Saturday , 18 November 2017
update
Sukses Ala Herman Harianja

Sukses Ala Herman Harianja

Indonesia ialah negara Maritim. Lebih dari dua pertiga wilayah Indonesia terdiri dari lautan. Maka, keberadaan pelabuhan amat diperlukan. Terlebih saat ini industri dan ekonomi rakyat juga mulai melebarkan omzet hingga lintas pulau bahkan lintas negara.

Pembacaan situasi itulah yang turut menyumbang semangat bangkit seorang Herman Harianja. Tak banyak yang tahu seperti apa masa lalu sang Direktur Pelindo IV ini. Maka, menyimak perjalanan hidup putra Batak ini Rabu (22/5) kemarin pun terasa heroik.

Ayah Herman meninggal ketika Herman berusia 2 tahun. Seiring bertambahnya usia, Herman yang memiliki adik kandung 8 orang ini makin merasa memiliki tanggung jawab lebih. Tak heran jika pada usia 11 tahun ia pernah menjadi tukang becak. Karena perawakan besarnya, banyak orang menyangka Herman adalah tukang becak biasa. Tidak berhenti di sini. Waktu luang di luar waktu sekolah kuli serabutan di pelabuhan pun dilakoni.

Perlahan namun pasti 28 tahun kemudian mantan kuli ini kemudian masuk jajaran direksi. Bahkan tak tanggung-tanggung posisi Direktur Pelindo IV pun akhirnya berhasil digenggam. Apa gerangan rahasis sukses Herman?

“Beberapa prinsip yang saya jadikan pegangan sejak menjadi kuli ialah antara lain: believe in God; never stop learning; dan if others can, I can as well,” akunya.

Ketika ditanya bagaimana proses perubahan dalam dirinya terjadi, pendidikan adalah jawabannya. Sadar diri pernah tertinggal pendidikannya, begitu ada kesempatan Herman tancap gas. Hasilnya dia lulus Akademi Ilmu Pelayaran (AIP) Jakarta dengan nilai terbaik. Kemudian dia melanjutkan studi Hukum Internasional Universitas Sumatera Utara (USU) sambil meniti karir. Dan yang mencengangkan, Herman lalu mendapat beasiswa untuk belajar ihwal Port Management di Swedia. Jadilah dia menekuni ilmu yang kini amat menunjang profesinya di bidang manajemen pelabuhan.

Kini, Herman mulai merasakan buah manis perjuangan beratnya sejak kecil. Sebagai bukti kepedulian terhadap dunia pendidikan, dia turut membangun beberapa lembaga pendidikan untuk masyarakat kurang mampu.

Penulis : Nur Afilin
Editor : SCE

Leave a Reply

Scroll To Top