Saturday , 24 June 2017
update
Seabrek Keutamaan Surat dalam Al-Qur’an

Seabrek Keutamaan Surat dalam Al-Qur’an

Ngaji yuk

Judul Buku: Ngaji, Yuk!

Penulis: Ibnu Rusydi al-Anwar

Penerbit: Diva Press

Cetakan: I, September 2014

Tebal buku: 266 halaman

ISBN: 978-602-255-690-9

 

Al-Qur’an merupakan mukjizat untuk Rasulullah Saw. yang berlaku sampai akhir zaman kelak. Berbeda dengan mukjizat beliau yang lainnya, seperti bisa memperbanyak makanan yang sifatnya hanya temporary, saat itu juga. Sementara, Al-Qur’an yang mengandung obat dan rahmat terus berlaku bagi setiap orang, khususnya orang-orang beriman. Merekalah orang-orang yang membenarkan ayat-ayat Allah Swt. dan mengamalkannya. Mengenai kedudukan Al-Qur’an sebagai mukjizat setiap muslim wajib memercayainya. Hal ini karena percaya terhadap kitab-kitab Allah merupakan rukun iman, satu di antara rukun pilar-pilar ketauhidan kita. Adapun bagi orang zalim yang tidak percaya dan enggan mengamalkan Al-Qur’an, maka ayat-ayat tersebut akan semakin membuat mereka merugi rugi karena telah tegak hujjah kepada mereka.

Ayat-ayat Al-Qur’an diturunkan di dunia ini pasti memiliki sabab nuzul-nya (sebab mengapa diturunkan). Ada yang diturunkan untuk memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kaum kafir Quraisy kepada Rasulullah Muhammad Saw. Ada juga untuk melemahkan hati musuh-musuh Islam. Atau juga untuk menunjukkan bukti kekuasaan Allah.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, adalah sebuah hal ironis jika hingga kini masih banyak kaum muslimin Indoensia yang masih buta terhadap huruf-huruf dalam Al-Qur’an. Sebagian dari mereka ada pula yang bisa membaca al-Qur’an tetapi tidak mengetahui bagaimana tajwidnya.

Indonesia memang bangsa ajam, bukan orang Arab. Sehingga, pada dasarnya adalah wajar jika ada mereka yang kesusahan untk melafazkan tulisan Arab. Namun, bagaimana pun juga berusaha mempelajarinya merupakan kewajiban kita sebagai seorang muslim. Percayalah, tidak ada hal yang sulit kalau kita mau terus berusaha belajar. Mungkin kegelisahan itu yang menggerakkan hati Ibnu Rusydi al-Anwar untuk menelurkan sebuah buku dengan judul Ngaji, Yuk! ini.

Buku dengan tebal 266 halaman terbitan Diva Press ini membahas tentang seabrek fadhilah 58 surat dalam Al-Qur’an. Kesemua surat ini terletak dalam beberapa juz, mulai dari juz satu, juz dua, dan seterusnya. Hampir setiap juz ada satu surat yang dibahas. Tidak hanya fadhilahnya, tetapi juga dilengkapi dengan kisah-kisah inspiratif para pendahulu maupun kisah-kisah kehidupan sehari-hari kita. Mungkin saja saja penulis berharap dengan mengetahui fadilah atau keutamaan tersebut mereka yang malas belajar Al-Qur’an menjadi lebih termotivasi.

Penyajian buku ini disertai dengan gambar dan warna yang tidak monoton hitam di atas putih. Sehingga siapa saja yang membaca, baik kalangan anak muda sampai manula bisa menikmati. Kelebihan lain buku ini adalah tidak hanya membahas tentang 58 fadhilah surat dalam Al-Qur’an, juga diselipkan sedikit tentang tafsir al-Qur’an dengan bahasa yang sangat ringan dan tidak menggurui.

Misalnya saja, pembahasan Surat al-Fatihah sebagai surat pembuka dalam Al-Qur’an. Ada banyak fadhilah surat al-Fatihah ini, diantaranya adalah sumber pahala yang utama. Dalam sebuah riwayat, Ibnu Jabir menceritakan, “Aku datang kepada Rasulullah Saw, sedang beliau mengalirkan air. Aku berkata, “Assalamu’alaika ya Rasulallah,” Beliau tak menjawab salam sebanyak tiga kali. Kemudian beliau berjalan, sedang aku berada di belakangnya sampai beliau masuk ke kemahnya, dan aku masuk ke masjid sambil duduk dalam keadaan bersedih. Lalu, keluarlah Rasulullah Saw menemuiku, sedang beliau telah bersuci seraya berkata, “Alaikassalam wa rahmatullah,” sebanyak tiga kali. Kemudian Rasulullah Saw bertanya, “Wahai, Abdullah bin Jabir, maukah kukabarkan kepadamu tentang sebaik-baik surat di dalam al-Qur’an?” Aku katakan, “Mau, ya Rasulullah.” Beliau bersabda, “Bacalah surat alhamdulillahi rabbil’ alamin (yakni surat al-Fatihah) sampai engkau menyelesaikannya.” (H. R. Ahmad) (hal. 12-15). Selain itu, al-Fatihah juga bisa digunakan sebagai penawar racun sengatan binatang juga sebagai cahaya umat Islam serta surat agung yang mengungguli Taurat, Zabur, dan Injil. (hal. 17-20)

Kalau kita sedang galau, sebenarnya mudah sekali cara mengobatinya. Surat ar-Rahman dipercaya memiliki keistimewaan untuk menenteramkan hati, dilimpahkan kasih sayang Allah bagi pembacanya, dan juga kita akan mendapatkan pahala orang yang syahid dalam membela agama Allah. Sangat luar biasa, bukan? Itulah kebesaran Allah dengan segala nikmat-Nya. (hal. 171-173)

Sungguh al-Qur’an adalah bacaan yang menenangkan hati. Ia adalah bacaan yang mengundang berlimpah rahmat bagi pembacanya. Bacaan yang bisa menjadi syifa’ atau obat bila dibacakan bagi orang yang sakit. Bahkan bisa digunakan sebagai hadiah doa bagi orang-orang yang sudah meninggal. Tiada keraguan lagi pada mukjizat Allah Swt. ini yang terjaga kemurniannya sampai kelak zaman akhir. Maha benar Allah dengan segala firman-Nya. Selamat mengaji dan mengkaji.

Peresensi: Nailatus Sakinah (Pandeglang, Banten)

Editor : Nur Afilin

Leave a Reply

Scroll To Top