amalan kebaikan.

 

Penulis : Agytha Suariardhana, Mahasiswi Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro (Undip), Semarang
Editor : SCE

 

 

 

Leave a Reply

Scroll To Top