Thursday , 20 September 2018
update
Transformasi Kehidupan Agama dan Organisasi Islam

Transformasi Kehidupan Agama dan Organisasi Islam

paradigma islamResume BAB I Paradigma Islam Kuntowijaya

Gerakan Islam di empat negara di Asia Tenggara :

Singapura

Masyarakat kosmopolitan industrial dan komersial menjadi latar belakang yang menciptakan Muslim rasional di negara ini. Singapura merupakan negara kota tanpa agama resmi dengan mayoritas penduduk dari Cina. Terdapat hukum bernama Ordonansi Muslim (1957) yang diperuntukkan bagi Muslim untuk mengatur pengangkatan pejabat pencatatan (registrar) perkawinan Islam dan Kanthi kepala, peradilan syariah, mufti dan majelis banding.

UU Hukum Muslim dimulai tahun 1966. Terdapat Kampong yang merupakan tempat tinggal kaum Muslim Melayu di Singapura. Di negara ini terdapat Majelis Ulama Islam Singapura (MUIS).

Masjid di Singapura menjadi pusat dakwah. Tahun 1965 gerakan dakwah di Singapura kehilangan jaringan dengan Muslim di Semenanjung Malaysia. Ini merupakan problem besar bagi gerakan muslim di Singapura. Singapura mengalami masalah di Islamisasi ilmu pengetahuan.

 

Filipina

Tradisi lokal masih melekat kuat. Upacara kehidupan di masyarakat Filipina seperti peringatan 7 bulanan, anak-anak, perkawinan, kematian masih mentradisi terutama di Suku Tausug Kepulauan Jolo. Filipina tidak memiliki latar belakang kosmologis dan mitologis seperti di Jawa. Tidak ada kaitan Filipina dengan Hindu Budha sehingga kebudayaan pra-Islamnya tidak berkaitan dengan peradaban India. Islam di Filipina bersifat lokal bukan sinkretik yang mana di negara ini cenderung tidak ada pembaruan maupun konflik yang tercipta. Peradilan agama di Singapura bersifat hierarkis di mana kepala desa sekaligus menjadi hakim atau juri.  Di negara ini terdapat Asosiasi Muslim Filipina (Musaphil) berdiri tahun 1920, Convert to Islam (Convislam), Islamic Dakwah Council of Filipina.

Peter Gordon Gowing menyatakan bahwa terdapat kelompok tablegh di Marawi City.

  1. Shubba’onol Muslimeen Tableegh of Philippina 1973
  2. Jamaat Tableegh
  3. Islamic Tableegh of the Philippines
  4. Islamic Da’wah Council of the Philippines Inc. Manila (merupakan payung organisasi dakwah lain)

 

Malaysia

Islam di negara ini menjadi agama negara. Peradilan syariah atau kadhi (qadhi) dan juga lembaga mufti (pemberi fatwa) berdiri pada 2 dekade pertama abad 20 ini. Ternyata di negara ini, pelaksanaan hukum Islam terbatas hanya bagi Muslim Melayu. Otonomi Melayu di negara ini atas dasar agama dan adat. Namun kini, pelaksanaan hukum Islam di negara ini sudah jauh lebih kaffah. Identitas kemusliman dan kemelayuan tidak mendorong adanya organisasi agama nasional. Di Malaysia terdapat PAS (Partai Islam se-Malaysia) yang condong pada pergerakan politik ketimbang sosial agama. Di samping itu terdapat organisasi baru seperti Majelis Syura Dakwah Malaysia (MSDM), Persatuan Ulama Malaysia, Gabungan Penulis Islam Malaysia (PKIM).

Di Malaysia terdapat organisasi seperti ABIM (Angkatan Belia Islam Melayu), Darul Arqam, Jemaat Tablig, dan Aliran.

