Wednesday , 21 November 2018
update
Pusaka Indonesia: Mahasiswa Harus Siap Jadi Negarawan

Pusaka Indonesia: Mahasiswa Harus Siap Jadi Negarawan

totoJAKARTA – Pusat Kajian Kebangsaan (Pusaka) Indonesia kini hadir di Jakarta untuk melakukan roadshow lomba dan seminar Pancasila. Rencananya rangkaian kegiatan kali akan berlangsung pada 26-27 Oktober 2013 di Museum Bank Mandiri, Jakarta.

Lomba-lomba yang digelar ialah lomba presentasi tentang Pancasila, lomba deklamasi puisi, dan menulis diary. Lomba presentasi bahan ajar PPKn diperuntukkan bagi para guru SMA/ MA/ SMK, sedangkan dua lomba lainnya ialah untuk para siswanya.

Adapun seminar rencana akan digelar hari ini dengan menghadirkan pengamat politik Yudi Latif dan artis Democrazy MetroTV Iwel Sastra. Pengumuman dan pembagian hadiah puluhan juta serta doorprize menarik juga akan dilangsungkan hari ini.

“Pusaka Indonesia itu sendiri dideklarasikan pada 2011. Walaupun kami sudah mulai menggagasnya sejak 2010,” kata Direktur Pusaka Indonesia Dr. Toto Sugito, M.Si kepada Eramadina Online usai menjadi juri dalam lomba presentasi tentang Pancasila, Sabtu (26/10).

Latar belakang berdirinya Pusaka, lanjut Toto, ialah keprihatinan terhadap sejumlah problem kebangsaan yang marak dewasa ini. Menurutnya, salah satu penyebab problem tersebut ialah kurang tepatnya pemahaman tentang beberapa konsep penting yang menjadi sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan sebagainya.

Adapun ajang lomba dan seminar kali ini diharapkan dapat memberi sumbangsih kami, khususnya dalam upaya revitalisasi Pancasila. Oleh karena itu, Pusaka Indonesia mengambil tema “Menggelorakan Semangat dan Nilai Pancasila di Kalangan Guru dan Pelajar”.  Beberapa kota yang sudah disambangi dalam event serupa ialah Bandung, Semarang, Denpasar, Garut, dan Surabaya.

Terakhir, Toto berpesan untuk semua mahasiswa Indonesia agar peduli terhadap isu-isu kebangsaan dan terus membekali diri dengan pengetahuan tentangnya.

“Mahasiswa harus siap menjadi negarawan masa depan. Artinya, mereka mesti peduli dan ambil posisi terhadap segala problema yang menimpa bangsa dan negara ini,” pungkasnya.

Nur Afilin

 

 

Leave a Reply

Scroll To Top