Wednesday , 24 October 2018
update
Peringati Sumpah Pemuda, KAMMI Ingatkan Pemuda Bela Kepentingan Bumiputera

Peringati Sumpah Pemuda, KAMMI Ingatkan Pemuda Bela Kepentingan Bumiputera

JAKARTA—Dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengingatkan pemuda Indonesia bahwa agenda utama Sumpah Pemuda Indonesia adalah membela kepentingan bumiputera. Ironisnya, bumiputera kini semakin tergusur karena invasi kaum minoritas yang menghegemoni. Demikian disampaikan Ketua Umum KAMMI Andriyana di Jakarta, Selasa (28/10/2014).

Andriyana menambahkan, Pembukaan UUD 1945 mengamanatkan bagi pemerintah dan pemuda Indonesia untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

“Melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia artinya membela kepentingan bumiputera, yaitu para pribumi masyarakat Indonesia. Pemerintah harusnya menjamin bumiputera berdaulat dan sejahtera di tanah dan negeri sendiri,” ujar Andriyana.

Andriyana melanjutkan, kini bumipuetra seperti masyarakat buruh, petani, nelayan, masyarakat adat, dan lainnya tidak mampu berdaulat dan sejahtera di tanah dan negeri sendiri. Di bidang ekonomi saja, 10 orang terkaya di Indonesia bukanlah bumiputera. Sektor vital bangsa Indonesia lainnya, misalnya tambang, perkebunan, air, tanah, telekomunikasi, ritel, real estate, juga pendidikan berkualitas dikuasai dan didominasi oleh minoritas asing di negeri ini.

“Sungguh ironi bahwa untuk mencapai pendidikan tinggi, BPS mencatat hanya 19,88 persen bumiputera yang bisa menjangkaunya. Kita harus sadari ini sebagai panggilan nurani bagi pemuda sebagai tulang punggung bumiputera untuk bersatu dan bangkit membela kepentingan bumiputera. Membela dari penjajahan dan dominasi minoritas asing yang membuat bumiputera miskin dan tidak berdaulat di tanah air yang merdeka atas pengorbanan darah dan air mata bumi putera,” tegasnya.

Wasekjen PP KAMMI Arif Susanto menambahkan, tanpa kesadaran dan perjuangan membela kepentingan bumiputera, kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan bonus demografis nantinya akan menjadi lonceng kematian bagi bumiputera. Secara sistematis, bumiputera dibuat tidak bisa bersaing secara global. Akibatnya, bumiputera akan menjadi babu di negeri sendiri. Sebaliknya, hanya minoritas asing dan pribumi yang menjadi antek asing yang akan menikmati sumber-sumber kemakmuran Indonesia.

“Kita harus khawatir bila bumiputera akan bernasib seperti suku Indian di Amerika atau Aborigin di Australia yang tergusur dan termarginalkan di negeri mereka. Ini akan terjadi bagi bumiputera Indonesia bila tidak segera bersatu membela kepentingan bumiputera yang menjadi cita-cita pertama kemerdekaan Republik Indonesia,” tukas Arif.

Arif juga mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk tidak berhenti menjadi nasionalis yang bangga bertanah air Indonesia saja. Namun, pemuda harus juga menjadi patriot yang membela kepentingan nasional bangsa Indonesia.

“Sebagaimana perjuangan kemerdekaan di awal abad 20 yang concern pada perjuangan membela kepentingan bumiputera sebagai fondasi kemerdekaan Indonesia, maka neo-patriotisme pemuda Indonesia hari ini adalah membela kepentingan bumiputera dari invasi dan hegemoni asing yang membuat bumiputera tidak berdaulat penuh atas kekayaan dan apapun yang ada di bumi Indonesia,” pungkasnya.

Jakarta, 28 Oktober 2014
Pengurus Pusat KAMMI

Arif Susanto

Wasekjen

Leave a Reply

Scroll To Top