1. ABIM (1970)

Organisasi Islam ini fenomenal dengan jumlah anggotanya dan pesatnya pertumbuhan. Pada tahun 1972, dua tahun setelah organisasi ini berdiri, anggota ABIM berjumlah 9000 orang. Lalu berkembang menjadi 35000 di tahun 1980. Kisaran usia anggotanya yakni 15-40 tahun.  Anggota rata-rata terdiri dari kalangan urban, kelas menengah, kaum intelek. Komposisi pekerja kantor yang menjadi anggota ABIM yakni 32%, guru 26%. Organisasi ini bersifat puritan, fokusnya pada lembaga sekolah, pengembangan koperasi, dan amal dakwah. ABIM menolak adanya praktik adat.

2. Darul Arqam

Meski ABIM fenomenal, Darul Arqam dinilai jauh lebih spektakuler perkembangannya. Didirikan akhir tahun 60an, organisasi ini memiliki Komune di Kuala Lumpur. Di dalamnya terdapat perumahan, sekolah, surau, klinik, dan pabrik. Di tahun 1980 terdapat 800 siswa. Darul Arqam anggotanya terdiri dari masyarakat urban, intelek, dengan latar belakang universitas.

DA termasuk ekstrem dalam pelaksanaan ibadah. Gaya pakaian dan makan mereka ala Arab. DA melarang penggunaan fasilitas Barat seperti televisi dan kipas angin listrik. DA bersifat skriptualistik dan fundamentalis. DA cenderung memahami agama secara literal.

3. Jemaat Tabligh

Bersumber di India tahun 1925. Diperkenalkan di Malaysia dan Singapura tahun 1950. JT bertujun mentransformasi total atas pandangan hidup Islam. JT juga terkenal dengan ‘Evangelisme’nya yang agresif di jalan melalui kunjungan ke rumah-rumah. Mereka mengidentifikasi diri dengan jubah hijau dan turban derta makan talam (satu hidangan).

4. Aliran (1978)

Lahir atas keprihatinan terhadap arah perubahan masyarakat Malaysia. Menitikberatkan pada universalisme Islam luas. Aliran hendak menggunakan Islam sebagai alat mendukung bumiputera kemelayuan. Anggotanya tidak semua orang Melayu bahkan terdapat beberapa nonMuslim. Agama dilaksanakan dengan longgar dan antifundamentalisme. Aliran membela masyarakat yang tertindas karena agama, menganjurkan mudzakaran (perdebatan teologis terbuka) dan inovasi dalam agama. Judith A. Nagata menyamakan gerakan ini dengan Muhammadiyyah di Indonesia.

5. PERKIM (Pertukaran Kebajikan Islam Malaysia)

Memfokuskan dakwah di kalangan nonMuslim. Berdiri di tahun 1960. Di tahun 1960-1974 mengislamkan 20.000 orang dan di tahun 1974 2128 orang. Berpandangan bahwa Islam sebagai pemersatu penduduk Melayu di dalam masyarakat plural Malaysia.

 

Thailand

Urusan agama dan adat Melayu diserahkan pada orang Melayu. Hukum sipil dan pidana di negara ini merupakan yuridiksi pemerintahan pusat. Terdapat lembaga peradilan qadhi (1902) yang legal di tahun 1903.

Thailand mengalami masalah pada kekuatan nasional yang integratif. Terdapat Dewan Islam Pusat dengan Syaikh Al Alam sebagai ketuanya. Ketua tersebut dipilih dari Muslim Bangkok yang mana sangat jauh di sana sehingga kaum muslim selatan Thailand terkucilkan. DIP hubungannya renggang dengan lokalnya. Gerakan dakwah di Thailand bertentangan dengan gerakan dakwah pemerintah yang sekuler. Dakwah pemerintah merubah pondok menjadi sekolah swasta untuk pendidikan Islam yang mana sekolah tersebut cenderung sekuler.

Terdapat gerakan thariqah yang mistik, pro separatis, dan non politis. Dua kelompok yang ada di sana yakni kelompok Sabililah dan gerakan Patani.

 

Penulis : Sofistika Carevy Ediwindra

 

Leave a Reply

Scroll To Top