Wednesday , 14 November 2018
update
Telat Menikah Bukanlah Akhir Segalanya (2)

Telat Menikah Bukanlah Akhir Segalanya (2)

11. Abu Al-Barokaat Abdul Wahhaab bin Al-Mubaarok bin Ahmad Al-Anmaathi Al-Baghdaadi, beliau dikenal sebagai ahli hadits yang alim. Ibnu Al-Jauzi mengatakan tentangnya,”Dulu aku membacakan untuknya dan dia menangis, maka aku pun dapat mengambil manfaat dari tangisannya itu lebih banyak daripada manfaat yang aku dapatkan dari periwayatannya, dan dia berada di atas jalan salaf ash-shoolih, aku mendapatkan manfaat darinya apa yang tidak aku dapatkan dari orang lain”.

12. Abu Al-Qoosim Mahmuud bin Umar Az-Zamakhsyari Al-Khuwaarozmi, beliau lahir pada tahun 467 H dan wafat pada tahun 538 H pada usia 71 tahun. Beliau adalah seorang ahli tafsir, ahli hadits, ahli fiqih, ahli sastra, ahli nahwu dan bahasa meskipun beliau bukanlah orang arab. Banyak kitab-kitabnya dalam berbagai bidang keilmuan seperti Al-Kasysyaaf (tafsir Al-Quran), Al-Faa-iq (ghoriib Al-Hadiits), Asaas Al-Balaaghoh (bahasa), Al-Mufashshol (nahwu), Mu’jam Al-Huduud (fiqih), Al-Qisthoos (ilmu ‘aruudh), Al-Minhaaj (ilmu ushul) dan masih banyak lagi yang lainnya.

13. Abdullah bin Ahmad bin Al-Khosysyaab Al-Hanbali Al-Baghdadi, beliau adalah seorang ulama ahli sastra, ahli nahwu, ahli bahasa, ahli hadits juga ahli tafsir. Beliau sangat baik dalam penguasaan ilmu nahwu di zamannya hingga ada yang mengatakan bahwa beliau berada pada derajatnya Abu Ali Al-Faarisi. Belaiu juga punya pengetahuan yang sangat baik dalam ilmu tafsir, hadits, farooidh, bahasa, syair, ilmu manthiq, falsafah, ilmu hitung dan arsitektur.

14. Abu Al-Fath Naashihuddiin Al-Hanbali (dikenal dengan Ibnu Al-Manni), beliau lahir tahun 501 H dan wafat 583 H. Beliau dikenal sebagai ahli fiqih yang zuhud. Ibnu Al-Hanbali mengatakan bahwa beliau telah memberi fatwa dan mengajar nahwu selama 70 tahun. Ibnu Qudamah (pentolan ulama madzhab hanbali) adalah murid beliau.

15. Jamaaluddiin Abu Al-Hasan Ali bin Yusuf Asy-Syaibani Al-Qifthi kemudian Al-Halabi, beliau dikenal sebagai seorang hakim yang sangat mulya. Beliau punya banyak karya diantaranya adalah Kitab Adh-Dhood wa Azh-Zhoo, Kitaab Al-Akhbaar Al-Mushonnifiin wa maa Shonnafuuhu, Ikhbaar Al-‘Ulamaa bi Akhbaar Al-Hukamaa dan masih banyak lagi yang lainnya.

16. Muhyiddiin Abu Zakariya Yahya bin Syarof An-Nawawi Ad-Dimasyqi (Al-Imam An-Nawawi), beliau lahir tahun 631 H dan wafat pada tahun 676 H pada usia yang masih sangat muda yakni 45 tahun. Beliau adalah pemimpinnya para wali, teladan dan syaikhul islam. Diantara karya-karya beliau yang fenomenal adalah Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab, Roudhoh Ath-Thoolibiin, Al-Minhaaj, Syarhu Shohiih Muslim, Riyaadh Ash-Shoolihiin, Al-Adzkaar, Al-Arba’iin An-Nawawiyah dan Tahdziib Al-Asmaa wa Al-Lughoot.

17. Ibnu Taimiyyah Al-Harrooni (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah), beliau lahir pada tahun 661 H dan wafat pada tahun 728 H pada usia 67 tahun. Beliau sangat luas ilmunya, ahli tafsir, ahlifiqih dan ahli zuhud. Karya-karyanya mencapai 500 jilid.

