Monday , 25 March 2019
update
Pernikahan, Sebuah Persiapan

Pernikahan, Sebuah Persiapan

Persiapan menuju pernikahan bukan hanya sekedar cermat dalam menentukan calon pasangan, tapi masih banyak hal yang harus menjadi perhatian terutama kesiapan rohani dan mental. Kesiapan rohani dan mental tidak bisa di ukur secara kasat mata. Tak ada yang bisa mengetahui apa rohani dan mental kita sudah siap atau belum kecuali diri kita sendiri.

Kita itu cenderung hanya melihat sisi bahagia paska pernikahan. Ya memang itu semua fitrah, semua orang pasti ingin kehidupannya bahagia. Begitupun dengan kehidupan rumah tangganya, pastilah kita menginginkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warohmah.

Namun, perlu kita syukuri bahwa Allah sangat sayang kepada kita, sehingga Dia memberikan ujian kepada kita sebagai pernak–pernik kehidupan. Kehidupan kita pun tidak monoton. Dan dengan cara itulah Dia mengajarkan kepada kita cara menghargai setiap hal yang terjadi kepada kita.

Lalu apa hubungannya dengan ujian yang diberikan Allah dengan kesiapan  mental kita untuk menikah. Jelas sangat ada hubungannya, jika kita sudah siap secara ruhani dan mental, maka kita pun akan senantiasa siap untuk menerima segala sesuatu yang terjadi di luar dugaan kita.

Misalkan, kita sudah menentukan calon pasangan dan persiapan menjelang hari bahagia itupun telah beres. Namun sehari sebelum pernikahan itu berlangsung keluarga dari calon pasangan kita datang untuk membatalkan acara tersebut.

Apa yang kita rasakan? Sakit. Mungkin iya. Bahkan mungkin serasa dunia ini runtuh tepat mengenai diri kita. Mungkin hal ini pernah terjadi kepada salah satu saudari kita. Kita mungkin akan meneteskan air mata sebagai tanda kesedihan kita. Namun, jika ruhani dan mental kita sudah di persiapkan jauh hari sebelum hal itu terjadi, maka kita akan menanggapinya dengan biasa saja.

Bahkan bisa jadi kita mengucapkan “Alhamdulillah” sebagai rasa syukur kepada-Nya. Kenapa? Karena mungkin calon pasangan kita tadi tidak baik untuk kita dan Dia tengah mempersiapkan orang yang lebih baik.

Contoh di atas hanya secuil dari apa yang sebenarnya terjadi. Kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi dalam rumah tangga kita nanti. Sesuatu yang mungkin bisa membuat kita bahagia atau bahkan sebaliknya, bisa membuat kita terkurung dalam kesedihan.

Percayalah, hanya rencana Allah yang terbaik bagi kita. Bisa jadi apa yang kita sukai tersimpan keburukan di dalamnya, atau bisa jadi apa yang kita benci tersimpan kebaikan di dalamnya. Perbanyaklah beribadah kepada-Nya. Persiapkan mental kita sedini mungkin, sehingga kita akan terbiasa dengan batu rintangan yang akan datang menghadang.

Luruskan niat kita menikah hanya untuk beribadah kepada Allah. Karena dengan begitu kita tidak akan merasa gelisah, resah ataupun kecewa jika ujian datang menghampiri. Dia yang lebih mengetahui tentang kita dan tentang segala hal yang kita butuhkan. Dia tidak pernah mengecewakan hamba-Nya.

Penulis : Rima Rahmawati
Editor : SCE

Leave a Reply

Scroll To Top