Thursday , 20 September 2018
update
Sebuah Tanya Tentang Cinta

Sebuah Tanya Tentang Cinta

Saya heran, masih banyak orang yang begitu menganggap cinta sebagai hal jauh lebih penting dari agama. seolah cinta bisa menjadi solusi akan banyak permasalahan di dunia ini . Padahal banyak perang yang terjadi itu dikarenakan karena cinta Kepada tanah air atau bisa juga cinta pada tujuan atau bisa juga cinta pada diri sendiri. Lihatlah bagaimana cinta telah banyak menumpahkan darah di dunia ini.

Lalu cinta seperti apa yang kalian anut? Argumen cinta hanya membuat pertentangan di dalamnya. Kita tidak dapat mengharapkan dunia yang begitu idealis sesuai yang kita harapkan. Terkadang Kita harus berperang membunuh satu sama lain untuk menciptakan perdamaian yang kita cintai dan untuk menyelamatkan orang-orang yang tertindas yang kita cintai. itu hidup yang realistis, lalu bagaimana, cinta dapat mengatasi ini, haruskah kita mencintai musuh-musuh kita, melihat bagaimana mereka menyiksa orang-orang yang kita cintai? kita tidak dapat mengharapkan mereka melakukan hal yang sama mencintai dengan kita.

Cinta tidak dapat menjelaskan apapun, namun hanya dapat dirasakan. Maka dari itu sampai sekarang cinta tidak dapat dibuktikan secara saintifik.

Agama memberikan ajaran yang lebih luas, terperinci, dan sebagai kendali Controller cinta. Cinta bukanlah Agama karena agama itu lebih luas dan rasional. Namun Agama sudah pasti mengajarkan cinta dan mendefinisikan cinta sesungguhnya, cinta yang berlandaskan ketuhanan, bukan cinta yang terpaut pada emosi pribadi, ilusi sesaat dan subjektif. Mencintai karena dia mencintai, membenci karena dia membenci.

Sebagai contoh bagaimana Islam mengajarkan cinta kepada manusia dalam bentuk tindakan nasehat menasehati. Karena nasehat itu bermanfaat , selain dapat mengatasi masalah sosial, agar supaya manusia selalu berada dalam kebenaran dan kesabaran.

“Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. ”
(Qs. Al-Ashr:1-3)

Lalu apakah kamu akan membiarkan orang yang kamu sayangi begitu saja terjerumus ke dalam neraka? misal, membiarkannya melakukan sesuatu yang dia percayai itu benar dengan landasan ‘kebebasan’? apakah membiarkan itu bentuk cintamu padanya?

Penulis : Yuda Apriansyah
Editor : SCE

Leave a Reply

Scroll To Top