Thursday , 20 September 2018
update
Mesir Memanggil, Dari Bandung untuk Mesir

Mesir Memanggil, Dari Bandung untuk Mesir

BANDUNG – Telah terjadi pelanggaran HAM berat terhadap rakyat sipil. Militer Mesir telah ratusan nyawa melayang dan ribuan lainnya turut menjadi korban. Update kondisi di Mesir pada Ahad (28/7) lalu, jumlah korban meninggal 480 orang, 8000 orang terluka, 1500 orang ditangkap, dan 9 channel TV ditutup supaya tidak ada yang meliput pembantaian ini (sumber: Sinai Mesir). Apakah dunia internasional masih membisu? Kita melihat bahwa hati mereka sedikit pun tidak melunak, meskipun di bulan Ramadhan. Secara historis, Indonesia berhutang pada Mesir yang pertama mengakui kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.

Aksi yang digelar oleh Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Jawa Barat pada Selasa (30/7/2013) kemarin bertempat di depan Gedung Sate. Lebih kurang 100 orang kader KAMMI beserta Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Muslim Peduli Mesir hadir dalam aksi ini. Aksi diawali pukul 09.00 WIB dengan melakukan long march Masjid Pusdai Bandung-Gedung Sate. Kemudian, dilanjutkan orasi aksi dari masing-masing perwakilan komisariat dan daerah. Dalam orasinya mereka menyampaikan simpati yang amat mendalam terhadap kondisi Mesir saat ini. Ekpektasi terhadap para pemangku kebijakan di negeri ini untuk turut serta dalam pembelaan rakyat Mesir pun turut diungkapkan.

Lebih kurang pukul 10.30 WIB, massa aksi menggelar shalat Ghaib berjamaah sebagai bentuk kasih sayang dan kekeluargaan terhadap sesama Muslim di negeri Mesir yang telah syahid. Usai shalat, koordinator aksi sekaligus Ketua Umum PW KAMMI Jawa Barat, Irfan Ahmad Fauzi, S.Pd  menyampaikan orasi penutup dan pernyataan sikap dengan tuntutan sebagai berikut:

  1. Mengutuk tragedi kemanusiaan dan pembantaian oleh militer Mesir.
  2. Mendesak pemerintah Indonesia dengan tegas dan lantang untuk mengecam aksi pembantaian oleh militer Mesir.
  3. Mendesak PBB dan dunia internasional untuk bersikap tegas mengambil tindakan agar kejahatan terhadap kemanusiaan oleh militer Mesir segera dihentikan.
  4. Mendesak kepada seluruh media-media swasta/ nasional/ internasional agar bersikap netral berpihak pada kebenaran serta ikut andil dalam menyampaikan pemberitaan yang jujur, akurat, dan tanpa ada tendensi dari pihak manapun.
  5. Menyerukan kepada para penguasa militer Mesir untuk mengakhiri kudeta dan mengembalikan kekuasaan kepada Presiden Mursi yang sah secara konstitusi dan legal secara demokrasi.

Aksi diakhiri oleh doa penutup yang dipimpin  oleh Sekretaris Jenderal PW KAMMI Jabar Arif Ichwani, ST. Aksi yang berlangsung lebih kurang dua jam ini disambut baik oleh masyarakat sekitar dan media massa. Semoga Allah membimbing kita semua untuk tetap teguh memegang prinsip kebenaran. Dan karena hanya niat yang benar yang dapat membuat kita semua selalu siap dengan segala kemungkinan yang terjadi.

Reporter : Neneng Maryam, S.Pd

Editor : Nur Afilin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Scroll To Top