Thursday , 18 December 2014
update
Pro dan Kontra terhadap Rencana Serangan ke Suriah

Pro dan Kontra terhadap Rencana Serangan ke Suriah

DAMASKUS – Eskalasi krisis keamanan di Suriah kian naik. Hal ini terjadi lantaran pernyataan pejabat Amerika Serikat, Selasa lalu, tentang niat negeri adidaya itu untuk melakukan aksi militer terhadap Suriah.

Bagaimana dengan negara-negara lain? Siapa yang mendukung rencana aksi militer AS terhadap Suriah? Siapa pula yang menentang?

Berikut ringkasan pemetaan dukungan dan penolakan tersebut.

Pendukung

1. Amerika Serikat
Menteri Luar Negeri Amerika, John Kerry, menuding rezim Bashar Al-Assad menggunakan senjata militer. Kapal-kapal perang Amerika kini telah berada di kawasan Mediterania. Tak heran jika spekulasi serangan Amerika ke Suriah terus menguat. Para analis percaya bahwa aksi militer Amerika akan dilakukan dari laut, dan menargetkan penghancuran instalasi-instalasi militer Suriah.

2. Inggris
Sebagai sekutu utama Amerika, Inggris pun menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut. Alasan utama pembenaran ide serangan militer terhadap Suriah ialah bahwa penggunaan senjata kimia tidak bisa digunakan secara bebas dan lepas dari hukuman.

3. Prancis
Prancis adalah negara barat pertama yang mengakui koalisi oposisi Suriah, dan mengakuinya sebagai perwakilan resmi Suriah. Bahkan Prancis melobi supaya Uni Eropa menyuplai lebih banyak senjata ke pemberontak yang berniat menjungkalkan rezim Assad.

4. Turki
Negara ini sejak awal mendukung upaya penggulingan Presiden Assad. Sehari sebelum Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagelmengatakan pasukan negaranya siap melancarkan serangan, Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu menyatakan negaranya siap bergabung dengan koalisi internasional yang ingin menyerang Suriah, bahkan tanpa persetujuan Dewan Keamanan PBB sekalipun.

5. Saudi Arabia

Negara monarki ini terang-terangan membiayai dan memasok barisan pemberontak untuk menggulingkan pemerintahan Suriah. Bahkan mantan Dubes Saudi untuk Amerika, Pangeran Bandar bin Sultan, dikabarkan giat menggalang dukungan internasional guna membantu para pemberontak di Suriah.

6. Israel
Israel telah melancarkan serangan terhadap Suriah, sedikitnya 3 kali pada tahun ini. Pejabat Israel mengutuk penggunaan senjata kimia yang dikabarkan dipakai oleh rezim Assad. Spekulasi serangan militer Amerika terhadap Suriah membuat sipil Israel memborong masker gas.

Penentang

1. Libanon
Menteri Luar Negeri Libanon, Adana Mansour, menilai aksi militer terhadap Suriah tidak akan memberikan solusi perdamaian bagi kawasan. Di Libanon terdapat pengungsi Suriah dengan jumlah terbanyak dibandingkan negara-negara lain. Kalangan Syiah mendukung Assad dengan turut berperang di Suriah, sementara penganut Sunni berperang bersama pasukan pemberontak.

2. Iran
Iran adalah negara pendukung utama pemerintahan Assad. Menurut Iran, justru pemberontaklah yang menggunakan senjata kimia. Pejabat Iran pun mengingatkan petinggi PBB yang berkunjung ke Teheran bahwa serangan militer terhadap Suriah hanya akan mengakibatkan kerugian sangat serius bagi negeri itu.

3. Rusia
Rusia lebih menghendaki adanya solusi yang bersifat politis daripada militer. Rusia secara tajam mengkritik ide Barat yang ingin menyerang Suriah. Menurut Rusia, setiap aksi yang dilakukan di luar persetujuan Dewan Keamanan PBB akan menimbulkan kehancuran yang luar biasa bagi negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara.

4. China
Seperti halnya Rusia, China pun menolak ide serangan militer terhadap Suriah di Dewan Keamanan PBB. Kantor Berita Xinhua menyebutkan kekuatan negara Barat terlalu terburu-buru membuat kesimpulan tentang siapa yang sebenarnya menggunakan senjata kimia di negeri itu, karena tim investigasi PBB pun belum menyelesaikan inspeksinya.

Sumber : BBC/ Antara

Editor : Nur Afilin

Leave a Reply

Scroll To Top