Wednesday , 17 January 2018
update
Negeri Apa Ini?

Negeri Apa Ini?

Dentum-dentum membahana mengarahkan sayap dan bayangannya  kepada saudaraku tercinta

Mayat-mayat bertebaran seakan tak ada harganya lagi

Demokrasi mati di mata para pendusta

Kejujuran dianggap angin lalu

Mana janjimu mengenai demokrasi?

Kenapa kau jatuhkan dirimu dalam kubangan kebohongan yang tak terbantahkan?

Bangga akan diri yang berbuat curang

Conggak dengan sikap egois dan fanatik dominan

Wahai manusia yang tak bermoral dan tidak memiliki hati

Zaman pun berubah semaunya

Mengikuti kehendak orang yang bertindak gegabah dan ironisnya merencanakan kejahatan dengan sangat rapi

 

Negeri  apa ini?

Yang berkuasa siapaa?

Yang berada di bawah hanya terbutakan dengan media

Zinos dan Yahudi yang menguasai dunia

Saat ini kau bisa menang dan tertawa bahagia

Melihat sadara-saudaraku dan membantainya tanpa pandang bulu

 

Wahai manusia yang tak memilki hati nurani.

Perjalanan dunia tak bisa seenaknya kau buat begitu saja kawan!

Tanpa pernah merasakan apa yang mereka alami

Tanpa pernah mengetahui keluh dan kesah mereka

Demi ambisimu, pembantaian pun kau lakukan tanpa henti.

 

Negeri seperti apa ini?

Yang bisa membebaskan orang-orang seperti kalian berlayar sesuka hati

Bertindak sampai membantai orang lain tanpa henti

Negeri seperti apa ini?

Membiarkan pembantaian dan takut kalau-kalau kerjasama dan keuntungan tak didapatkan sama sekali

Aku tak akan henti-hentinya berdoa untuk saudaraku tercinta

Karena bidadari menantimu disana

Penuh semangat melihat kalian dan selalu berharap kalian hidup terhormat atau mati syahid

 

Aku tak sanggup melihat kekejian yang terjadi pada kalian

Terjadi hingga ribuan nyawa melayang

Negeri pun menjadi taruhan untuk diserahkan

Tapi, perjuangan dan tentara-tentara Allah selalu berada di samping, wahai saudaraku.

Ramadhan ini menjadi bukti bahwa mereka menginginkan murka Allah datang dan menghancurkan mereka

Menghancurkan mereka seperti umat-umat para nabi yang hanya bisa membantah

Menghancurkan hingga tak terbentuk lagi

Menghancurkan umat terdahulu agar kalian bisa belajar

 

Tapi ini apa?

Kalian bukan belajar dan takut akan murkanya

Tapi membantai saudara-saudaraku tanpa henti seakan tak ingin menyisakan siapa pun

 

Robb, dengarkanlah kami

Juga saudara-saudara kami yang sedang dibantai

Dengarkanlah kami yang tengah berpuasa di bulan Ramadhan ini

Sedang meminta agar laknat-Mu diturunkan untuk mereka

Tubuh mereka tak pernah lepas dari siksaan kubur

Dan neraka yang paling keras siksanya menyiksa tubuh dan jiwa mereka

Hingga berulang-ulang kali hingga mereka lelah meminta padamu agar dihentikan

Mereka lelah hingg harapan itu hanya tinggal isapan jempol semata

 

Farida (Guru SDN 4 Dendang Belitung Timur)

 

 

Leave a Reply

Scroll To Top