18. Basyiir Al-Ghozzi Al-Halabi, beliau ahli fiqih, tafsir, nahwu, bahasa, sastra. Beliau lahir pada tahun 1274 H dan wafat pada tahun 1339 H.

19. Abu Al-Wafaa Al-Afghoni kemudian Al-Hindi, beliau lahir tahun 1310 H dan wafat tahun 1395 H. Beliau adalah ulama yang sangat dalam ilmunya, ahli fiqih, ahli ushul dan ahli hadits.

20. Kariimah binti Ahmad bin Muhammad bin Haatim Al-Marwaziyah (Ummu Al-Kiroom Al-Marwaziyah), dari 20 tokoh ulama yang ditulis oleh Syekh Abdul Fattaah Abu Ghuddah beliau adalah satu-satunya yang wanita. Beliau adalah ulama yang sangat alim, punya banyak keutamaan dan beliau seorang ahli hadits juga. Beliau lahir tahun 365 H dan wafat pada tahun 463 H. Beliau telah meriwayatkan Shohih Al-Bukhori dari Al-Kusymiihani dan Zaahir As-Sarokhsi.

Selain dari 20 ulama besar di atas, kita mungkin juga pernah mengenal sosok luar biasa, Sayyid Quthb. Beliau adalah pemilik karya fenomenal Tafsir Fii Zhilaal Al-Quraan. Ternyata, dua kali beliau jatuh cinta, tapi dua kali juga cintanya kandas di tengah jalan. DR Abdul Fattaah Al-Kholidi yang menulis tesis master dan disertasi doktornya tentang Sayyid Quthb mengatakan bahwa gadis pertama berasal dari desanya sendiri dan gadis kedua berasal dari Kairo. Tapi Allah ternyata menakdirkan lain, hingga wafatnya (dihukum gantung oleh penguasa tiran Jamal Abdul Naser) beliau tidak sempat menikah.

Tidak ada maksud sedikitpun dari tulisan ini untuk tendensi terhadap siapapun apalagi mencoba mengurangi semangat orang-orang yang memang ingin menyegerakan pernikahan karena Allah. Tidak, sama sekali tidak. Kalau memang sudah mampu, tentu menyegerakan itu sangat baik. Namun, jika apa yang dicari belum juga ditemukan, jangan lantas mencerca atau mencaci ketentuan Allah ini. Yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha dan berdoa tanpa henti, adapaun selebihnya serahkan kepada Allah yang Mahamemberi. Kalau bukan sekarang ini, mungkin suatu hari nanti. Atau kalau bukan di dunia ini, mungkin di akhirat, di surga-Nya yang hakiki.

Ini bukanlah akhir segalanya. Jangan pernah mengisi masa penantian ini dengan deretan kegalauan. Ini hanya akan menambah kekufuran saja. Isilah dengan prestasi-prestasi gemilang baik prestasi ukhrowi maupun prestasi duniawi, seperti para ulama di atas. Yakinlah, bisa jadi doa itu telah diijabahi, hanya saja kita tidak tahu wujud konkrit pengijabahannya.

Rosulullah SAW bersabda:

” مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو، لَيْسَ بِإِثْمٍ وَلَا بِقَطِيعَةِ رَحِمٍ، إِلَّا أَعْطَاهُ إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ يُعَجِّلَ لَهُ دَعْوَتَهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَدْفَعَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ”

“Tidaklah seorang muslim itu berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa dan tidak pula memutus silaturrahim, kecuali Allah memberinya salah satu dari tiga hal: menyegerakan doanya (di dunia), atau menyimpannya di akhirat atau menolak keburukan sebesar doa itu dari dirinya.” (Musnad Ahmad hadits no. 11133, Shohih Ibnu Hibban hadits no. 989, Musnad Abi Ya’la hadits no. 6134, Syekh Al-Albani mengatakan haditsnya hasan shohih dalam Shohiih At-Targhiib wa At-Tarhiib hadits no. 1633)

Selamat membaca…………

Penulis : Faridi
Editor : SCE

Leave a Reply

Scroll To Top