Monday , 21 August 2017
update

Tag Archives: cerpen

Feed Subscription

Serial Ayu

https://imankurniadi.files.wordpress.com/2013/03/adegan-film-boncengan-senoaji-julius-2012.jpg

–Prolog– “Gedubrak!!!!!” Begitulah teriakan meja yang kupukul dengan penggaris. “Currr!!” Seplastik es tumpah akibat guncangan meja yang kuciptakan dalam pemukulan meja kala itu. Aku sangat kesal. Kembali aku membentaknya, “Enggak! Pokoknya aku nggak mau!!” bentakku. Namaku itu Jamillah. Arti namaku itu cantik. Tapi Jamaludin a.k.a Conan beserta teman-teman SD-ku malah memanggilku Jame atau Jem yang entah apa artinya. Tentu saja ... Read More »

Sempurna Bertuah

gadis

Manusia kadangkala menginginkan kesempurnaan, lupa bahwa hakikat kesempurnaan bagi manusia adalah kelemahan. Manusia kadangkala berputus asa dalam kelemahan, lupa bahwa kelemahan memberi ruang kepada kesempurnaan. Aku masih terduduk di atap rumah, memandang nanar kearah pertigaan seberang jalan. Sudah selarut ini hanya satu dua kendaraan yang melintas, kontras dengan keadaan dipagi hari. Petugas keamanan yang kebetulan ronda memukul tiang penyangga kabel ... Read More »

Nostalgia Bunga Kamboja

kamboja

Kubuka jendela kamar yang berwarna putih kehijauan. Sekejap kurasakan udara pagi yang segar menyeruak masuk kedalam. Sinar mentari yang berwarna keemasan ikut menerobos masuk melalui selah-selah kamar. Burung-burung kecil pun terdengar bersahut-sahutan. Salah satu jenis burung itu ada burung prenjak. Aku jadi ingat kata ibuku kalau ada burung prenjak berkicau di sekitar rumah maka akan ada tamu yang datang. Namun ... Read More »

Najmuddin (1)

bintang-jatuh

Erma Rostiana D., Pemenang Kedua Lomba Menulis Cerpen Indigenus Univ. Jend. Soedirman “Assalamu’alaikum,” ucap Muddin ketika langkahnya telah sampai di depan rumah. Muddin membuka sepatu lalu mencium tangan Abah yang saat itu tengah duduk di beranda sambil meminum kopi. “Wa’alaikumsalam,” jawab Abah. “Kenapa baru pulang, Din?” “Punten, Bah. Tadi Muddin dipanggil dulu sama Bu Afifah.” “Dipanggil? Kamu berbuat onar di ... Read More »

Membuka Rembulan

rembulan

Adakah rindu di hatimu seperti rindu yang kurasa sangggupkah kuterus terlena tanpamu di sisiku ku kan selalu menantimu.. Tawa kalian membuatku tak  kunjung ikhlas untuk pergi dari rumah ini. Betapa tidak, kalianlah nafas terakhirku di kota yang pilih kasih ini. Aku tahu betapa rapuhnya diriku tanpa kalian. Saat-saat bersama kalianlah satu kotak memori indah lagi yang tak mampu kuhapuskan begitu ... Read More »

Scroll To Top