Thursday , 20 September 2018
update
PEMUDA ITU, BERANI

PEMUDA ITU, BERANI

“Kalian pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan ternak karena fungsi hidupnya hanya beternak diri.”
(Pramoedya Ananta Toer)

Dalam sederetan sebuah sejarah, sudah tak lagi diragukan bahwasanya pemuda itu merupakan agen perubahan, atau bisa lebih dikatakan sebagai direktur dalam perubahan, kenapa ? karena banyak dalam episode sejarah pemuda mampu mengambil sebuah momentum yang tepat dan mampu memberikan sebuah perubahan dalam bangsa ini.

Pada tahun 1908, ada sebuah organisasi yang diinisiasi oleh pemuda, yang kemudian medeklarasikan organisasinya sebagai Boedi Oetomo, Organisasi ini bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan dan tidak bersifat politik. Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia walaupun pada saat itu organisasi ini awalnya hanya ditujukan bagi golongan berpendidikan Jawa. Disini pemuda mampu menepatkan dirinya sebagai agen perubahan.

Pada tahun 1928, lagi-lagi pemuda mampu meberikan guncangan besar dalam proses menggapai perubahan, ya kita kenal dengan “sumpah pemuda”, dimana Peristiwa sejarah Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari Pemuda-Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda Kongres Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat berbeda oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.

Kembali, di tahun 1945 pemuda membuat badai perubahan bangsa ini, dimana apabila di tahun tersebut tidak ada kejadian tersebut, mungkin bangsa ini belum merdeka, atau mungkin masih mempertahankan sebuah Negara dari para penjajah. Peristiwa tersebut dikenal sebagai peristiwa Rengasdengklok, dimana golongan muda memiliki suatu kegelisahan bahwa bangsa ini haruslah memproklamasikan kemerdekaannya, karena penjajah jepang waktu itu, sudah kualahan dengan serangan militer sekutu amerika dijepang, tetapi kegelisahan pemuda waktu itu tidak disepakati oleh golongan tua, akhirnya tanpa ada suatu pertimbangan, golongan muda menculik soekarno dan hatta, dan mendesak agar segera memproklamasikan kemerdekaan bangsa ini.

Di tahun 1966 dan 1998, pemuda atau mahasiswa pada waktu itu, memiliki banyak corak kegelisahan dalam negeri ini, kerena mereka sadar bahwa dalam sejarah, pemuda selalu menjadi sebuah perubah besar bangsa ini, dan akhirnya kegelisahan tersebut di ekspresikannya dalam sebuah penumbangan pemimpin yang telah lupa akan rakyat yang seharusnya di bela dan dimakmurkan, akhirnya soekarno di tahun 1966 dan soeharto di tahun 1998 harus lengser dari jabatan pemimpin Negara ini, dan semua itu pemudalah yang menjadi aktor utama.

Dalam setiap zamannya, kita selalu meyakini, bahwa akan ada rijal-rijal yang senantiasa menjadi sebuah penawar solusi dalam memecahkan masalah, dan senantiasa menjadi tonggak perubahan dalam membentuk sejarah baru. Ya itulah sejatinya fitrah seorang pemuda, yang harus siap menjadi rijal membentuk perubahan, karena ia memiliki watak penuh semangat, tanpa menyerah, bahkan nekat dalam melakukan apapun untuk berhasil apa yang ia citakan, menurut DR.Yusuf Qardhawi pemuda ibarat matahari maka usia muda ibarat jam 12 ketika matahari bersinar paling terang dan paling panas.Pemuda mempunyai kekuatan yang lebih secara fisik dan semangat bila dibanding dengan anak kecil atau orang-orang jompo.Pemuda mempunyai potensi yang luar biasa,bisa dikatakan seperti dinamit atau TNT bila diledakan.

Lagi-lagi pemuda sudah sangat begitu jelas dengan kekuatannya, baik ia menyadari ataupun tidak, maka dari itu pemuda itu harusla berani, berani dalam bertindak, mengatakan yang salah, itu salah, dan mengatakan yang benar itu benar, harus bisa membedakan mana yang hitam dan yang putih, dan senantiasa bertanggungjawab dengan apa yang telah dilakukan. Keberanian pemuda, sudah banyak di buktikan dalam sejarah-sejarah kehidupan di dunia ini, bukan dalam dunia khayal atau bisa dikatakan anime, melainkan sejarah nyata yang telah merubah dunia ini, dengan ketangkasan dan kegigihannya dalam bertindak. Sudah banyak tanga-tangan pemuda dalam menggoreskan sejarahnya dalam peradaban dunia ini, dari sejarah islam hingga bangsa Indonesia ini, yang mungkin bisa kita tiru rekam jejaknya dalam memperjuangkan kebaikan dan perubahan.

Sudah saatnya pula kita sebagai pemuda, mulai keluar dari dunia mainstream yang ada, dari pacaran yang sudah tidak ada lagi esensi, yang hanya bisa mendekatkan diri dari pebuatan yang melanggar norma, dari merokok yang sudah tau merusak tubuh dan senantiasa merusak lingkungan, dan merugikan banyak orang, dari video porno, yang senantiasa menggerogoti otak kita,dan dari narkoba yang senantiasa merusak generasi pemuda, keluarlah dari zona mainstream yang ada, karena kita pemuda, yang berani merubah, maka tunjukanlah pada dunia bahwa kita pemuda bertanggungjawab, berintegritas dan bermoral.

Kalau kamu sadar kamu adalah pemuda, mari bangkit bersama dari kegalauan semu, mari angkat tanganmu, dan teriakanlah janji-janjimu untuk negeri ini, dan siapkan pundak-pundak yang kuat untuk menopang amanah besar nanti untuk merubah, dan perubahan dalam kebaikan mulai kita lakukan sejak dini, agar kita terbiasa untuk merubah, merubah demi kebaikan, karena di tangan kita tergenggam anak bangsa, banya do’a yang senantiasa dihaturkan untuk pemuda, baik do’a dari orang tua kita, ataupun para pendahulu kita, agar kita senantiasa mengambil estafet perjuangan dan senantiasa harus menjadi lebih baik. Karena kita adalah PEMUDA yang BERANI.

“Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.” (Al-Kahfi: 13)

Wahai pemuda, sadarlah kita adalah makhluk ciptaanNya, yang memiliki amanah untuk menjadi khalifahNya dimuka bumi ini, dan bukalah otakmu bahwa amanah yang telah diberikan olehNya akan senantiasa akan dipertanggungjawabkan di dalam majlis persidanganNya, ini bukan hanya mengurusi dunia untuk kita menjadi seorang rijal dalam setiap zaman, melainkan ini adalah amalan-amalan kebajikan, orientasi kita bukan untuk pujian melainkan untuk menjadi pribadi yang senantiasa taat dalam setiap perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Ingatlah kawanku, kita punya Allah yang maha besar, maha memberi pertolongan, selain kita berusaha berbuat dan berencana, kita juga harus mengimbangi dengan do’a dan senantiasa percaya bahwa setiap rencana yang telah kita buat, Allah senantiasa ada dalam menentukan rencana yang terbaik. Untuk itu bangkit mulai sekarang, dan bergerak lah sesuai dengan kemampuanmu untuk segera melukiskan sejarah dalam kehidupan dunia ini.

Penulis : Toma Patriot Tama
Editor : SCE

Leave a Reply

Scroll To Top