Monday , 16 July 2018
update
PP KAMMI Desak Kapolri Tindak Oknum Polisi yang Bermain Politik di Pilkada 2018

PP KAMMI Desak Kapolri Tindak Oknum Polisi yang Bermain Politik di Pilkada 2018

Jakarta – Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mendesak kapolri agar institusi Kepolisian tidak bermain politik dalam pilkada 2018.

Irfan Ahmad sebagai Ketua Umum PP KAMMI meminta agar Kapolri menindak jajaran di bawahnya yang ikut mengintervensi proses politik yang terjadi.

“PP KAMMI mendesak Kapolri untuk menjaga netralitas institusi Kepolisian dan menindak personal-personal kepolisian yang ikut bermain dalam pilkada serentak 2018”, ungkap Irfan di Jakarta, Senin (18/06).

Irfan mengatakan dengan adanya pejabat kepolisian yang menjadi PLT (pelaksana tugas) kepala daerah yang sedang melangsungkan proses pilkada bisa merusak demokrasi.

“Keterlibatan Jenderal Polisi sebagai PLT Gubernur bisa mencederai proses demokrasi karena seharusnya institusi kepolisian membantu pengamanan, bukan malah terlibat dalam penyelenggara pilkada serentak 2018”, tandas Irfan.

Irfan juga memberikan peringatan kepada Kemendagri agar tidak melibatkan institusi kepolisian dalam proses suksesi kepemimpinan daerah di tahun 2018 ini.

“KAMMI meminta Kemendagri agar tidak bermain politik dengan melibatkan institusi kepolisian dalam pilkada nanti. Harusnya ada sekda yang menggantikan sebagai PLT Gubernur, namun ini Jenderal Polisi yang menjadi PLT. Ada apa dengan kemendagri sampai-sampai ngotot ingin menjadikan pejabat polisi sebagai penyelenggara pilkada?”, tegas Irfan

 

Editor : RF

Leave a Reply

Scroll To Top